Jamin Presiden Masuk Surga Kalau IKN Pindah Ke Kaltim Isran Noor Bisa Aja Ngerayunya

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor masuk deretan tokoh yang paling ngebet Ibu Kota Negara (IKN) pindah dari Jakarta. Beragam rayuan dia tebar langsung ke Presiden Jokowi. Dalam satu pertemuan, bahkan dia sampai berkoar-koar bisa menjamin Jokowi akan masuk surga jika pindahkan IKN ke Kaltim. Hahaha, ada-ada saja Pak Gubernur yang dikenal ceplas-ceplos dan suka guyon ini.

Percakapannya dengan Jokowi itu, diceritakan kembali oleh Isran ketika menyampaikan kuliah umum di Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) dan Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, Rabu (7/4). Kuliah umum itu mengambik judul: Potensi dan Kelanjutan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur.

Mulanya, ia mengaku tidak kompeten membahas materi terkait kelanjutan IKN di Kaltim. Karena pemindahan ibu kota, adalah rencana besar sebuah negara. “Sebenarnya ini yang cocok menjawab adalah pemerintah pusat,” kata Isran, mengawali kuliah umumnya.

Sebelum masuk ke materi presentasi yang disiapkan, Isran cerita, bilang ke Jokowi, bahwa presiden ketujuh itu sudah dijamin masuk surga. “Pak Jokowi, Mas Jokowi, Bapak Presiden, bapak itu pasti masuk surga,” klaimnya.

Jokowi yang mendengarnya, kaget. “Kenapa Pak Isran?” sambung pria berdarah Kutai Bugis itu, menirukan reaksi Jokowi ketika mendengar ucapannya.

Isran tak langsung menjawab pertanyaan Jokowi. Malah kasih pernyataan baru yang bikin Jokowi makin terheran-heran. “Tidak usah lagi bapak itu beramal ibadah,” lanjutnya. “Apalagi itu pak Isran?” respons Jokowi makin tambah heran.

Barulah kemudian mantan Ketua Umum Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) itu menjawab rasa penasaran Jokowi itu dengan lugas. “Karena bapak telah mewujudkan cita-cita dua kepala negara untuk memindahkan (ibu kota), pak Soekarno dan Pak Soeharto,” ucap Isran.

Mendapat jawaban begitu, Jokowi ternyata tidak langsung geer. Jokowi lalu bilang, keputusan pindah ibu kota negara itu bukan karena mau-maunya dia saja. “Pak Isran, ini pemindahan ibu kota tidak ujug-ujug. Tapi melalui kajian-kajian,” ujar Isran yang kembali mengulang ucapan Jokowi.

Mendengar respons Jokowi seperti itu, politisi yang pernah ikut konvensi capres Partai Demokrat itu, kembali meyakinkan. Bahwa Jokowi sudah pasti masuk surga. “Jadi bapak tidak usah khawatir,” tegasnya.

Dari kesan yang ditangkap Isran, Jokowi senang dengan ucapannya itu dan makin yakin buat pindahin IKN. “Jadi senang juga ini orang, Pak Jokowi-nya bahagia. Masuk akal di dianya,” klaim Isran.

Kepada Jokowi, dia juga bilang bahwa mantan Wali Kota Solo itu akan dikenang oleh anak bangsa sampai kapan pun atas karya besarnya memindahkan ibu kota. Mengatasnamakan warga Kaltim termasuk warga Kalimantan, Isran mengaku bangga pulau Borneo itu jadi IKM.

 

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mengomentari ucapan Isran yang menjamin Jokowi masuk surga. Kata dia, pernyataan Isran itu adalah bagian dari doa.

“Pak Isran Noor adalah satu diantara sekian juta rakyat Indonesia yang tanpa sepengetahuan kita mendoakan pak Jokowi dengan tulus,” kata Ngabalin kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Sedikit banyak, Ngabalin mengaku paham betul bagaimana dinamika pemindahan IKN. Sebab, jauh sebelumnya, ia mengaku pernah terlibat dalam Pansus Revisi Undang-Undang tentang Ibu Kota Negara, ketika zamannya Sutiyoso masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. “Ketua Pansusnya ketika itu Effendi Simbolon. Karena itu bang Ali, sedikit paham,” kisahnya.

Ia meyakini, warga Kalimantan khususnya Kaltim, kini senang daerahnya akan jadi IKN. “Karena itu doa pak Isran Noor kita beri apresiasi luar biasa,” sambungnya.

Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio maklum, jika Isran Noor sampai segitunya menjamin Jokowi masuk surga. Karena bagi orang Kaltim, keputusan pindah IKN adalah kebijakan yang bagus. Tapi, ia mengingatkan agar Isran jangan terlalu senang dulu. Karena jadi apa enggaknya, belum tahu.

“Itu kan baru niat, tapi apa jadi atau nggaknya, kan belum tahu,” kata Agus lewat sambungan telepon, tadi malam.

Pindah IKN, sambung Agus, bukan perkara mudah. Selain butuh anggaran besar, juga perlu waktu yang tidak singkat.

Ia tidak yakin, IKN bisa kelar dalam periode kedua Jokowi. Karena jika melihat pengalaman negara-negara lain, pindah IKN butuh waktu di atas 10 tahun. Apalagi, saat ini niatan itu sekarang terkendala pandemi Covid-19.

“Mending urus pandemi dulu. Kebijakan pindah ibu kota belum penting lah,” sentilnya.

Isu pemindahan IKN panas lagi setelah RUU IKN menjadi 1 dari 33 RUU yang masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2021. Setelah sempat sepi, sejak pandemi Covid-19 merebak.

Anggaran tahun lalu yang kabarnya sempat diplot sekitar Rp 2 triliun buat IKN, batal karena harus dialihkan fokusnya untuk penanganan virus Corona. Peletakan batu pertama alias groudbreaking yang mulanya direncanakan akan berlangsung pada Oktober-November 2020, juga ditunda. Kabar terbaru akan dilakukan tahun ini. [SAR]

]]> Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor masuk deretan tokoh yang paling ngebet Ibu Kota Negara (IKN) pindah dari Jakarta. Beragam rayuan dia tebar langsung ke Presiden Jokowi. Dalam satu pertemuan, bahkan dia sampai berkoar-koar bisa menjamin Jokowi akan masuk surga jika pindahkan IKN ke Kaltim. Hahaha, ada-ada saja Pak Gubernur yang dikenal ceplas-ceplos dan suka guyon ini.

Percakapannya dengan Jokowi itu, diceritakan kembali oleh Isran ketika menyampaikan kuliah umum di Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) dan Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, Rabu (7/4). Kuliah umum itu mengambik judul: Potensi dan Kelanjutan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur.

Mulanya, ia mengaku tidak kompeten membahas materi terkait kelanjutan IKN di Kaltim. Karena pemindahan ibu kota, adalah rencana besar sebuah negara. “Sebenarnya ini yang cocok menjawab adalah pemerintah pusat,” kata Isran, mengawali kuliah umumnya.

Sebelum masuk ke materi presentasi yang disiapkan, Isran cerita, bilang ke Jokowi, bahwa presiden ketujuh itu sudah dijamin masuk surga. “Pak Jokowi, Mas Jokowi, Bapak Presiden, bapak itu pasti masuk surga,” klaimnya.

Jokowi yang mendengarnya, kaget. “Kenapa Pak Isran?” sambung pria berdarah Kutai Bugis itu, menirukan reaksi Jokowi ketika mendengar ucapannya.

Isran tak langsung menjawab pertanyaan Jokowi. Malah kasih pernyataan baru yang bikin Jokowi makin terheran-heran. “Tidak usah lagi bapak itu beramal ibadah,” lanjutnya. “Apalagi itu pak Isran?” respons Jokowi makin tambah heran.

Barulah kemudian mantan Ketua Umum Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) itu menjawab rasa penasaran Jokowi itu dengan lugas. “Karena bapak telah mewujudkan cita-cita dua kepala negara untuk memindahkan (ibu kota), pak Soekarno dan Pak Soeharto,” ucap Isran.

Mendapat jawaban begitu, Jokowi ternyata tidak langsung geer. Jokowi lalu bilang, keputusan pindah ibu kota negara itu bukan karena mau-maunya dia saja. “Pak Isran, ini pemindahan ibu kota tidak ujug-ujug. Tapi melalui kajian-kajian,” ujar Isran yang kembali mengulang ucapan Jokowi.

Mendengar respons Jokowi seperti itu, politisi yang pernah ikut konvensi capres Partai Demokrat itu, kembali meyakinkan. Bahwa Jokowi sudah pasti masuk surga. “Jadi bapak tidak usah khawatir,” tegasnya.

Dari kesan yang ditangkap Isran, Jokowi senang dengan ucapannya itu dan makin yakin buat pindahin IKN. “Jadi senang juga ini orang, Pak Jokowi-nya bahagia. Masuk akal di dianya,” klaim Isran.

Kepada Jokowi, dia juga bilang bahwa mantan Wali Kota Solo itu akan dikenang oleh anak bangsa sampai kapan pun atas karya besarnya memindahkan ibu kota. Mengatasnamakan warga Kaltim termasuk warga Kalimantan, Isran mengaku bangga pulau Borneo itu jadi IKM.

 

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mengomentari ucapan Isran yang menjamin Jokowi masuk surga. Kata dia, pernyataan Isran itu adalah bagian dari doa.

“Pak Isran Noor adalah satu diantara sekian juta rakyat Indonesia yang tanpa sepengetahuan kita mendoakan pak Jokowi dengan tulus,” kata Ngabalin kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Sedikit banyak, Ngabalin mengaku paham betul bagaimana dinamika pemindahan IKN. Sebab, jauh sebelumnya, ia mengaku pernah terlibat dalam Pansus Revisi Undang-Undang tentang Ibu Kota Negara, ketika zamannya Sutiyoso masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. “Ketua Pansusnya ketika itu Effendi Simbolon. Karena itu bang Ali, sedikit paham,” kisahnya.

Ia meyakini, warga Kalimantan khususnya Kaltim, kini senang daerahnya akan jadi IKN. “Karena itu doa pak Isran Noor kita beri apresiasi luar biasa,” sambungnya.

Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio maklum, jika Isran Noor sampai segitunya menjamin Jokowi masuk surga. Karena bagi orang Kaltim, keputusan pindah IKN adalah kebijakan yang bagus. Tapi, ia mengingatkan agar Isran jangan terlalu senang dulu. Karena jadi apa enggaknya, belum tahu.

“Itu kan baru niat, tapi apa jadi atau nggaknya, kan belum tahu,” kata Agus lewat sambungan telepon, tadi malam.

Pindah IKN, sambung Agus, bukan perkara mudah. Selain butuh anggaran besar, juga perlu waktu yang tidak singkat.

Ia tidak yakin, IKN bisa kelar dalam periode kedua Jokowi. Karena jika melihat pengalaman negara-negara lain, pindah IKN butuh waktu di atas 10 tahun. Apalagi, saat ini niatan itu sekarang terkendala pandemi Covid-19.

“Mending urus pandemi dulu. Kebijakan pindah ibu kota belum penting lah,” sentilnya.

Isu pemindahan IKN panas lagi setelah RUU IKN menjadi 1 dari 33 RUU yang masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2021. Setelah sempat sepi, sejak pandemi Covid-19 merebak.

Anggaran tahun lalu yang kabarnya sempat diplot sekitar Rp 2 triliun buat IKN, batal karena harus dialihkan fokusnya untuk penanganan virus Corona. Peletakan batu pertama alias groudbreaking yang mulanya direncanakan akan berlangsung pada Oktober-November 2020, juga ditunda. Kabar terbaru akan dilakukan tahun ini. [SAR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories