Investor Yang Mati Suri Perlu Dirangkul .

Anggota Komisi VI DPR Nasril Bahar mengatakan, sektor industri sudah mengalami kemajuan signifikan dibandingkan tahun 2020.

“Kami di Komisi VI mengapresiasi langkah pemerintah mengeluarkan berbagai stimulus untuk menggerakkan kembali perindustrian, sehingga PMI manufaktur Indonesia bisa kembali meningkat,” kata Nasril kepada Rakyat Merdeka.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini melanjutkan, berbagai stimulus yang diluncurkan pemerintah sejak pertengahan tahun 2020, sukses menjadi starter sebagian besar industri yang akibat pandemi Covid-19 sudah mulai mematikan mesin. Nasril pun berharap, stimulus yang diluncurkan bisa lebih tepat guna dan menjangkau seluruh lapisan industri, mulai dari industri mikro, kecil hingga industri besar.

“Saat ini, terlihat kalau pemerintah lebih fokus ke industri mikro dan industri besar saja. Harusnya, yang menengah juga dapat perhatian lebih, perbanyak stimulusnya, karena ini akan signifikan mendorong perekonomian,” ucap Nasril.

Selain industri, kata dia, pemerintah juga harus memperhatikan investor yang sudah menanamkan modalnya di Indonesia sebelum pandemi Covid-19 terjadi. “Banyak dari mereka yang saat ini mati suri karena sektor usahanya terdampak pandemi. Investor-investor ini harus dirangkul dan dicarikan jalan keluar,” sarannya.

Ini penting dilakukan agar industri yang mereka kelola bisa kembali hidup, sehingga mampu meningkatkan investasi di dalam negeri. Jangan hanya fokus ke investor baru. Yang sudah ada juga harus diperhatikan. Kalau bisnis mereka kembali maju, jadi keuntungan bagi kita juga. Investasinya meningkat, dan lebih banyak membuka lapangan kerja yang saat ini sangat dibutuhkan untuk menggerakkan perekonomian.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, PMI Manufaktur yang mengalami fase ekspansi dalam enam bulan berturut-turut, menguatkan optimisme pemerintah kalau pemulihan ekonomi makin bergerak ke arah yang lebih baik. Hal ini juga tergambar dalam outlook pertumbuhan ekonomi 2021, dan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2022 dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) yang disiapkan pemerintah.

Dari proyeksi tersebut, Sri Mulyani menekankan, pemerintah memandang outlook pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5-5,3 persen di tahun 2021. Dan proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,2-5,8 di tahun 2022 bisa direalisasikan.

Menurutnya, angka ini telah mencerminkan optimisme arah pemulihan ekonomi, juga potensi akselerasi pertumbuhan ekonomi dari reformasi struktural. Namun, rentang angka proyeksi tersebut, juga secara realistis mencerminkan risiko ketidakpastian yang masih tinggi. [NOV]
]]> .
Anggota Komisi VI DPR Nasril Bahar mengatakan, sektor industri sudah mengalami kemajuan signifikan dibandingkan tahun 2020.
“Kami di Komisi VI mengapresiasi langkah pemerintah mengeluarkan berbagai stimulus untuk menggerakkan kembali perindustrian, sehingga PMI manufaktur Indonesia bisa kembali meningkat,” kata Nasril kepada Rakyat Merdeka.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini melanjutkan, berbagai stimulus yang diluncurkan pemerintah sejak pertengahan tahun 2020, sukses menjadi starter sebagian besar industri yang akibat pandemi Covid-19 sudah mulai mematikan mesin. Nasril pun berharap, stimulus yang diluncurkan bisa lebih tepat guna dan menjangkau seluruh lapisan industri, mulai dari industri mikro, kecil hingga industri besar.
“Saat ini, terlihat kalau pemerintah lebih fokus ke industri mikro dan industri besar saja. Harusnya, yang menengah juga dapat perhatian lebih, perbanyak stimulusnya, karena ini akan signifikan mendorong perekonomian,” ucap Nasril.
Selain industri, kata dia, pemerintah juga harus memperhatikan investor yang sudah menanamkan modalnya di Indonesia sebelum pandemi Covid-19 terjadi. “Banyak dari mereka yang saat ini mati suri karena sektor usahanya terdampak pandemi. Investor-investor ini harus dirangkul dan dicarikan jalan keluar,” sarannya.
Ini penting dilakukan agar industri yang mereka kelola bisa kembali hidup, sehingga mampu meningkatkan investasi di dalam negeri. Jangan hanya fokus ke investor baru. Yang sudah ada juga harus diperhatikan. Kalau bisnis mereka kembali maju, jadi keuntungan bagi kita juga. Investasinya meningkat, dan lebih banyak membuka lapangan kerja yang saat ini sangat dibutuhkan untuk menggerakkan perekonomian.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, PMI Manufaktur yang mengalami fase ekspansi dalam enam bulan berturut-turut, menguatkan optimisme pemerintah kalau pemulihan ekonomi makin bergerak ke arah yang lebih baik. Hal ini juga tergambar dalam outlook pertumbuhan ekonomi 2021, dan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2022 dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) yang disiapkan pemerintah.
Dari proyeksi tersebut, Sri Mulyani menekankan, pemerintah memandang outlook pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5-5,3 persen di tahun 2021. Dan proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,2-5,8 di tahun 2022 bisa direalisasikan.
Menurutnya, angka ini telah mencerminkan optimisme arah pemulihan ekonomi, juga potensi akselerasi pertumbuhan ekonomi dari reformasi struktural. Namun, rentang angka proyeksi tersebut, juga secara realistis mencerminkan risiko ketidakpastian yang masih tinggi. [NOV]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories