Ingatkan Corona Masih Ada Dan Nyata Jokowi: Eling Lan Waspodo .

Presiden Jokowi mengingatkan, hingga saat ini pandemi Covid-19 di Tanah Air belum berakhir. Karena itu, dia meminta masyarakat tidak lengah. Jangan kendor menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus itu.

Pesan ini disampaikan Jokowi saat meninjau proses vaksinasi seniman dan budayawan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, kemarin.

Berbatik lurik cokelat tua lengan panjang dengan masker hitam, Jokowi tiba di gedung yang terletak di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat itu pukul 09.00 WIB.

Dia didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Jokowi kemudian berkeliling menyapa beberapa seniman yang tengah antre, menunggu giliran divaksinasi. Ada 500 orang peserta vaksinasi untuk seniman dan budayawan yang hadir di lokasi tersebut.

Antara lain, anggota Wayang Orang Bharata, komedian Cak Lontong, musisi Bimbim Slank, koreografer Hartati, penyanyi Edo Kondologit, aktor Nicholas Saputra, aktor dan sutradara Slamet Rahardjo Djarot, kelompok musik Bimbo serta budayawan lainnya.

Jokowi ngobrol-ngobrol dengan beberapa seniman yang semuanya mengenakan masker dan dilapis face shield itu. Jokowi terlibat obrolan cukup lama dengan Slamet Rahardjo.

Beberapa seniman juga selfie dengan Jokowi.

Kemudian, dia meninjau langsung proses penyuntikkan vaksin kepada Cak Lontong, Bimbim Slank, Hartati dan pemain wayang orang berkostum Gatot Kaca.

Mantan Wali Kota Solo itu tampak memberi semangat dengan mengacungkan jempol kepada mereka yang akan divaksin. “Deg-degan,” ucap Bimbim saat ditanya kesannya divaksinasi. “Karena disuntik di depan Presiden,” sambung pentolan Slank itu sembari tertawa.

Usai menyaksikan vaksinasi, Jokowi mengingatkan, hingga saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir. Dia meminta masyarakat terus waspada dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus Corona.

“Kita harus menyampaikan apa adanya bahwa pandemi Covid masih ada dan nyata di negara kita. Kita tetap harus ingat dan waspada, eling lan waspodo,” imbau Jokowi.

Masyarakat, dimintanya tidak lengah atau menyepelekan penularan virus Corona. Dia tidak ingin kasus Covid-19 di Indonesia kembali melonjak setelah beberapa waktu terakhir mengalami penurunan signifikan.

“Jangan sampai situasi sekarang yang kurvanya sudah lebih baik, menurun, ini menjadi naik lagi gara-gara kita lengah dan tidak waspada,” wanti-wanti mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Bersamaan dengan itu, kata Jokowi, pemerintah akan terus menjalankan program vaksinasi Covid-19. Dengan kombinasi penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi, dia berharap laju penularan virus Corona di Tanah Air dapat semakin ditekan.

Terpisah, Budi Gunadi Sadikin menyebut, para seniman dan budayawan adalah tokoh yang dijadikan panutan masyarakat.

“Kami harapkan dengan mereka divaksinasi bisa menunjukkan ke teman-teman yang menyaksikan bahwa vaksinasi itu aman,” harap Budi Gunadi.

Sementara, Nadiem Makarim mengatakan, program vaksinasi terhadap budayawan dan seniman tersebut merupakan bentuk kepedulian negara melindungi semua kalangan masyarakat agar Indonesia kembali pulih.

“Vaksinasi bagi seniman dan budayawan adalah bentuk kepedulian Bapak Presiden yang ingin sektor seni dan budaya segera bangkit dan pulih dari pandemi,” tegas Nadiem, seraya meminta seniman yang belum mendapatkan jatah untuk bersabar. [DIR]

]]> .
Presiden Jokowi mengingatkan, hingga saat ini pandemi Covid-19 di Tanah Air belum berakhir. Karena itu, dia meminta masyarakat tidak lengah. Jangan kendor menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus itu.

Pesan ini disampaikan Jokowi saat meninjau proses vaksinasi seniman dan budayawan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, kemarin.

Berbatik lurik cokelat tua lengan panjang dengan masker hitam, Jokowi tiba di gedung yang terletak di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat itu pukul 09.00 WIB.

Dia didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Jokowi kemudian berkeliling menyapa beberapa seniman yang tengah antre, menunggu giliran divaksinasi. Ada 500 orang peserta vaksinasi untuk seniman dan budayawan yang hadir di lokasi tersebut.

Antara lain, anggota Wayang Orang Bharata, komedian Cak Lontong, musisi Bimbim Slank, koreografer Hartati, penyanyi Edo Kondologit, aktor Nicholas Saputra, aktor dan sutradara Slamet Rahardjo Djarot, kelompok musik Bimbo serta budayawan lainnya.

Jokowi ngobrol-ngobrol dengan beberapa seniman yang semuanya mengenakan masker dan dilapis face shield itu. Jokowi terlibat obrolan cukup lama dengan Slamet Rahardjo.

Beberapa seniman juga selfie dengan Jokowi.

Kemudian, dia meninjau langsung proses penyuntikkan vaksin kepada Cak Lontong, Bimbim Slank, Hartati dan pemain wayang orang berkostum Gatot Kaca.

Mantan Wali Kota Solo itu tampak memberi semangat dengan mengacungkan jempol kepada mereka yang akan divaksin. “Deg-degan,” ucap Bimbim saat ditanya kesannya divaksinasi. “Karena disuntik di depan Presiden,” sambung pentolan Slank itu sembari tertawa.

Usai menyaksikan vaksinasi, Jokowi mengingatkan, hingga saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir. Dia meminta masyarakat terus waspada dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus Corona.

“Kita harus menyampaikan apa adanya bahwa pandemi Covid masih ada dan nyata di negara kita. Kita tetap harus ingat dan waspada, eling lan waspodo,” imbau Jokowi.

Masyarakat, dimintanya tidak lengah atau menyepelekan penularan virus Corona. Dia tidak ingin kasus Covid-19 di Indonesia kembali melonjak setelah beberapa waktu terakhir mengalami penurunan signifikan.

“Jangan sampai situasi sekarang yang kurvanya sudah lebih baik, menurun, ini menjadi naik lagi gara-gara kita lengah dan tidak waspada,” wanti-wanti mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Bersamaan dengan itu, kata Jokowi, pemerintah akan terus menjalankan program vaksinasi Covid-19. Dengan kombinasi penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi, dia berharap laju penularan virus Corona di Tanah Air dapat semakin ditekan.

Terpisah, Budi Gunadi Sadikin menyebut, para seniman dan budayawan adalah tokoh yang dijadikan panutan masyarakat.

“Kami harapkan dengan mereka divaksinasi bisa menunjukkan ke teman-teman yang menyaksikan bahwa vaksinasi itu aman,” harap Budi Gunadi.

Sementara, Nadiem Makarim mengatakan, program vaksinasi terhadap budayawan dan seniman tersebut merupakan bentuk kepedulian negara melindungi semua kalangan masyarakat agar Indonesia kembali pulih.

“Vaksinasi bagi seniman dan budayawan adalah bentuk kepedulian Bapak Presiden yang ingin sektor seni dan budaya segera bangkit dan pulih dari pandemi,” tegas Nadiem, seraya meminta seniman yang belum mendapatkan jatah untuk bersabar. [DIR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories