JakLingko Mulai Uji Coba Terbatas Aplikasi Dan Kartu Transportasi

PT JakLingko Indonesia melaksanakan uji coba terbatas kartu transportasi dan aplikasi JakLingko sehubungan dengan integrasi transportasi di wilayah Jabodetabek yang perlahan mulai terwujud.

Beta testing aplikasi superapps JakLingko dilakukan secara bertahap untuk menguji perencana perjalanan (journey planner) dari empat moda transportasi umum dalam satu tiket perjalanan.

Direktur Utama PT JakLingko Indonesia, Muhamad Kamaluddin mengatakan, empat moda yang terhubung di antaranya Transjakarta, MRT, Commuterline, dan LRT. Pada aplikasi, pengguna bisa memilih rute tercepat dan rute termurah, dengan rincian waktu perjalanan dan total biaya yang ditempuh.

“Pencanangan resmi kartu dan aplikasi akan dilakukan dalam waktu dekat,” ujarnya, Rabu (1/9).

Kamal menjelaskan, adapun target tarif terintegrasi adalah rekomendasi tarif terintegrasi berbasis jarak dimulai Rp 2.500 (sebagai boarding fee) dan Rp 500 per kilometer dengan tarif maksimum Rp 10.000 untuk kombinasi transportasi urban dan apabila transportasi sub-urban menjadi Rp 15.000.

 

“Tarif yang terintegrasi antar layanan akan membuatnya menjadi lebih terjangkau,” ungkapnya.

Ia mengatakan rangkaian uji coba terbatas telah dilakukan sejak 18 Agustus 2021 di sejumlah rute mulai dari koridor 1 Transjakarta yaitu Halte Transjakarta Dukuh Atas 1, Halte Transjakarta Monas, Stasiun MRT Bundaran HI, Stasiun integrasi Dukuh Atas, Stasiun Sudirman (KCI) dan Stasiun Manggarai (KCI) hingga Stasiun LRT Velodrome-Pegangsaan Dua.

Elektronifikasi Integrasi Pembayaran Transportasi Umum Jabodetabek (EIPTJ) yang saat ini ditempuh PT JakLingko Indonesia secara bertahap menunjukkan hasil sesuai target yang diharapkan.

Tujuan dari integrasi transportasi umum di wilayah Jabodetabek agar penumpang kendaraan pribadi beralih ke transportasi umum.

“PT JakLingko Indonesia diamanahi mandat untuk mengintegrasikan sistem ticketing yang mencakup rute, tarif dan sistem pembayaran transportasi umum di Jabodetabek antara MRT Jakarta, Transjakarta, LRT, Commuterline (KCI) dan Kereta Api Bandara (Railink),” ujar Kamal.  

Sekadar informasi, PT JakLingko Indonesia akan mengintegrasikan tarif pada Maret 2022. Sehingga, penumpang yang berpindah atau menggunakan lebih dari satu moda transportasi umum saat mencapai lokasi tujuan, jika sistemnya telah terintegrasi.dan akan mengeluarkan biaya yang lebih terjangkau. [SRI]

]]> PT JakLingko Indonesia melaksanakan uji coba terbatas kartu transportasi dan aplikasi JakLingko sehubungan dengan integrasi transportasi di wilayah Jabodetabek yang perlahan mulai terwujud.

Beta testing aplikasi superapps JakLingko dilakukan secara bertahap untuk menguji perencana perjalanan (journey planner) dari empat moda transportasi umum dalam satu tiket perjalanan.

Direktur Utama PT JakLingko Indonesia, Muhamad Kamaluddin mengatakan, empat moda yang terhubung di antaranya Transjakarta, MRT, Commuterline, dan LRT. Pada aplikasi, pengguna bisa memilih rute tercepat dan rute termurah, dengan rincian waktu perjalanan dan total biaya yang ditempuh.

“Pencanangan resmi kartu dan aplikasi akan dilakukan dalam waktu dekat,” ujarnya, Rabu (1/9).

Kamal menjelaskan, adapun target tarif terintegrasi adalah rekomendasi tarif terintegrasi berbasis jarak dimulai Rp 2.500 (sebagai boarding fee) dan Rp 500 per kilometer dengan tarif maksimum Rp 10.000 untuk kombinasi transportasi urban dan apabila transportasi sub-urban menjadi Rp 15.000.

 

“Tarif yang terintegrasi antar layanan akan membuatnya menjadi lebih terjangkau,” ungkapnya.

Ia mengatakan rangkaian uji coba terbatas telah dilakukan sejak 18 Agustus 2021 di sejumlah rute mulai dari koridor 1 Transjakarta yaitu Halte Transjakarta Dukuh Atas 1, Halte Transjakarta Monas, Stasiun MRT Bundaran HI, Stasiun integrasi Dukuh Atas, Stasiun Sudirman (KCI) dan Stasiun Manggarai (KCI) hingga Stasiun LRT Velodrome-Pegangsaan Dua.

Elektronifikasi Integrasi Pembayaran Transportasi Umum Jabodetabek (EIPTJ) yang saat ini ditempuh PT JakLingko Indonesia secara bertahap menunjukkan hasil sesuai target yang diharapkan.

Tujuan dari integrasi transportasi umum di wilayah Jabodetabek agar penumpang kendaraan pribadi beralih ke transportasi umum.

“PT JakLingko Indonesia diamanahi mandat untuk mengintegrasikan sistem ticketing yang mencakup rute, tarif dan sistem pembayaran transportasi umum di Jabodetabek antara MRT Jakarta, Transjakarta, LRT, Commuterline (KCI) dan Kereta Api Bandara (Railink),” ujar Kamal.  

Sekadar informasi, PT JakLingko Indonesia akan mengintegrasikan tarif pada Maret 2022. Sehingga, penumpang yang berpindah atau menggunakan lebih dari satu moda transportasi umum saat mencapai lokasi tujuan, jika sistemnya telah terintegrasi.dan akan mengeluarkan biaya yang lebih terjangkau. [SRI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories