Jadikan Ketapang Sebagai Ikon G20 Bupati Zaki Poles Daerah Kumuh Jadi Kinclong

Tanpa banyak suara, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar berhasil mengubah desa yang kumuh menjadi kinclong. Bahkan, desa yang kumuh itu, akan menjadi ikon pelaksanaan G20. Desa yang dimaksud itu adalah Ketapang, di Kecamatan Mauk, Tangerang.

Desa pesisir ini bakal jadi tuan rumah Forum Summit Partnerships in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) Network of Local Governments (PNLG), Oktober 2022.

Kemarin, Bang Zaki-sapaan akrab Ahmed Zaki Iskandar-main ke dapur redaksi Rakyat Merdeka. Dia tidak sendiri. Zaki didampingi jajarannya. Kehadirannya disambut Direktur Utama Rakyat Merdeka Kiki Iswara dan jajaran.

Kehadiran Zaki untuk mensosialisasikan PEMSEA Network of Local Governments (PNLG). Di mana Kabupaten Tangerang jadi tuan rumahnya dan Zaki jadi Wakil Presidennya. “Suatu kehormatan bagi Kabupaten Tangerang menjadi tuan rumah Forum PNLG 2022,” ujarnya.

Di awal paparannya, Zaki menjelaskan soal PNLG. Kata dia, ada 53 kota pesisir di 12 negara yang tergabung dalam organisasi ini. Ke-12 negara itu adalah Indonesia, Vietnam, China, Malaysia, Jepang, Rusia, Korea Selatan, Kamboja, Thailand, Myanmar, Singapura dan Taiwan.

Zaki lalu menunjukkan video Desa Ketapang dari udara yang saat ini lebih asri dan instagramable. Sambil menunjuk ke layar, dia membandingkan dengan kondisi Ketapang sebelumnya yang kumuh dan gersang.

Kini hamparan hutan mangrove di sepanjang pantai Desa Ketapang juga mulai mengijau dan rimbun. “Ini sudah 60 persen yang tumbuh. Karena ada yang rawat,” terangnya.

Membaiknya kondisi hutan mangrove Ketapang juga membuat petambak udang vaname di sekitar hutan mangrove girang bukan main. Usut punya usut, setelah mangrove tumbuh, hasil panen udang di sana naik signifikan. “Ternyata mangrove bikin kualitas air di sekitar tambak jadi bagus,” bebernya.

Selain itu, dengan adanya penanaman mangrove tersebut akan memberikan dampak positif pada lingkungan, seperti mencegah abrasi yang saat ini sudah memakan pantai lebih dari satu kilometer.

 

Zaki meyakini, jika pembangunan di kawasan itu kelar 100 persen, desa seluas 12 hektar ini, bakal menjadi destinasi wisata baru di belahan barat pesisir Tangerang. Yaitu destinasi wisata mangrove dan bahari.

“Penataan kawasan pantai oleh Pemkab Tangerang dilakukan secara lintas sektoral dan berkesinambungan. Salah satunya dengan program Gerakan Membangun Masyarakat Pantai (Gerbang Mapan) yang dimulai sejak tahun 2015,” bebernya.

Salah satu awak redaksi penasaran, bagaimana caranya Bupati Zaki menggusur pemukiman yang tidak layak huni di Ketapang, tanpa ada perlawanan warga. “Itu bagaimana caranya pak?” tanya Marula Sardi.

Zaki mengaku semuanya dilakukan secara bertahap. Tidak langsung main gusur. Namun, dibangun rumahnya dulu, setelah jadi dan tinggal di sana dan merasa betah dan lebih enak dari rumah sebelumnya, baru rumah yang tidak layak huni itu digusur.

Pemukiman kumuh itu juga direlokasi ke tempat yang tidak jauh-jauh amat. Hanya di sekitar desa itu juga. Tepatnya di Tanah Bengkok di Desa Ketapang juga. “Bertahap sih. Kita bangunkan dulu rumahnya. Yang bangun PUPR. Lalu mereka pindah. Ada 71 rumah itu,” tutur Zaki.

“Rumah yang tidak layak huni kita bongkar. Sekarang sudah 53 rumah di Tanah Bengkok. Karena sudah lihat fisik rumahnya dan lebih enak dari rumah dulu, makanya mereka mau,” kisahnya.

Pendekatan ini diambil dari pengalaman kegagalan penggusuran Kampung Dadap, yang mendapat penolakan keras warga.

Kembali ke Desa Ketapang, Zaki juga menunjukkan kapal-kapal yang mulai bisa bersandar di sungai Desa. Sementara dulu, karena pendangkalan akibat sedimentasi, kapal tidak bisa masuk, tapi harus parkir jauh hingga 150 meter dari bibir pantai.

Menariknya, Ketapang Aquaculture yang jadi lokasi acara PEMSEA nanti, akan diramaikan oleh chef dari 12 negara. Di sana, mereka akan demo masak dan ngajarin emak-emak di Ketapang masakan luar negeri.

“Kita mengundang Dubes dari 11 negara, lalu bawa chefnya masing-masing,” imbuh Zaki. “Om William Wongso juga akan ngajarin ibu-ibu masak sampe mereka mahir,” lanjutnya.

Nantinya, kata Zaki, makanan yang sesuai dengan lidah Indonesia akan jadi display makanan kuliner di Ketapang.

Dengan modal hutan konservasi mangrove, wisata kuliner dengan menu yang mendunia, serta pemukiman kinclong, Zaki meyakini, Ketapang layak jadi ikon presidensi G20 untuk dikunjungi. “Ini jadi highlight presidensi G20,” katanya.

Awalnya, agenda ini tidak ada kaitannya dengan G20 mendatang, tapi kemudian dipromosikan dan masuk menjadi salah satu object highlight G20 di Bali. “Dipromosikan setelah Direktur Pelaksana Bank Dunia, Mari Elka Pangestu melihat langsung penataan kawasan pesisir di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang,” ucapnya. ■

]]> Tanpa banyak suara, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar berhasil mengubah desa yang kumuh menjadi kinclong. Bahkan, desa yang kumuh itu, akan menjadi ikon pelaksanaan G20. Desa yang dimaksud itu adalah Ketapang, di Kecamatan Mauk, Tangerang.

Desa pesisir ini bakal jadi tuan rumah Forum Summit Partnerships in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) Network of Local Governments (PNLG), Oktober 2022.

Kemarin, Bang Zaki-sapaan akrab Ahmed Zaki Iskandar-main ke dapur redaksi Rakyat Merdeka. Dia tidak sendiri. Zaki didampingi jajarannya. Kehadirannya disambut Direktur Utama Rakyat Merdeka Kiki Iswara dan jajaran.

Kehadiran Zaki untuk mensosialisasikan PEMSEA Network of Local Governments (PNLG). Di mana Kabupaten Tangerang jadi tuan rumahnya dan Zaki jadi Wakil Presidennya. “Suatu kehormatan bagi Kabupaten Tangerang menjadi tuan rumah Forum PNLG 2022,” ujarnya.

Di awal paparannya, Zaki menjelaskan soal PNLG. Kata dia, ada 53 kota pesisir di 12 negara yang tergabung dalam organisasi ini. Ke-12 negara itu adalah Indonesia, Vietnam, China, Malaysia, Jepang, Rusia, Korea Selatan, Kamboja, Thailand, Myanmar, Singapura dan Taiwan.

Zaki lalu menunjukkan video Desa Ketapang dari udara yang saat ini lebih asri dan instagramable. Sambil menunjuk ke layar, dia membandingkan dengan kondisi Ketapang sebelumnya yang kumuh dan gersang.

Kini hamparan hutan mangrove di sepanjang pantai Desa Ketapang juga mulai mengijau dan rimbun. “Ini sudah 60 persen yang tumbuh. Karena ada yang rawat,” terangnya.

Membaiknya kondisi hutan mangrove Ketapang juga membuat petambak udang vaname di sekitar hutan mangrove girang bukan main. Usut punya usut, setelah mangrove tumbuh, hasil panen udang di sana naik signifikan. “Ternyata mangrove bikin kualitas air di sekitar tambak jadi bagus,” bebernya.

Selain itu, dengan adanya penanaman mangrove tersebut akan memberikan dampak positif pada lingkungan, seperti mencegah abrasi yang saat ini sudah memakan pantai lebih dari satu kilometer.

 

Zaki meyakini, jika pembangunan di kawasan itu kelar 100 persen, desa seluas 12 hektar ini, bakal menjadi destinasi wisata baru di belahan barat pesisir Tangerang. Yaitu destinasi wisata mangrove dan bahari.

“Penataan kawasan pantai oleh Pemkab Tangerang dilakukan secara lintas sektoral dan berkesinambungan. Salah satunya dengan program Gerakan Membangun Masyarakat Pantai (Gerbang Mapan) yang dimulai sejak tahun 2015,” bebernya.

Salah satu awak redaksi penasaran, bagaimana caranya Bupati Zaki menggusur pemukiman yang tidak layak huni di Ketapang, tanpa ada perlawanan warga. “Itu bagaimana caranya pak?” tanya Marula Sardi.

Zaki mengaku semuanya dilakukan secara bertahap. Tidak langsung main gusur. Namun, dibangun rumahnya dulu, setelah jadi dan tinggal di sana dan merasa betah dan lebih enak dari rumah sebelumnya, baru rumah yang tidak layak huni itu digusur.

Pemukiman kumuh itu juga direlokasi ke tempat yang tidak jauh-jauh amat. Hanya di sekitar desa itu juga. Tepatnya di Tanah Bengkok di Desa Ketapang juga. “Bertahap sih. Kita bangunkan dulu rumahnya. Yang bangun PUPR. Lalu mereka pindah. Ada 71 rumah itu,” tutur Zaki.

“Rumah yang tidak layak huni kita bongkar. Sekarang sudah 53 rumah di Tanah Bengkok. Karena sudah lihat fisik rumahnya dan lebih enak dari rumah dulu, makanya mereka mau,” kisahnya.

Pendekatan ini diambil dari pengalaman kegagalan penggusuran Kampung Dadap, yang mendapat penolakan keras warga.

Kembali ke Desa Ketapang, Zaki juga menunjukkan kapal-kapal yang mulai bisa bersandar di sungai Desa. Sementara dulu, karena pendangkalan akibat sedimentasi, kapal tidak bisa masuk, tapi harus parkir jauh hingga 150 meter dari bibir pantai.

Menariknya, Ketapang Aquaculture yang jadi lokasi acara PEMSEA nanti, akan diramaikan oleh chef dari 12 negara. Di sana, mereka akan demo masak dan ngajarin emak-emak di Ketapang masakan luar negeri.

“Kita mengundang Dubes dari 11 negara, lalu bawa chefnya masing-masing,” imbuh Zaki. “Om William Wongso juga akan ngajarin ibu-ibu masak sampe mereka mahir,” lanjutnya.

Nantinya, kata Zaki, makanan yang sesuai dengan lidah Indonesia akan jadi display makanan kuliner di Ketapang.

Dengan modal hutan konservasi mangrove, wisata kuliner dengan menu yang mendunia, serta pemukiman kinclong, Zaki meyakini, Ketapang layak jadi ikon presidensi G20 untuk dikunjungi. “Ini jadi highlight presidensi G20,” katanya.

Awalnya, agenda ini tidak ada kaitannya dengan G20 mendatang, tapi kemudian dipromosikan dan masuk menjadi salah satu object highlight G20 di Bali. “Dipromosikan setelah Direktur Pelaksana Bank Dunia, Mari Elka Pangestu melihat langsung penataan kawasan pesisir di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang,” ucapnya. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories