Jangan Dikaitkan Ke Politik Didiek J. Rachbini Minta Masyarakat Percaya Vaksin

Mantan anggota DPR, Didiek J. Rachbini, menjadi salah satu peserta program vaksinasi Covid-19 tahap II bersama sejumlah petinggi media, Rabu (24/2). Penyuntikan vaksin tersebut berlokasi di Perumahan Pejabat Eselon 1 BPPSDM Kementerian Kesehatan, Jl Hang Jebat III, Jakarta Selatan.

Informasi yang dihimpun, program vaksinasi yang digagas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Tanjung Priok, Jakarta Utara. Acara ini berlangsung dari pukul 08.00-15.00 WIB, dengan  diikuti 85 penerima vaksin.

Seusai menerima vaksi, Didiek J. Rachbini menanggapi polemik yang terjadi di kalangan masyarakat. Ada yang meragukan efektifitas vaksin terhadap penyebaran Covid-19. “Memang, sejauh ini ada yang percaya dan tidak percaya vaksin. Padahal vaksin ini sudah melalui penelitian ilmiah. Bisa saja dikoreksi dan dikritik, itu bukan masalah,” ujarnya.

Namun dia mengingatkan, bagi mereka yang ogah divaksin, lalu dia terpapar virus Covid-19, maka yang kena dampak juga orang sekeliling dia. Artinya, keputusan orang tersebut telah merugikan golongan yang lain. “Kalau merugikan orang lain, ya tidak usah dihukum. BPJS-nya saja yang dicabut,” ujarnya.

Karena  itu dia mempunyai saran untuk masyarakat yang tidak mau divaksin.  “Usahakan temen temen yang tidak terima vaksin itu, percayai saja kerja dari ilmuwan kesehatan. Tidak usah dikaitkan politik,” tegasnya.

Setelah divaksin, Didiek mengaku tidak merasa sakit pada bekas suntikan. “Saya dari dulu juga divaksin. Vaksin cacar, flu, macam-macam, termasuk pas mau umroh. Vaksin itu mekanisme kesehatan yang lumrah,” tuturnya.

Ekonom dari Universitas Indonesia ini mengaku, jika tahapan kedua vaksinasi Covid-19 telah rampung dijalaninya, Didiek berencana kembali menerima vaksin flu. Sebab, dia sangat sensitif terhadap sakit flu.”Tapi alhamdulilah satu tahun ini saya tidak bekerja terlalu keras, hanya di rumah saja, tidur cukup. Satu tahun ini saya jarang sakit. Beda dengan saat saya masih di DPR, kerja keras, sidang sampai malam. Tdur cuma 3 jam, besoknya rentan sakit,” tutupnya. [TAR]

]]> Mantan anggota DPR, Didiek J. Rachbini, menjadi salah satu peserta program vaksinasi Covid-19 tahap II bersama sejumlah petinggi media, Rabu (24/2). Penyuntikan vaksin tersebut berlokasi di Perumahan Pejabat Eselon 1 BPPSDM Kementerian Kesehatan, Jl Hang Jebat III, Jakarta Selatan.

Informasi yang dihimpun, program vaksinasi yang digagas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Tanjung Priok, Jakarta Utara. Acara ini berlangsung dari pukul 08.00-15.00 WIB, dengan  diikuti 85 penerima vaksin.

Seusai menerima vaksi, Didiek J. Rachbini menanggapi polemik yang terjadi di kalangan masyarakat. Ada yang meragukan efektifitas vaksin terhadap penyebaran Covid-19. “Memang, sejauh ini ada yang percaya dan tidak percaya vaksin. Padahal vaksin ini sudah melalui penelitian ilmiah. Bisa saja dikoreksi dan dikritik, itu bukan masalah,” ujarnya.

Namun dia mengingatkan, bagi mereka yang ogah divaksin, lalu dia terpapar virus Covid-19, maka yang kena dampak juga orang sekeliling dia. Artinya, keputusan orang tersebut telah merugikan golongan yang lain. “Kalau merugikan orang lain, ya tidak usah dihukum. BPJS-nya saja yang dicabut,” ujarnya.

Karena  itu dia mempunyai saran untuk masyarakat yang tidak mau divaksin.  “Usahakan temen temen yang tidak terima vaksin itu, percayai saja kerja dari ilmuwan kesehatan. Tidak usah dikaitkan politik,” tegasnya.

Setelah divaksin, Didiek mengaku tidak merasa sakit pada bekas suntikan. “Saya dari dulu juga divaksin. Vaksin cacar, flu, macam-macam, termasuk pas mau umroh. Vaksin itu mekanisme kesehatan yang lumrah,” tuturnya.

Ekonom dari Universitas Indonesia ini mengaku, jika tahapan kedua vaksinasi Covid-19 telah rampung dijalaninya, Didiek berencana kembali menerima vaksin flu. Sebab, dia sangat sensitif terhadap sakit flu.”Tapi alhamdulilah satu tahun ini saya tidak bekerja terlalu keras, hanya di rumah saja, tidur cukup. Satu tahun ini saya jarang sakit. Beda dengan saat saya masih di DPR, kerja keras, sidang sampai malam. Tdur cuma 3 jam, besoknya rentan sakit,” tutupnya. [TAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories