Jadi Selebriti Medsos Mahfud Sering Dihebohkan

Mahfud MD termasuk salah satu menteri yang rajin komentar dan memberi penjelasan tentang suatu masalah di media sosial, terutama twitter. Mahfud bisa dianggap selebriti medsos. Tak jarang, berbagai cuitannya Menko Polhukam itu, sering “dihebohkan”.

Terbaru, soal melawan ketidakadilan yang melambungkan nama Mahfud di Twitter. Seharian kemarin, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut menjadi “bintang”.

Nama Mahfud sangat popular di Twitter. Akun Twitter, @mohmahfudmd, sudah centang biru. Pria kelahiran Sampang, Madura, ini punya banyak pengikut alias followers. Dia memiliki 3,6 juta followers. Twitter. Akun Twitter,

Kebiasaan Mahfud bernarasi di Twitter sudah ada sejak sebelum masuk kabinet. Kebiasaan itu pun terbawa sampai sekarang. Kemampuan Mahfud berwacana menguntungkan pemerintah. Sebagai “tangan kanan” Jokowi, Mahfud menjadi pendekar yang paling depan membela pemerintah soal hukum dan keamanan. Ia sigap menangkis berbagai serangan melalui cuitan-cuitannya. Respons warganet luar biasa. Cuitan Mahfud selalu mendapat ratusan hingga ribuan komentar.

Namun, cuitan Mahfud juga sering berbuntut panjang dan jadi polemik. Contohnya, soal “pemerkosa dimaafkan”. Lalu, yang teranyar soal dalil salus populi suprema lex, atau keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Menurut Mahfud, secara teori, untuk menyelamatkan rakyat pemerintah boleh melanggar konstitusi. Pernyataan Mahfud ini dikoreksi Ketua MK yang juga seniornya, Prof Jimly Asshiddiqie.

Setelah bicara soal “pemerintah boleh melanggar konstitusi”, Mahfud mengajak rakyat untuk melawan ketidakadilan. Sama seperti sebelumnya, omongan Mahfud ini juga mendapat respons luar biasa dari warganet.

Pernyataan Mahfud itu disampaikan melalui keterangan tertulis kepada media. Mahfud mengingatkan agar masyarakat yang berbeda keyakinan tak saling membenci atau bertengkar satu sama lain. Semua agama pada dasarnya selalu mengajarkan kebaikan. Yang harus dilakukan adalah melawan ketidakadilan dan koruptor.

“Kita tidak perlu membenci orang lain karena perbedaan agama. Yang harus kita lawan adalah ketidakadilan. Agama apa pun setuju melawan ketidakadilan,” kata Mahfud. Menurutnya, semua penganut agama wajar jika membenci orang yang melakukan tindak pidana korupsi dan merugikan masyarakat luas.

Pernyataan Mahfud ini sebenarnya lurus-lurus saja. Namun, respons warganet terhadap omongan Mahfud ini luar biasa. Cuitan CNN Indonesia soal berita ini misalnya, mendapat 800 komentar pengguna. Sebanyak seribu lainnya membubuhkan tanda suka.

Banyak warganet mendukung pernyataan Mahfud itu. Tapi, banyak juga yang mengkritik dan menggunakannya sebagai serangan.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid ikutan mengomentari omongan Mahfud ini. “Menko Polhukam serukan masyarakat lawan ketidakadilan. Agama apa pun setuju lawan ketidakadilan. Islam agama damai bukan teror. Seruan @mohmahfudmd itu penting didengar para penegak hukum juga. Agar keadilan yang ada dalam sila ke 2 dan 5 Pancasila, benar-benar terlaksana,” kicaunya di akun @hnurwahid.

Akun @syapran_s menilai, ajakan Mahfud ini sedikit kontradiksi. Soalnya, ketidakadilan biasanya dilakukan pemilik kekuasaan. Bukan oleh rakyat.

“Pertanyaan penting adalah apakah pemerintah sudah berlaku adil? Bila belum, maka rakyat berhak menuntut itu kepada pemerintah. Pertanyaan baru, siapakah pemerintah?” ujarnya.

Ustaz muda Hilmi Firdausi ikutan nimbrung. Dia setuju dan siap dengan ajakan tersebut. Karena itu, ia mohon Mahfud memantau sidang Rizieq Shihab agar berlangsung adil. “Karena semua sama di mata hukum. Terima kasih atas seruannya ya, Pak,” ujarnya, di akun @Hilmi28. [BCG]

]]> Mahfud MD termasuk salah satu menteri yang rajin komentar dan memberi penjelasan tentang suatu masalah di media sosial, terutama twitter. Mahfud bisa dianggap selebriti medsos. Tak jarang, berbagai cuitannya Menko Polhukam itu, sering “dihebohkan”.

Terbaru, soal melawan ketidakadilan yang melambungkan nama Mahfud di Twitter. Seharian kemarin, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut menjadi “bintang”.

Nama Mahfud sangat popular di Twitter. Akun Twitter, @mohmahfudmd, sudah centang biru. Pria kelahiran Sampang, Madura, ini punya banyak pengikut alias followers. Dia memiliki 3,6 juta followers. Twitter. Akun Twitter,

Kebiasaan Mahfud bernarasi di Twitter sudah ada sejak sebelum masuk kabinet. Kebiasaan itu pun terbawa sampai sekarang. Kemampuan Mahfud berwacana menguntungkan pemerintah. Sebagai “tangan kanan” Jokowi, Mahfud menjadi pendekar yang paling depan membela pemerintah soal hukum dan keamanan. Ia sigap menangkis berbagai serangan melalui cuitan-cuitannya. Respons warganet luar biasa. Cuitan Mahfud selalu mendapat ratusan hingga ribuan komentar.

Namun, cuitan Mahfud juga sering berbuntut panjang dan jadi polemik. Contohnya, soal “pemerkosa dimaafkan”. Lalu, yang teranyar soal dalil salus populi suprema lex, atau keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Menurut Mahfud, secara teori, untuk menyelamatkan rakyat pemerintah boleh melanggar konstitusi. Pernyataan Mahfud ini dikoreksi Ketua MK yang juga seniornya, Prof Jimly Asshiddiqie.

Setelah bicara soal “pemerintah boleh melanggar konstitusi”, Mahfud mengajak rakyat untuk melawan ketidakadilan. Sama seperti sebelumnya, omongan Mahfud ini juga mendapat respons luar biasa dari warganet.

Pernyataan Mahfud itu disampaikan melalui keterangan tertulis kepada media. Mahfud mengingatkan agar masyarakat yang berbeda keyakinan tak saling membenci atau bertengkar satu sama lain. Semua agama pada dasarnya selalu mengajarkan kebaikan. Yang harus dilakukan adalah melawan ketidakadilan dan koruptor.

“Kita tidak perlu membenci orang lain karena perbedaan agama. Yang harus kita lawan adalah ketidakadilan. Agama apa pun setuju melawan ketidakadilan,” kata Mahfud. Menurutnya, semua penganut agama wajar jika membenci orang yang melakukan tindak pidana korupsi dan merugikan masyarakat luas.

Pernyataan Mahfud ini sebenarnya lurus-lurus saja. Namun, respons warganet terhadap omongan Mahfud ini luar biasa. Cuitan CNN Indonesia soal berita ini misalnya, mendapat 800 komentar pengguna. Sebanyak seribu lainnya membubuhkan tanda suka.

Banyak warganet mendukung pernyataan Mahfud itu. Tapi, banyak juga yang mengkritik dan menggunakannya sebagai serangan.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid ikutan mengomentari omongan Mahfud ini. “Menko Polhukam serukan masyarakat lawan ketidakadilan. Agama apa pun setuju lawan ketidakadilan. Islam agama damai bukan teror. Seruan @mohmahfudmd itu penting didengar para penegak hukum juga. Agar keadilan yang ada dalam sila ke 2 dan 5 Pancasila, benar-benar terlaksana,” kicaunya di akun @hnurwahid.

Akun @syapran_s menilai, ajakan Mahfud ini sedikit kontradiksi. Soalnya, ketidakadilan biasanya dilakukan pemilik kekuasaan. Bukan oleh rakyat.

“Pertanyaan penting adalah apakah pemerintah sudah berlaku adil? Bila belum, maka rakyat berhak menuntut itu kepada pemerintah. Pertanyaan baru, siapakah pemerintah?” ujarnya.

Ustaz muda Hilmi Firdausi ikutan nimbrung. Dia setuju dan siap dengan ajakan tersebut. Karena itu, ia mohon Mahfud memantau sidang Rizieq Shihab agar berlangsung adil. “Karena semua sama di mata hukum. Terima kasih atas seruannya ya, Pak,” ujarnya, di akun @Hilmi28. [BCG]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories