Innalillahi, Hakim Paling Ditakuti Koruptor, Artidjo Alkostar Wafat .

Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar yang juga menjadi Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) wafat siang tadi sekitar pukul 14.00.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD lewat cuitan di akun Twitternya @mohmahfudmd.

“Kita ditinggalkan lagi oleh seorang tokoh penegak hukum yang penuh integritras. Mantan hakim agung Artidjo Alkostar yamg kini menjabat sebagai salah seorang anggota Dewan Pengawas KPK telah wafat siang ini Minggu (28/2). Inna lillah wainna ilaihi raji’un. Allahumma ighfir lahu,” kicaunya.

Kepergian hakim yang paling ditakuti para koruptor kelahiran Situbondo, Jawa Timur, 22 Mei 1948 ini membawa kesedihan. Wafatnya pengajar ilmu hukum di sejumlah universitas dan hakim berintegritas ini didoakan oleh siswa-siswanya dan  netizen.

“Selamat jalan Pak Artidjo Alkostar. Husnul khotimah,” kicau muchlashamidy disambut tweeps lainnya. “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah menghadap Allah SWT, Bpk Dr. Artidjo Alkostar, Ex Hakim Agung yang dikenal tegas berintegritas. Sosok guru yang tak hanya mengajar teori & praktik hukum, tapi teladankan bagaimana akhlaq penegak hukum. Semoga Bpk Husnul khotimah bersama para sholihin,” tulis @afifhasbullah.

Sekadar mengingatkan Artidjo mulai dikenal publik setelah memperberat vonis Angelina Sondakh dari 4 tahun penjara menjadi 12 tahun. Sejak saat itu, Artidjo memberikan vonis memberatkan kepada para koruptor.

Artidjo juga pernah memperberat hukuman OC Kaligis, penyuap Mantan Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan, Sumatera Utara Tripeni. Hukuman pengacara kondang itu diperberat dari tujuh tahun menjadi 10 tahun dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain itu, dia pernah menolak kasasi yang diajukan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Artidjo memperberat hukuman terhadap Anas menjadi 14 tahun serta denda Rp 5 miliar subsider satu tahun empat bulan kurungan. Artidjo juga tercatat pernah memperberat hukuman Lutfi Hasan Ishaq dari 16 tahun menjadi 18 tahun penjara.

Masih banyak putusan Artidjo lainnya yang dianggap berani, progresif, dan kontroversial. [FAQ]

]]> .
Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar yang juga menjadi Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) wafat siang tadi sekitar pukul 14.00.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD lewat cuitan di akun Twitternya @mohmahfudmd.

“Kita ditinggalkan lagi oleh seorang tokoh penegak hukum yang penuh integritras. Mantan hakim agung Artidjo Alkostar yamg kini menjabat sebagai salah seorang anggota Dewan Pengawas KPK telah wafat siang ini Minggu (28/2). Inna lillah wainna ilaihi raji’un. Allahumma ighfir lahu,” kicaunya.

Kepergian hakim yang paling ditakuti para koruptor kelahiran Situbondo, Jawa Timur, 22 Mei 1948 ini membawa kesedihan. Wafatnya pengajar ilmu hukum di sejumlah universitas dan hakim berintegritas ini didoakan oleh siswa-siswanya dan  netizen.

“Selamat jalan Pak Artidjo Alkostar. Husnul khotimah,” kicau muchlashamidy disambut tweeps lainnya. “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah menghadap Allah SWT, Bpk Dr. Artidjo Alkostar, Ex Hakim Agung yang dikenal tegas berintegritas. Sosok guru yang tak hanya mengajar teori & praktik hukum, tapi teladankan bagaimana akhlaq penegak hukum. Semoga Bpk Husnul khotimah bersama para sholihin,” tulis @afifhasbullah.

Sekadar mengingatkan Artidjo mulai dikenal publik setelah memperberat vonis Angelina Sondakh dari 4 tahun penjara menjadi 12 tahun. Sejak saat itu, Artidjo memberikan vonis memberatkan kepada para koruptor.

Artidjo juga pernah memperberat hukuman OC Kaligis, penyuap Mantan Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan, Sumatera Utara Tripeni. Hukuman pengacara kondang itu diperberat dari tujuh tahun menjadi 10 tahun dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain itu, dia pernah menolak kasasi yang diajukan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Artidjo memperberat hukuman terhadap Anas menjadi 14 tahun serta denda Rp 5 miliar subsider satu tahun empat bulan kurungan. Artidjo juga tercatat pernah memperberat hukuman Lutfi Hasan Ishaq dari 16 tahun menjadi 18 tahun penjara.

Masih banyak putusan Artidjo lainnya yang dianggap berani, progresif, dan kontroversial. [FAQ]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories