Jadi Dirut BPJS Kesehatan, Ini Target Ali Ghufron Mukti

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyatakan, jajarannya akan fokus meningkatkan kualitas layanan dan menjaga keberlangsungan program jaminan kesehatan nasional atau JKN.

“Keseluruhan customer journey akan kami tingkatkan dengan inovasi teknologi, interface sistem informasi, sehingga antrean (peserta) tidak lagi enam jam dan bisa lebih cepat,” ujar Ali Ghufron usai dilantik, di Istana Negara Jakarta, Senin (22/2).

Isu lainnya yang menjadi perhatian Ali adalah aspek kepesertaan. Dia berharap, ada rasa kepemilikan dan keterlibatan dari semua pihak terhadap JKN, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi terkait, pemerhati jaminan sosial, hingga perguruan tinggi.

“Kita ingin memiliki rasa engagement, keterlibatan semua pihak untuk bersama-sama memiliki BPJS atau Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat atau JKN/KIS,” tuturnya.

Mantan Wakil Menteri Kesehatan itu juga menyampaikan terima kasih atas kerja para pengurus BPJS Kesehatan sebelumnya karena dapat meningkatkan utilization rate secara tajam.

Target berikut yang dicanangkan Ali Ghufron adalah meningkatkan keberlangsungan pendanaan BPJS Kesehatan. Seperti diketahui, BPJS Kesehatan terus menghadapi persoalan defisit akut yang akhirnya menemui titik terang pada penghujung 2020.

Ada surplus sekitar Rp 18 triliun, tetapi juga pada saat yang sama sebetulnya dari sisi laporan net, aset BPJS Kesehatan masih defisit sekitar Rp 7 triliun. “Oleh karena itu akan kami tingkatkan kelolaan yang lebih baik,” tegas Ali. [OKT]

]]> Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyatakan, jajarannya akan fokus meningkatkan kualitas layanan dan menjaga keberlangsungan program jaminan kesehatan nasional atau JKN.

“Keseluruhan customer journey akan kami tingkatkan dengan inovasi teknologi, interface sistem informasi, sehingga antrean (peserta) tidak lagi enam jam dan bisa lebih cepat,” ujar Ali Ghufron usai dilantik, di Istana Negara Jakarta, Senin (22/2).

Isu lainnya yang menjadi perhatian Ali adalah aspek kepesertaan. Dia berharap, ada rasa kepemilikan dan keterlibatan dari semua pihak terhadap JKN, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi terkait, pemerhati jaminan sosial, hingga perguruan tinggi.

“Kita ingin memiliki rasa engagement, keterlibatan semua pihak untuk bersama-sama memiliki BPJS atau Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat atau JKN/KIS,” tuturnya.

Mantan Wakil Menteri Kesehatan itu juga menyampaikan terima kasih atas kerja para pengurus BPJS Kesehatan sebelumnya karena dapat meningkatkan utilization rate secara tajam.

Target berikut yang dicanangkan Ali Ghufron adalah meningkatkan keberlangsungan pendanaan BPJS Kesehatan. Seperti diketahui, BPJS Kesehatan terus menghadapi persoalan defisit akut yang akhirnya menemui titik terang pada penghujung 2020.

Ada surplus sekitar Rp 18 triliun, tetapi juga pada saat yang sama sebetulnya dari sisi laporan net, aset BPJS Kesehatan masih defisit sekitar Rp 7 triliun. “Oleh karena itu akan kami tingkatkan kelolaan yang lebih baik,” tegas Ali. [OKT]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories