Ini Tips Pertamina Lubricants Waspadai Pelumas Palsu

PT Pertamina Lubricants (PTPL), anak perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading Pertamina berkomitmen untuk menghadirkan produk pelumas dengan kualitas tinggi sesuai dengan standar pabrikan mesin dunia, baik untuk segmen otomotif maupun industri.

Direktur Utama PTPL Werry Prayogi mengatakan, sudah merupakan tanggung jawab kami untuk memberikan produk terbaik untuk konsumen dan masyarakat.

“Dengan banyaknya peredaran pelumas palsu belakangan ini, kami mendukung penuh berbagai upaya yang dilakukan oleh instansi penegak hukum untuk menangani kasus-kasus pemalsuan pelumas yang beredar di tengah masyarakat,” ujar Direktur Utama PTPL Werry Prayogi, dalam keterangannya, Selasa (7/6).

Menurutnya kerugian dengan adanya pelumas palsu bukan hanya dirasakan oleh konsumen, namun juga negara dan masyarakat secara keseluruhan.

Technical Specialist PTPL Nurudin memberikan gambaran umum terkait bahaya dan dampak penggunaan pelumas palsu. “Secara jangka pendek, penggunaan pelumas palsu dapat menurunkan performa mesin karena efek pelumasan komponen mesin yang kurang baik,” ujarnya.

 

Menurutnya secara jangka panjang, penggunaan pelumas palsu akan membuat mesin tidak reliabel, umur mesin tidak dapat mencapai ekspektasi sesuai umur desainnya dan pada saat jadwal maintenance mungkin lebih banyak parts yang harus diganti.

“Semua juga bergantung pada kadar kepalsuan pelumasnya,” tuturnya.

Nurudin menambahkan pada beberapa kasus pelumas palsu tanpa additive detergent / dispersant (tanpa TBN) untuk mesin diesel, dapat langsung merusak mesin.

“Kami sudah mengantongi sertifikasi SNI untuk berbagai varian produk pelumas di segmen otomotif dan industri,” ujar Werry.

Dengan semakin banyaknya pelumas bersertifikat SNI maka perlindungan konsumen semakin terjamin juga karena mutu pelumas yang beredar bisa lebih terkontrol dan pelumas palsu atau pelumas berkualitas rendah dapat semakin ditekan jumlahnya.

“Selain itu kontrol kualitas pelumas juga semakin baik juga sebagai jaminan bagi produsen untuk berinvestasi karena persaingan yang sehat,”:ujar Werry.

Pelumas Pertamina ditunjang dengan sumber daya baik human capital, technology, knowledge, financial, production facility dan R&D yang andal, produk Pelumas Pertamina telah mendapatkan pengakuan dari dunia internasional baik berupa Approval dari badan-badan uji pelumas International seperti API, ACEA, JASO, dari Original Engine Manufacturer (OEM).

Begini caranya membedakan pelumas asli dan palsu khususnya pada kemasan produk pelumas Pertamina:

1. QR Code di stiker label – setiap produk memiliki masing-masing kode unik yang berbeda terdiri dari 9 karakter berupa huruf dan angka, di inject langsung dari mesin printer pada saat proses Produksi stiker label.

2. Tutup botol – Pada bagian atas tutup botol tampak hologram original halus dengan karakter titik (dot) dibaca dengan kemiringan 45 derajat.

3. Tutup dan Leher botol – terdapat 8 digit nomor batch dengan posisi lurus tegak dan sejajar.

4. Tampilan botol dengan teknologi triple layer – yaitu saat tutup botol dibuka, tampilan warna botol bagian dalam berbeda dengan bagian luar.

“PTPL terus menghimbau agar seluruh masyarakat untuk membeli pelumas Pertamina dari bengkel langganan terpercaya/kendaraan resmi, atau dari outlet resmi Pertamina Lubricants seperti SPBU, Olimart dan Enduro Express,” ujar Werry. ■

]]> PT Pertamina Lubricants (PTPL), anak perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading Pertamina berkomitmen untuk menghadirkan produk pelumas dengan kualitas tinggi sesuai dengan standar pabrikan mesin dunia, baik untuk segmen otomotif maupun industri.

Direktur Utama PTPL Werry Prayogi mengatakan, sudah merupakan tanggung jawab kami untuk memberikan produk terbaik untuk konsumen dan masyarakat.

“Dengan banyaknya peredaran pelumas palsu belakangan ini, kami mendukung penuh berbagai upaya yang dilakukan oleh instansi penegak hukum untuk menangani kasus-kasus pemalsuan pelumas yang beredar di tengah masyarakat,” ujar Direktur Utama PTPL Werry Prayogi, dalam keterangannya, Selasa (7/6).

Menurutnya kerugian dengan adanya pelumas palsu bukan hanya dirasakan oleh konsumen, namun juga negara dan masyarakat secara keseluruhan.

Technical Specialist PTPL Nurudin memberikan gambaran umum terkait bahaya dan dampak penggunaan pelumas palsu. “Secara jangka pendek, penggunaan pelumas palsu dapat menurunkan performa mesin karena efek pelumasan komponen mesin yang kurang baik,” ujarnya.

 

Menurutnya secara jangka panjang, penggunaan pelumas palsu akan membuat mesin tidak reliabel, umur mesin tidak dapat mencapai ekspektasi sesuai umur desainnya dan pada saat jadwal maintenance mungkin lebih banyak parts yang harus diganti.

“Semua juga bergantung pada kadar kepalsuan pelumasnya,” tuturnya.

Nurudin menambahkan pada beberapa kasus pelumas palsu tanpa additive detergent / dispersant (tanpa TBN) untuk mesin diesel, dapat langsung merusak mesin.

“Kami sudah mengantongi sertifikasi SNI untuk berbagai varian produk pelumas di segmen otomotif dan industri,” ujar Werry.

Dengan semakin banyaknya pelumas bersertifikat SNI maka perlindungan konsumen semakin terjamin juga karena mutu pelumas yang beredar bisa lebih terkontrol dan pelumas palsu atau pelumas berkualitas rendah dapat semakin ditekan jumlahnya.

“Selain itu kontrol kualitas pelumas juga semakin baik juga sebagai jaminan bagi produsen untuk berinvestasi karena persaingan yang sehat,”:ujar Werry.

Pelumas Pertamina ditunjang dengan sumber daya baik human capital, technology, knowledge, financial, production facility dan R&D yang andal, produk Pelumas Pertamina telah mendapatkan pengakuan dari dunia internasional baik berupa Approval dari badan-badan uji pelumas International seperti API, ACEA, JASO, dari Original Engine Manufacturer (OEM).

Begini caranya membedakan pelumas asli dan palsu khususnya pada kemasan produk pelumas Pertamina:

1. QR Code di stiker label – setiap produk memiliki masing-masing kode unik yang berbeda terdiri dari 9 karakter berupa huruf dan angka, di inject langsung dari mesin printer pada saat proses Produksi stiker label.

2. Tutup botol – Pada bagian atas tutup botol tampak hologram original halus dengan karakter titik (dot) dibaca dengan kemiringan 45 derajat.

3. Tutup dan Leher botol – terdapat 8 digit nomor batch dengan posisi lurus tegak dan sejajar.

4. Tampilan botol dengan teknologi triple layer – yaitu saat tutup botol dibuka, tampilan warna botol bagian dalam berbeda dengan bagian luar.

“PTPL terus menghimbau agar seluruh masyarakat untuk membeli pelumas Pertamina dari bengkel langganan terpercaya/kendaraan resmi, atau dari outlet resmi Pertamina Lubricants seperti SPBU, Olimart dan Enduro Express,” ujar Werry. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories