Ini Alokasi Anggaran PEN Tahun Depan, Kesehatan Paling Besar .

Anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun depan mencapai Rp 321,2 triliun. Dana tersebut paling banyak digunakan untuk bidang kesehatan dan perlindungan sosial.

Bagitu kata Menteri Keuangan Sri Mulyani seperti dikutip dari Antara, Selasa (24/8).

Menurut dia, dialokasikan ke beberapa pos. Pertama, anggaran PEN untuk bidang kesehatan Rp 77,05 triliun. Anggaran tersebut yang digunakan  testing, tracing, dan treatment, perawatan pasien Covid-19, obat-obatan sebanyak empat juta paket, serta insentif tenaga kesehatan selama 12 bulan.

Kemudian, untuk vaksinasi yaitu pengadaan Rp 38,44 triliun bagi 189 juta orang atau 70 persen dari total jumlah penduduk yang dibiayai pemerintah. 27 juta orang vaksinasi mandiri, serta dukungan vaksinasi pusat Rp 3 triliun.

Kedua, bidang perlindungan masyarakat Rp 126,54 triliun. Dana tersebut untuk Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), kartu sembako untuk 18,8 juta KPM, kartu prakerja, dukungan program jaminan kehilangan pekerjaan serta antisipasi perluasan program perlinsos lainnya.

Ketiga, program prioritas sebesar Rp 90,04 triliun termasuk untuk mendukung kegiatan padat karya, pariwisata, ketahanan pangan, dan ICT serta program prioritas lainnya. Terakhir, bidang dukungan UMKM dan korporasi Rp 27,48 triliun untuk mendukung subsidi bunga UMKM dan korporasi lainnya.

“Kita juga tetap terus mengantisipasi sama seperti tahun 2021 di mana kita tidak melihat kemudian terjadi lah pandemi muncul varian Delta yang lebih mengancam,” tukasnya. [DIT]

]]> .
Anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun depan mencapai Rp 321,2 triliun. Dana tersebut paling banyak digunakan untuk bidang kesehatan dan perlindungan sosial.

Bagitu kata Menteri Keuangan Sri Mulyani seperti dikutip dari Antara, Selasa (24/8).

Menurut dia, dialokasikan ke beberapa pos. Pertama, anggaran PEN untuk bidang kesehatan Rp 77,05 triliun. Anggaran tersebut yang digunakan  testing, tracing, dan treatment, perawatan pasien Covid-19, obat-obatan sebanyak empat juta paket, serta insentif tenaga kesehatan selama 12 bulan.

Kemudian, untuk vaksinasi yaitu pengadaan Rp 38,44 triliun bagi 189 juta orang atau 70 persen dari total jumlah penduduk yang dibiayai pemerintah. 27 juta orang vaksinasi mandiri, serta dukungan vaksinasi pusat Rp 3 triliun.

Kedua, bidang perlindungan masyarakat Rp 126,54 triliun. Dana tersebut untuk Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), kartu sembako untuk 18,8 juta KPM, kartu prakerja, dukungan program jaminan kehilangan pekerjaan serta antisipasi perluasan program perlinsos lainnya.

Ketiga, program prioritas sebesar Rp 90,04 triliun termasuk untuk mendukung kegiatan padat karya, pariwisata, ketahanan pangan, dan ICT serta program prioritas lainnya. Terakhir, bidang dukungan UMKM dan korporasi Rp 27,48 triliun untuk mendukung subsidi bunga UMKM dan korporasi lainnya.

“Kita juga tetap terus mengantisipasi sama seperti tahun 2021 di mana kita tidak melihat kemudian terjadi lah pandemi muncul varian Delta yang lebih mengancam,” tukasnya. [DIT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories