Jadi Menristek Terakhir, Bambang Brodjonegoro Sedih

Pemerintah memutuskan menggabungkan Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Bambang Brodjonegoro, yang menjabat Menristek/Kepala BRIN terakhir, mengaku sedih. 

“Secara pribadi saya juga merasa tidak enak ya, apa ya, merasa sedih. Karena ya boleh dibilang saya jadi Menristek terakhir, karena risteknya tidak lagi sebagai kementerian yang berdiri sendiri ya seperti dulu,” ujar Bambang dalam diskusi virtual bertajuk “Membangun Ekosistem Riset dan Inovasi”, Minggu (11/4). “Ya unfortunately, itu keputusan yang sudah diambil,” imbuhnya.

Dia mengaku belum mengetahui detil format BRIN ke depan. Bambang juga belum tahu nasib Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) berbasis riset, seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN).

“Saya juga susah menebak. Tentunya kita masih harus menunggu bagaimana nantinya perkembangannya,” ungkapnya.

Sebelumnya, DPR menyetujui penggabungan dua kementerian itu pada rapat Paripurna DPR penutupan masa sidang IV tahun 2020-2021 yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (9/4).

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco yang memimpin rapat Paripurna mengungkapkan, keputusan pemberian persetujuan terhadap rencana pemerintah menggabungkan Kemenristek ke Kemendikbud dan membentuk Kementerian Investasi diberikan setelah pihaknya menerima Surat Presiden Nomor R-14/Pres/03/2021 perihal Pertimbangan Pengubahan Kementerian.

Surat itu kemudian dibahas dalam Rapat Konsultasi pengganti Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR pada Kamis (8/4).

Usai mendengarnya, Bambang Brodjonegoro, pamit. Ketika meresmikan Science Techno Park Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan, Bambang mengatakan kegiatannya hari itu merupakan kunjungan kerjanya yang terakhir sebagai Menristek.

“Kunjungan daerah pertama saya sebagai Menristek itu adalah ke Unhas, kunjungan daerah maksudnya. Dan hari ini mungkin akan kunjungan saya terakhir ke daerah sebagai Menristek,” ujar Bambang saat meresmikan Science Techno Park Universitas Hasanuddin, Jumat (9/4).

Bambang menjabat sebagai Menristek/Kepala BRIN sejak 20 Oktober 2019. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas sejak 27 Juli 2016 sampai 20 Oktober 2019. Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan periode 27 Oktober 2014-27 Juli 2016. Dengan demikian, Bambang sudah mencicipi tiga posisi menteri selama pemerintahan Jokowi. [OKT]

]]> Pemerintah memutuskan menggabungkan Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Bambang Brodjonegoro, yang menjabat Menristek/Kepala BRIN terakhir, mengaku sedih. 

“Secara pribadi saya juga merasa tidak enak ya, apa ya, merasa sedih. Karena ya boleh dibilang saya jadi Menristek terakhir, karena risteknya tidak lagi sebagai kementerian yang berdiri sendiri ya seperti dulu,” ujar Bambang dalam diskusi virtual bertajuk “Membangun Ekosistem Riset dan Inovasi”, Minggu (11/4). “Ya unfortunately, itu keputusan yang sudah diambil,” imbuhnya.

Dia mengaku belum mengetahui detil format BRIN ke depan. Bambang juga belum tahu nasib Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) berbasis riset, seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN).

“Saya juga susah menebak. Tentunya kita masih harus menunggu bagaimana nantinya perkembangannya,” ungkapnya.

Sebelumnya, DPR menyetujui penggabungan dua kementerian itu pada rapat Paripurna DPR penutupan masa sidang IV tahun 2020-2021 yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (9/4).

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco yang memimpin rapat Paripurna mengungkapkan, keputusan pemberian persetujuan terhadap rencana pemerintah menggabungkan Kemenristek ke Kemendikbud dan membentuk Kementerian Investasi diberikan setelah pihaknya menerima Surat Presiden Nomor R-14/Pres/03/2021 perihal Pertimbangan Pengubahan Kementerian.

Surat itu kemudian dibahas dalam Rapat Konsultasi pengganti Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR pada Kamis (8/4).

Usai mendengarnya, Bambang Brodjonegoro, pamit. Ketika meresmikan Science Techno Park Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan, Bambang mengatakan kegiatannya hari itu merupakan kunjungan kerjanya yang terakhir sebagai Menristek.

“Kunjungan daerah pertama saya sebagai Menristek itu adalah ke Unhas, kunjungan daerah maksudnya. Dan hari ini mungkin akan kunjungan saya terakhir ke daerah sebagai Menristek,” ujar Bambang saat meresmikan Science Techno Park Universitas Hasanuddin, Jumat (9/4).

Bambang menjabat sebagai Menristek/Kepala BRIN sejak 20 Oktober 2019. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas sejak 27 Juli 2016 sampai 20 Oktober 2019. Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan periode 27 Oktober 2014-27 Juli 2016. Dengan demikian, Bambang sudah mencicipi tiga posisi menteri selama pemerintahan Jokowi. [OKT]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories