Jangan Kalah Sama Filipina Dan Thailand Dubes Al Busyra Ngarep Indonesia Bisa Ekspor Santan Kalengan Ke Ethiopia

Indonesia dan Ethiopia memiliki banyak sekali kesamaan, terutama dalam hal produk-produk pertanian.

Indonesia memproduksi kopi dan diekspor. Ethiopia juga memproduksi kopi dan diekspor.

Indonesia memproduksi bunga. Ethiopia juga memproduksi bunga dan mengekspornya ke Eropa dalam jumlah besar.

“Namun, saya tidak bisa membeli santan kelapa Ethiopia karena kelapa tidak tumbuh di Ethiopia. Santan kelapa di Ethiopia dalam bentuk kalengan diimpor dari negara-negara tetangga kita, Filipina dan Thailand. Saya berharap, suatu ketika nanti, santan kelapa asal Indonesia bisa juga saya temukan di Ethiopia,” kata Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika.

Hal itu dikatakan Dubes Al Busyra, saat berbicara di forum bisnis Prospek Perdagangan Ekspor produk UMKM Dimasa Pandemi yang diselenggarakan Sekretariat Nasional Jokowi, Rabu (1/9) malam.

Forum itu dihadiri sekitar seratus peserta, terutama pengusaha UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.

Hadir juga sebagai pembicara pada forum itu Ketua DPP Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Khairul Mahalli dan Kabid Kerjasama DPN Seknas Jokowi yang juga Aktivis Perempuan & Pegiat Eksport Komoditi Teh, Saskia Ubaidi. Serta moderator Dr. Effrata, S.Pd., M.Si.

Produk unggulan Indonesia yang diekspor ke Ethiopia selama ini antara lain minyak kelapa sawit, sabun, kertas, buku tulis, alat listrik, benang sintetis, produk farmasi dan bahan kimia.

Sementara produk ekspor Ethiopia ke Indonesia antara lain kopi, kacang-kacangan, kapas, bunga, kulit binatang, dan jintan hitam.

Forum bisnis tersebut bertujuan untuk mendorong ekspor produk-produk UKM Indonesia ke luar negeri, khususnya Ethiopia.

“Ethiopia memiliki potensi pasar yang besar bagi produk-produk Indonesia, karena jumlah penduduknya 115 juta jiwa, nomor dua terbesar di benua Afrika setelah Nigeria. Namun, tantangan utama yang dihadapi ekonomi Ethiopia sekarang ini adalah kelangkaan mata uang asing,” jelas Dubes Al Busyra. [HES]

]]> Indonesia dan Ethiopia memiliki banyak sekali kesamaan, terutama dalam hal produk-produk pertanian.

Indonesia memproduksi kopi dan diekspor. Ethiopia juga memproduksi kopi dan diekspor.

Indonesia memproduksi bunga. Ethiopia juga memproduksi bunga dan mengekspornya ke Eropa dalam jumlah besar.

“Namun, saya tidak bisa membeli santan kelapa Ethiopia karena kelapa tidak tumbuh di Ethiopia. Santan kelapa di Ethiopia dalam bentuk kalengan diimpor dari negara-negara tetangga kita, Filipina dan Thailand. Saya berharap, suatu ketika nanti, santan kelapa asal Indonesia bisa juga saya temukan di Ethiopia,” kata Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika.

Hal itu dikatakan Dubes Al Busyra, saat berbicara di forum bisnis Prospek Perdagangan Ekspor produk UMKM Dimasa Pandemi yang diselenggarakan Sekretariat Nasional Jokowi, Rabu (1/9) malam.

Forum itu dihadiri sekitar seratus peserta, terutama pengusaha UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.

Hadir juga sebagai pembicara pada forum itu Ketua DPP Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Khairul Mahalli dan Kabid Kerjasama DPN Seknas Jokowi yang juga Aktivis Perempuan & Pegiat Eksport Komoditi Teh, Saskia Ubaidi. Serta moderator Dr. Effrata, S.Pd., M.Si.

Produk unggulan Indonesia yang diekspor ke Ethiopia selama ini antara lain minyak kelapa sawit, sabun, kertas, buku tulis, alat listrik, benang sintetis, produk farmasi dan bahan kimia.

Sementara produk ekspor Ethiopia ke Indonesia antara lain kopi, kacang-kacangan, kapas, bunga, kulit binatang, dan jintan hitam.

Forum bisnis tersebut bertujuan untuk mendorong ekspor produk-produk UKM Indonesia ke luar negeri, khususnya Ethiopia.

“Ethiopia memiliki potensi pasar yang besar bagi produk-produk Indonesia, karena jumlah penduduknya 115 juta jiwa, nomor dua terbesar di benua Afrika setelah Nigeria. Namun, tantangan utama yang dihadapi ekonomi Ethiopia sekarang ini adalah kelangkaan mata uang asing,” jelas Dubes Al Busyra. [HES]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories