Ini 3 Harapan Prof. Tjandra, Dari Pertemuan Menkes Negara G20 Di Bali

Pertemuan Menteri Kesehatan (Menkes) Negara G20 digelar di Bali pada hari ini, Kamis (27/10).

Pertemuan yang akan berlangsung hingga Jumat (28/10), diharapkan dapat mengesahkan outcome document berupa Aksi Menteri Kesehatan Negara G20 dalam Penguatan Arsitektur Kesehatan Global.

Terkait hal ini, mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan, kita sedikitnya punya tiga harapan.

Pertama, outcome document yang akan dihasilkan besok, benar-benar dapat menyentuh unsur dasar utama yang diperlukan dunia. Agar penduduk bumi dapat hidup lebih sehat dan sejahtera, sesuai tujuan ketiga sustainable development goals (SDG) untuk pencapaian health and well being.

Kedua, kalau outcome document hasil para Menteri Kesehatan di Bali ini sudah sejalan dengan kebutuhan seluruh dunia, maka dokumen dan aksi yang dihasilkan, harus benar-benar akan diimplementasikan di lapangan.

Pada November 2022, Indonesia akan mengakhiri Presidensi G20. Sudah barang tentu, sejak sekarang sudah dirancang dan sudah ada peta jalan yang jelas, tentang bagaimana mengimplementasikan hasil pertemuan kesehatan G20 Presidensi Indonesia ini. Serta bagaimana monitoringnya, agar di tahun-tahun mendatang, bisa benar-benar memberi manfaat bagi kesehatan dunia.

“Jadi, ada hasil nyata,” kata Prof. Tjandra dalam keterangannya, Kamis (27/10).

Ketiga, hasil penting kesehatan di tingkat G20 dan di tingkat dunia ini, diharapkan dapat secara nyata berdampak di dalam negeri kita.

“Penanganan masalah kesehatan kita, seyogyanya perlu mendapat manfaat maksimal dari penyelenggaraan hajat besar tingkat dunia. Masalah kesehatan yang di depan mata, dan jadi beban sehari-hari, perlu mendapat prioritas penanganan utama, untuk kesehatan anak bangsa,” ujar Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI / Guru Besar FKUI ini. ■

]]> Pertemuan Menteri Kesehatan (Menkes) Negara G20 digelar di Bali pada hari ini, Kamis (27/10).

Pertemuan yang akan berlangsung hingga Jumat (28/10), diharapkan dapat mengesahkan outcome document berupa Aksi Menteri Kesehatan Negara G20 dalam Penguatan Arsitektur Kesehatan Global.

Terkait hal ini, mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan, kita sedikitnya punya tiga harapan.

Pertama, outcome document yang akan dihasilkan besok, benar-benar dapat menyentuh unsur dasar utama yang diperlukan dunia. Agar penduduk bumi dapat hidup lebih sehat dan sejahtera, sesuai tujuan ketiga sustainable development goals (SDG) untuk pencapaian health and well being.

Kedua, kalau outcome document hasil para Menteri Kesehatan di Bali ini sudah sejalan dengan kebutuhan seluruh dunia, maka dokumen dan aksi yang dihasilkan, harus benar-benar akan diimplementasikan di lapangan.

Pada November 2022, Indonesia akan mengakhiri Presidensi G20. Sudah barang tentu, sejak sekarang sudah dirancang dan sudah ada peta jalan yang jelas, tentang bagaimana mengimplementasikan hasil pertemuan kesehatan G20 Presidensi Indonesia ini. Serta bagaimana monitoringnya, agar di tahun-tahun mendatang, bisa benar-benar memberi manfaat bagi kesehatan dunia.

“Jadi, ada hasil nyata,” kata Prof. Tjandra dalam keterangannya, Kamis (27/10).

Ketiga, hasil penting kesehatan di tingkat G20 dan di tingkat dunia ini, diharapkan dapat secara nyata berdampak di dalam negeri kita.

“Penanganan masalah kesehatan kita, seyogyanya perlu mendapat manfaat maksimal dari penyelenggaraan hajat besar tingkat dunia. Masalah kesehatan yang di depan mata, dan jadi beban sehari-hari, perlu mendapat prioritas penanganan utama, untuk kesehatan anak bangsa,” ujar Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI / Guru Besar FKUI ini. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories