Jabar Juga Banjir Parah Emil Untung Tak Digebukin

Musibah banjir tak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga Jawa Barat (Jabar). Bahkan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jabar, lebih parah dari Jakarta dengan waktu surut yang lebih lama. Untungnya, nasib Gubernur Jabar, Ridwan Kamil tak seperti Anies Baswedan yang “digebukin” gara-gara banjir di wilayahnya.

Tercatat sejumlah wilayah di Jabar diterjang banjir dengan ketinggian air bervariasi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Minggu (21/2), banjir terjadi di Subang, Karawang, Cirebon, Bekasi, Bogor hingga Depok.

Di Subang, banjir melanda 18 kecamatan dengan total 1.231 rumah dan 16.659 kepala keluarga terdampak. Dua orang di antaranya meninggal dunia, yakni Muhamad Aripin (32) dan Ali Purnama Aldi (14).

Di Karawang, banjir berdampak pada 9 kecamatan dengan total 315 rumah. Sebanyak 1,361 jiwa terdampak. Warga yang mengungsi mencapai 315 jiwa. Banjir juga mengharuskan sejumlah pasien di Rumah Sakit Islam Karawang dievakuasi.

Di Cirebon, banjir melanda tiga kecamatan. Sementara di Kabupaten Bogor, banjir berdampak pada dua kecamatan dengan total 456 KK.

Bekasi yang lebih dekat dengan Jakarta, juga ikut merasakan banjir. Untuk di kabupaten, banjir berdampak pada 19 kecamatan dengan total keluarga terdampak 25.175 KK. Sedangkan di Kota Bekasi, banjir berdampak pada 11 kecamatan dengan total warga terdampak 1.459 KK. Dengan 1 korban tewas bernama Dimas Damar Bintang (14), warga Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu. Korban tewas akibat tenggelam. Satu korban lainnya adalah Yoga (17), warga Kranji.

Sebelumnya, banjir parah juga terjadi di wilayah Indramayu. Banjir melanda 21 kecamatan dengan ribuan rumah terendam.

Menanggapi hal ini, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil meminta bupati dan wali kota terus bersiaga satu dalam menghadapi musim bencana yang diprediksi akan terus terjadi sampai akhir bulan. Di samping melakukan tanggap darurat, Pemprov Jabar dan pemerintah pusat berupaya meminimalisasi bencana hidrometeorologi.

“Kita sedang musim bencana. Sampai akhir bulan, curah hujan masih sangat tinggi. Saya titip kepada bupati dan wali kota untuk siaga satu, terutama daerah tengah ke utara, yang sifatnya banjir dan tengah ke selatan yang sifatnya rata-rata longsor oleh air,” pesan pria yang akrab disapa Kang Emil ini, di Naringgul, Cianjur, Minggu (21/2).

Katanya, saat ini sejumlah proyek telah rampung untuk mengurangi potensi banjir, seperti Sodetan Cisangkuy. Aliran Sungai Cisangkuy ke Citarum yang tadinya lewat ke perumahan, sekarang dibelokkan tidak melalui permukiman.

Ada juga yang masih proses pembangunan. Contohnya, Bendungan Sadawarna di Subang saat ini progresnya 50 persen. Padahal, cetus Emil, jika bendungan itu rampung tahun ini, banjir di Subang dan Karawang bisa dikurangi. Kemudian di kali Bekasi. Ada 7 proyek yang sedang disiapkan, 4 proyek masuk tahap konstruksi, dan 3 lainnya masih dalam pembebasan lahan.

Di dunia maya, netizen heran beda perlakuan yang diterima Kang Emil dengan Anies Baswedan. Meskipun wilayahnya sama-sama banjir, netizen heran kenapa Kang Emil tidak ikut diserang seperti Anies.

“Banjir Bekasi nggak ada yang kritik Ridwan Kamil?” tanya akun @Ratnadewanti. “Warga Bekasi emang santuuy… sangat pengertian sama musibah… mungkin juga karena menjaga hati Pak Walkot dan Pak Gub, jangan sampe baper… baek beneerr maah orang Bekasi,” timpal akun @RnYf2011.

“Bandung banjir. Kami nggak pernah nyalahin Ridwan Kamil atau pun gubernur sebelumnya. Apalagi banjirnya emang rutin tiap tahun. Itu karena kami warga asli bukan buzzerrp yang keluar kandang saat banjir doang untuk nyerang seseorang,” kata akun @StefhanieQueen. “Kang Emil tidak laku untuk dikritik. Beda jauh sama Bang Anies Baswedan,” cuit @desnitanjung002. [MEN]

]]> Musibah banjir tak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga Jawa Barat (Jabar). Bahkan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jabar, lebih parah dari Jakarta dengan waktu surut yang lebih lama. Untungnya, nasib Gubernur Jabar, Ridwan Kamil tak seperti Anies Baswedan yang “digebukin” gara-gara banjir di wilayahnya.

Tercatat sejumlah wilayah di Jabar diterjang banjir dengan ketinggian air bervariasi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Minggu (21/2), banjir terjadi di Subang, Karawang, Cirebon, Bekasi, Bogor hingga Depok.

Di Subang, banjir melanda 18 kecamatan dengan total 1.231 rumah dan 16.659 kepala keluarga terdampak. Dua orang di antaranya meninggal dunia, yakni Muhamad Aripin (32) dan Ali Purnama Aldi (14).

Di Karawang, banjir berdampak pada 9 kecamatan dengan total 315 rumah. Sebanyak 1,361 jiwa terdampak. Warga yang mengungsi mencapai 315 jiwa. Banjir juga mengharuskan sejumlah pasien di Rumah Sakit Islam Karawang dievakuasi.

Di Cirebon, banjir melanda tiga kecamatan. Sementara di Kabupaten Bogor, banjir berdampak pada dua kecamatan dengan total 456 KK.

Bekasi yang lebih dekat dengan Jakarta, juga ikut merasakan banjir. Untuk di kabupaten, banjir berdampak pada 19 kecamatan dengan total keluarga terdampak 25.175 KK. Sedangkan di Kota Bekasi, banjir berdampak pada 11 kecamatan dengan total warga terdampak 1.459 KK. Dengan 1 korban tewas bernama Dimas Damar Bintang (14), warga Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu. Korban tewas akibat tenggelam. Satu korban lainnya adalah Yoga (17), warga Kranji.

Sebelumnya, banjir parah juga terjadi di wilayah Indramayu. Banjir melanda 21 kecamatan dengan ribuan rumah terendam.

Menanggapi hal ini, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil meminta bupati dan wali kota terus bersiaga satu dalam menghadapi musim bencana yang diprediksi akan terus terjadi sampai akhir bulan. Di samping melakukan tanggap darurat, Pemprov Jabar dan pemerintah pusat berupaya meminimalisasi bencana hidrometeorologi.

“Kita sedang musim bencana. Sampai akhir bulan, curah hujan masih sangat tinggi. Saya titip kepada bupati dan wali kota untuk siaga satu, terutama daerah tengah ke utara, yang sifatnya banjir dan tengah ke selatan yang sifatnya rata-rata longsor oleh air,” pesan pria yang akrab disapa Kang Emil ini, di Naringgul, Cianjur, Minggu (21/2).

Katanya, saat ini sejumlah proyek telah rampung untuk mengurangi potensi banjir, seperti Sodetan Cisangkuy. Aliran Sungai Cisangkuy ke Citarum yang tadinya lewat ke perumahan, sekarang dibelokkan tidak melalui permukiman.

Ada juga yang masih proses pembangunan. Contohnya, Bendungan Sadawarna di Subang saat ini progresnya 50 persen. Padahal, cetus Emil, jika bendungan itu rampung tahun ini, banjir di Subang dan Karawang bisa dikurangi. Kemudian di kali Bekasi. Ada 7 proyek yang sedang disiapkan, 4 proyek masuk tahap konstruksi, dan 3 lainnya masih dalam pembebasan lahan.

Di dunia maya, netizen heran beda perlakuan yang diterima Kang Emil dengan Anies Baswedan. Meskipun wilayahnya sama-sama banjir, netizen heran kenapa Kang Emil tidak ikut diserang seperti Anies.

“Banjir Bekasi nggak ada yang kritik Ridwan Kamil?” tanya akun @Ratnadewanti. “Warga Bekasi emang santuuy… sangat pengertian sama musibah… mungkin juga karena menjaga hati Pak Walkot dan Pak Gub, jangan sampe baper… baek beneerr maah orang Bekasi,” timpal akun @RnYf2011.

“Bandung banjir. Kami nggak pernah nyalahin Ridwan Kamil atau pun gubernur sebelumnya. Apalagi banjirnya emang rutin tiap tahun. Itu karena kami warga asli bukan buzzerrp yang keluar kandang saat banjir doang untuk nyerang seseorang,” kata akun @StefhanieQueen. “Kang Emil tidak laku untuk dikritik. Beda jauh sama Bang Anies Baswedan,” cuit @desnitanjung002. [MEN]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories