Isoman Bisa Bantu Turunkan Angka Kematian, Asal Lakukan Dengan Benar

Orang positif Covid-19 tanpa gejala dapat melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah atau fasilitas yang disediakan Pemerintah. Namun, pelaksanaannya harus sesuai dengan panduan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Imbauan ini disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro. Dia bilang, isolasi mandiri bisa membantu meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian.

“Karena waktu, energi dan pikiran tim medis akan lebih fokus merawat pasien yang lebih sedikit. Dan rasio penyembuhan akan lebih baik,” ujar Reisa dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, kemarin.

Meski begitu, isolasi mandiri tak boleh sembarangan. Pelaksanaannya, mesti sesuai dengan panduan yang ditetapkan Kemenkes.

Keputusan untuk isolasi mandiri harus dikonsultasikan dengan dokter. Kemudian, secara berkala pasien harus dipantau oleh tenaga kesehatan, baik melalui telepon maupun kunjungan langsung dokter atau petugas Puskesmas.

Isolasi mandiri pun bukan tanpa obat. Mesti ada obat dan suplemen yang dikonsumsi selama menjalaninya. Nah, obat dan suplemen itu harus dikonsultasikan dengan dokter.

“Agar jangan sampai salah mengonsumsi obat-obatan atau suplemen,” imbuh dokter lulusan Universitas Pelita Harapan (UPH) itu.

Setelah melewati masa isolasi, pasien disarankan untuk kontrol ke dokter, Puskesmas atau klinik terdekat.

“Sekali lagi saya tekankan, selalu konsultasikan dan periksakan diri ke fasilitas kesehatan yang tersedia dan pastikan kita dapat tips kesehatan dari sumber yang benar dan tervalidasi,” pinta Reisa.

Meski isolasi mandiri punya peran, tapi Reisa mengingatkan, cara terbaik menurunkan angka kematian adalah mencegah penularan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak). [DIR]

]]> Orang positif Covid-19 tanpa gejala dapat melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah atau fasilitas yang disediakan Pemerintah. Namun, pelaksanaannya harus sesuai dengan panduan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Imbauan ini disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro. Dia bilang, isolasi mandiri bisa membantu meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian.

“Karena waktu, energi dan pikiran tim medis akan lebih fokus merawat pasien yang lebih sedikit. Dan rasio penyembuhan akan lebih baik,” ujar Reisa dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, kemarin.

Meski begitu, isolasi mandiri tak boleh sembarangan. Pelaksanaannya, mesti sesuai dengan panduan yang ditetapkan Kemenkes.

Keputusan untuk isolasi mandiri harus dikonsultasikan dengan dokter. Kemudian, secara berkala pasien harus dipantau oleh tenaga kesehatan, baik melalui telepon maupun kunjungan langsung dokter atau petugas Puskesmas.

Isolasi mandiri pun bukan tanpa obat. Mesti ada obat dan suplemen yang dikonsumsi selama menjalaninya. Nah, obat dan suplemen itu harus dikonsultasikan dengan dokter.

“Agar jangan sampai salah mengonsumsi obat-obatan atau suplemen,” imbuh dokter lulusan Universitas Pelita Harapan (UPH) itu.

Setelah melewati masa isolasi, pasien disarankan untuk kontrol ke dokter, Puskesmas atau klinik terdekat.

“Sekali lagi saya tekankan, selalu konsultasikan dan periksakan diri ke fasilitas kesehatan yang tersedia dan pastikan kita dapat tips kesehatan dari sumber yang benar dan tervalidasi,” pinta Reisa.

Meski isolasi mandiri punya peran, tapi Reisa mengingatkan, cara terbaik menurunkan angka kematian adalah mencegah penularan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak). [DIR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories