Indonesia Power Olah Sampah Ciliwung Jadi 5 Ton Pellet Berenergi .

PT Indonesia Power sukses mengelola banyak sampah di sungai Ciliwung. Bareng startup lokal, Anak usaha PT PLN (Persero) ini sanggup memproduksi 5 ton pellet berenergi dari sampah Ciliwung yang dikelolanya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti mengapresiasi langkah Indonesia Power. Pihaknya melihat selama 2 bulan terakhir TOSS (Tempat Olah Sampah Sungai) dan GCB (Gerakan Ciliwung Bersih) berhasil memproduksi pellet sebesar 5 Ton.

“Inovasinya baik, dukungan kepada startup bagus,” ujar Siti dalam keterangannya, dalam rangka memperingati hari air dunia, Sabtu (27/3).

Dia bilang inovasi itu tidak hanya berarti buat lingkungan, namun juga bermanfaat perannya terhadap perubahan iklim. Maka co-firing itu sebetulnya juga berperan menekankan bahan bakar fosil.

“Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang emisi karbonnya banyak. Dan saya mendukung itu,” kata Siti.

Direktur Utama Indonesia Power M. Ahsin Sidqi mengungkapkan, kebanggaannya terhadap salah satu unitnya yaitu Priok POMU yang berhasil berkontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan khususnya sungai Ciliwung.

“Alhamdulillaah sungai Ciliwung pelan-pelan berubah. Sudah terlihat lebih bersih dan minim sampah,” ungkap Ahsin yang hadir langsung.

Bukan rahasia umum lagi bahwa sungai Ciliwung kerap diberitakan sebagai sungai yang kotor dan bau. Perlahan ada beberapa titik sungai ini yang berangsur-angsur bebas dari sampah.

“Semoga kedepannya permasalahan sampah dapat teratasi dan sungai ciliwung bebas dari sampah. Teruskan Priok POMU!!,” tegas Ahsin.

Pellet berenergi itu diproduksi di sekretariat GCB yang juga merupakan mitra dari Indonesia Power Priok POMU (Power Generation and O&M Services Unit) dalam mengembangkan program TOSS dari sampah yang ada di sungai Ciliwung.

Kedepannya Priok POMU akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat melalui Program TOSS ini sebagai bagian dari pemenuhan Proper terkait Penyebarluasan Pengetahuan tentang pengelolaan sampah.

Acara tersebut juga dalam rangka memperingati hari air dunia, hari ini (27/3). Indonesia Power bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Gerakan Ciliwung Bersih serta stakeholder lain yang terkait juga melakukan peresmian Mural di dinding sungai Ciliwung.

Cat yang digunakan adalah cat ramah lingkungan dengan mematuhi standar VOC (Volatile Organic Compounds) yang berlaku di Indonesia.

VOC ini merupakan komponen kimia yang menguap di udara ketika cat diaplikasikan atau ketika proses pengeringan.

Mural ini dikerjakan oleh 10 Orang Seniman berbakat dan 3 orang Crew dari Komunitas Mural Depok yang merupakan Binaan Yayasan Sahabat Ciliwung dan dikerjakan dalam waktu 15 Hari.

Salah satu tujuan dibangunnya mural ini yaitu sebagai media untuk mengedukasi masyarakat tentang ekosistem yang ada di sungai. Harapannya masyarakat memahami dan ikut menjaga kebersihan air sungai. [JAR]

]]> .
PT Indonesia Power sukses mengelola banyak sampah di sungai Ciliwung. Bareng startup lokal, Anak usaha PT PLN (Persero) ini sanggup memproduksi 5 ton pellet berenergi dari sampah Ciliwung yang dikelolanya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti mengapresiasi langkah Indonesia Power. Pihaknya melihat selama 2 bulan terakhir TOSS (Tempat Olah Sampah Sungai) dan GCB (Gerakan Ciliwung Bersih) berhasil memproduksi pellet sebesar 5 Ton.

“Inovasinya baik, dukungan kepada startup bagus,” ujar Siti dalam keterangannya, dalam rangka memperingati hari air dunia, Sabtu (27/3).

Dia bilang inovasi itu tidak hanya berarti buat lingkungan, namun juga bermanfaat perannya terhadap perubahan iklim. Maka co-firing itu sebetulnya juga berperan menekankan bahan bakar fosil.

“Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang emisi karbonnya banyak. Dan saya mendukung itu,” kata Siti.

Direktur Utama Indonesia Power M. Ahsin Sidqi mengungkapkan, kebanggaannya terhadap salah satu unitnya yaitu Priok POMU yang berhasil berkontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan khususnya sungai Ciliwung.

“Alhamdulillaah sungai Ciliwung pelan-pelan berubah. Sudah terlihat lebih bersih dan minim sampah,” ungkap Ahsin yang hadir langsung.

Bukan rahasia umum lagi bahwa sungai Ciliwung kerap diberitakan sebagai sungai yang kotor dan bau. Perlahan ada beberapa titik sungai ini yang berangsur-angsur bebas dari sampah.

“Semoga kedepannya permasalahan sampah dapat teratasi dan sungai ciliwung bebas dari sampah. Teruskan Priok POMU!!,” tegas Ahsin.

Pellet berenergi itu diproduksi di sekretariat GCB yang juga merupakan mitra dari Indonesia Power Priok POMU (Power Generation and O&M Services Unit) dalam mengembangkan program TOSS dari sampah yang ada di sungai Ciliwung.

Kedepannya Priok POMU akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat melalui Program TOSS ini sebagai bagian dari pemenuhan Proper terkait Penyebarluasan Pengetahuan tentang pengelolaan sampah.

Acara tersebut juga dalam rangka memperingati hari air dunia, hari ini (27/3). Indonesia Power bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Gerakan Ciliwung Bersih serta stakeholder lain yang terkait juga melakukan peresmian Mural di dinding sungai Ciliwung.

Cat yang digunakan adalah cat ramah lingkungan dengan mematuhi standar VOC (Volatile Organic Compounds) yang berlaku di Indonesia.

VOC ini merupakan komponen kimia yang menguap di udara ketika cat diaplikasikan atau ketika proses pengeringan.

Mural ini dikerjakan oleh 10 Orang Seniman berbakat dan 3 orang Crew dari Komunitas Mural Depok yang merupakan Binaan Yayasan Sahabat Ciliwung dan dikerjakan dalam waktu 15 Hari.

Salah satu tujuan dibangunnya mural ini yaitu sebagai media untuk mengedukasi masyarakat tentang ekosistem yang ada di sungai. Harapannya masyarakat memahami dan ikut menjaga kebersihan air sungai. [JAR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories