Jaga Pasokan Listrik PLN Tambah 80 MVA Ke Smelter Di Sulsel

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN telah menyalurkan tambahan daya listrik sebe­sar 80 Mega Volt Ampere (MVA) untuk PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia (HNI) di Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara, Syamsul Huda mengatakan, penambahan daya tersebut dilakukan pada Kamis (26/8) guna memenuhi kebutu­han listrik fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) milik perusahaan tersebut.

Tak hanya di Sulsel, perseroan juga siap memenuhi kebutuhan listrik bagi seluruh industri smelter di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Mengingat hingga Juni 2021, kapasitas lis­trik terpasang di Pulau Sulawesi sebesar 5,6 GW (Gigawatt).

“PLN sangat siap untuk me­layani kebutuhan listrik bagi investor di tiga provinsi. Khususnya bagi industri smelter,” ujarnya, melalui siaran pers, Minggu (29/8).

Huda menjelaskan, kesiapan PLN dalam suplai listrik ke smelter juga didukung dengan infrastruktur kelistrikan yang andal. Khusus di Bantaeng, PLN telah membangun Gardu Induk (GI) 150 kV (kiloVolt) Bantaeng Smelter pada Maret 2020.

Menurutnya, GI dengan nilai investasi Rp 20,1 miliar tersebut merupakan pembangunan lanju­tan dari gardu induk yang telah ada sebelumnya.

Dalam Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan (PIK), khususnya GI 150 kV Bantaeng Smelter, pihaknya senantiasa mendukung peningkatan produksi dalam negeri.

“GI 150 kV Bantaeng Smelter berhasil merealisasikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 62,88 persen,” katanya.

Selain itu, kesiapan PLN juga telah didukung oleh sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Dengan to­tal daya mampu mencapai 2.365 MW (Megawatt). Sementara sistem ini memiliki beban pun­cak sebesar 1.763 MW.

“Sehingga, memiliki reserve margin atau cadangan daya sebe­sar 602 MW,” katanya. [IMA]

]]> PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN telah menyalurkan tambahan daya listrik sebe­sar 80 Mega Volt Ampere (MVA) untuk PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia (HNI) di Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara, Syamsul Huda mengatakan, penambahan daya tersebut dilakukan pada Kamis (26/8) guna memenuhi kebutu­han listrik fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) milik perusahaan tersebut.

Tak hanya di Sulsel, perseroan juga siap memenuhi kebutuhan listrik bagi seluruh industri smelter di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Mengingat hingga Juni 2021, kapasitas lis­trik terpasang di Pulau Sulawesi sebesar 5,6 GW (Gigawatt).

“PLN sangat siap untuk me­layani kebutuhan listrik bagi investor di tiga provinsi. Khususnya bagi industri smelter,” ujarnya, melalui siaran pers, Minggu (29/8).

Huda menjelaskan, kesiapan PLN dalam suplai listrik ke smelter juga didukung dengan infrastruktur kelistrikan yang andal. Khusus di Bantaeng, PLN telah membangun Gardu Induk (GI) 150 kV (kiloVolt) Bantaeng Smelter pada Maret 2020.

Menurutnya, GI dengan nilai investasi Rp 20,1 miliar tersebut merupakan pembangunan lanju­tan dari gardu induk yang telah ada sebelumnya.

Dalam Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan (PIK), khususnya GI 150 kV Bantaeng Smelter, pihaknya senantiasa mendukung peningkatan produksi dalam negeri.

“GI 150 kV Bantaeng Smelter berhasil merealisasikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 62,88 persen,” katanya.

Selain itu, kesiapan PLN juga telah didukung oleh sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Dengan to­tal daya mampu mencapai 2.365 MW (Megawatt). Sementara sistem ini memiliki beban pun­cak sebesar 1.763 MW.

“Sehingga, memiliki reserve margin atau cadangan daya sebe­sar 602 MW,” katanya. [IMA]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories