Jalanan Sampai Tempat Wisata Dipadati Pengunjung, Epidemiolog Ingatkan Potensi Lonjakan Kasus Covid-19

Libur panjang, membuat mobilitas warga meningkat. PT Jasa Marga Tbk yang mencatat sebanyak 484.038 kendaraan meninggalkan Jabotabek via tol pada H-3 dan H-1 jelang libur panjang.

Imbasnya, kemacetan terjadi di sejumlah tempat. Salah satu yang terparah, di jalur wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat. Dalam video yang beredar di media sosial, beberapa pengendara mengaku berhenti selama berjam-jam di jalur tersebut.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengingatkan, ada potensi lonjakan kasus Covid-19 usai libur panjang akhir pekan. Potensi itu tetap harus diwaspadai.

Lonjakan kasus diperkirakan tetap akan ada, meski cakupan jumlah vaksinasi sudah cukup baik. Apalagi, ada kenaikan kasus di sejumlah daerah lain. Seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah, yang beberapa kali menyumbang kasus Covid-19 nasional terbanyak.

“Jakarta sudah landai, puncaknya sudah terlewati. Tapi kan daerah lain belum. Jadi masih ada potensi warga yang berlibur ke daerah tersebut kembali membawa virus,” kata Dicky kepada RM.id, Senin (28/2).

Dia mensinyalir, ada banyak pelanggaran protokol kesehatan oleh manajemen pengelola tempat pariwisata dan pengunjung. Mengingat, warga sedang dalam suasana euforia, efek libur panjang.

“Kegiatan masyarakat di PPKM Level 3 ini kan memang sudah sulit dihindari. Karena pemulihan memang sudah harus dimulai,” duganya.

Dicky menyebut kenaikan kasus berpotensi terjadi di daerah-daerah tertentu, seperti daerah perifer. “Inilah saatnya kita melihat bagaimana efektivitas vaksin dan vaksin penguat yang sudah digalakkan pemerintah. Apakah berdampak terhadap kasus seperti lebih banyak yang gejala ringan atau gejala sedang hingga berat,” tutur Dicky.

 

Karena itu dia mendorong deteksi dini kasus melalui program active case finding yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa terus berjalan. Terlebih, bisa diterapkan di daerah lain. Sebab, program tersebut dinilai efektif untuk mengendalikan penyebaran kasus. [UMM]

]]> Libur panjang, membuat mobilitas warga meningkat. PT Jasa Marga Tbk yang mencatat sebanyak 484.038 kendaraan meninggalkan Jabotabek via tol pada H-3 dan H-1 jelang libur panjang.

Imbasnya, kemacetan terjadi di sejumlah tempat. Salah satu yang terparah, di jalur wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat. Dalam video yang beredar di media sosial, beberapa pengendara mengaku berhenti selama berjam-jam di jalur tersebut.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengingatkan, ada potensi lonjakan kasus Covid-19 usai libur panjang akhir pekan. Potensi itu tetap harus diwaspadai.

Lonjakan kasus diperkirakan tetap akan ada, meski cakupan jumlah vaksinasi sudah cukup baik. Apalagi, ada kenaikan kasus di sejumlah daerah lain. Seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah, yang beberapa kali menyumbang kasus Covid-19 nasional terbanyak.

“Jakarta sudah landai, puncaknya sudah terlewati. Tapi kan daerah lain belum. Jadi masih ada potensi warga yang berlibur ke daerah tersebut kembali membawa virus,” kata Dicky kepada RM.id, Senin (28/2).

Dia mensinyalir, ada banyak pelanggaran protokol kesehatan oleh manajemen pengelola tempat pariwisata dan pengunjung. Mengingat, warga sedang dalam suasana euforia, efek libur panjang.

“Kegiatan masyarakat di PPKM Level 3 ini kan memang sudah sulit dihindari. Karena pemulihan memang sudah harus dimulai,” duganya.

Dicky menyebut kenaikan kasus berpotensi terjadi di daerah-daerah tertentu, seperti daerah perifer. “Inilah saatnya kita melihat bagaimana efektivitas vaksin dan vaksin penguat yang sudah digalakkan pemerintah. Apakah berdampak terhadap kasus seperti lebih banyak yang gejala ringan atau gejala sedang hingga berat,” tutur Dicky.

 

Karena itu dia mendorong deteksi dini kasus melalui program active case finding yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa terus berjalan. Terlebih, bisa diterapkan di daerah lain. Sebab, program tersebut dinilai efektif untuk mengendalikan penyebaran kasus. [UMM]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories