Jakarta Bakal Lockdown Total Dipastikan Hoaks

Kabar viral yang menyebut Jakarta bakal lockdown total, dipastikan hoaks.

Dalam keterangan virtual yang disampaikan via kanal YouTube Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Jumat (5/2), Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menegaskan, sampai saat ini pemerintah belum mengeluarkan kebijakan lockdown total. Baik untuk Jakarta, ataupun kota lainnya. 

“Jadi harapan bahwa masyarakat tetap di rumah, semua toko restoran akan ditutup, juga anjuran simpan bahan makanan dan ancaman akan ditangkap dilakukan tes dan denda sangat besar, itu tidak benar itu adalah pesan hoaks,” kata Siti Nadia.

“Kami berharap, masyarakat tidak mempercayai dan menyebarkan berita hoaks tersebut,” imbuhnya.

Jika ragu terhadap suatu informasi terkait Covid, masyarakat dapat mengecek di situs kemenkes.go.id, kominfo.go.id, atau covid19.go.id. Bisa juga berkirim pesan ke chat box WhatsApp nomor 0859-21600500. 

Siti Nadia menjelaskan, saat ini kebijakan yang diterapkan pemerintah adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali tahap kedua, yang mulai berlaku pada 26 Januari dan berakhir pada 8 Februari 2021.

Penerapan kebijakan PPKM tersebut masih akan dievaluasi, apakah nantinya akan diterapkan PPKM tahap tiga, ataukah ada relaksasi terhadap kebijakan tersebut.

Siti Nadia meminta masyarakat agar tetap melaksanakan protokol kesehatan 3M dengan ketat yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir serta membatasi mobilitas. Terlebih, kita akan menghadapi masa libur panjang Tahun Baru Imlek 2572. [HES]

]]> Kabar viral yang menyebut Jakarta bakal lockdown total, dipastikan hoaks.

Dalam keterangan virtual yang disampaikan via kanal YouTube Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Jumat (5/2), Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menegaskan, sampai saat ini pemerintah belum mengeluarkan kebijakan lockdown total. Baik untuk Jakarta, ataupun kota lainnya. 

“Jadi harapan bahwa masyarakat tetap di rumah, semua toko restoran akan ditutup, juga anjuran simpan bahan makanan dan ancaman akan ditangkap dilakukan tes dan denda sangat besar, itu tidak benar itu adalah pesan hoaks,” kata Siti Nadia.

“Kami berharap, masyarakat tidak mempercayai dan menyebarkan berita hoaks tersebut,” imbuhnya.

Jika ragu terhadap suatu informasi terkait Covid, masyarakat dapat mengecek di situs kemenkes.go.id, kominfo.go.id, atau covid19.go.id. Bisa juga berkirim pesan ke chat box WhatsApp nomor 0859-21600500. 

Siti Nadia menjelaskan, saat ini kebijakan yang diterapkan pemerintah adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali tahap kedua, yang mulai berlaku pada 26 Januari dan berakhir pada 8 Februari 2021.

Penerapan kebijakan PPKM tersebut masih akan dievaluasi, apakah nantinya akan diterapkan PPKM tahap tiga, ataukah ada relaksasi terhadap kebijakan tersebut.

Siti Nadia meminta masyarakat agar tetap melaksanakan protokol kesehatan 3M dengan ketat yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir serta membatasi mobilitas. Terlebih, kita akan menghadapi masa libur panjang Tahun Baru Imlek 2572. [HES]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories