Incar Milenial, Danamon Syariah Rilis Layanan Digital Wakaf

Melalui Unit Usaha Syariah (UUS) nya, PT Bank Danamon Indonesia Tbk meluncurkan layanan wakaf uang secara digital. Layanan ini pasca UUS Bank Danamon ditunjuk oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai salah satu Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU).

Direktur Danamon Syariah, Herry Hykmanto menuturkan, penunjukkan Danamon Syariah sejalan dengan komitmen pihaknya membantu mensejahterakan masyarakat secara luas dan juga memberikan solusi bagi kebutuhan nasabah, khususnya wakaf yang saat ini menjadi salah satu kegiatan utama perbankan Syariah.

“Kami harap para nasabah Bank Danamon mendapatkan kemudahan untuk berwakaf dan turut berkontribusi dalam membangun perekonomian yang terdampak pandemi,” ujarnya dalam peluncuran yang digelar secara virtual dan menampilkan talkshow bertajuk Muda, Berkontribusi & Berkah Bersama Danamon Syariah secara virtual, Jumat (5/3).

Wakaf atau menyerahkan kepemilikan harta agar dipergunakan untuk kepentingan umat, adalah salah satu kegiatan muamalah yang memiliki dimensi spiritual, sosial, dan ekonomi.

Dengan menjadi penyedia layananan penerimaan wakaf uang, Danamon Syariah turut berkontribusi mendukung pembangunan ekonomi masyarakat, yang dimulai dengan mengawal pemulihan ekonomi pascapandemi dan dilanjutkan dengan peningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat untuk berwakaf.

 

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Danamon, Yasushi Itagaki menuturkan, melalui aplikasi digital, pewakaf dapat memilih Nazhir, memilih penerima wakaf, memantau perkembangan pembangunan objek penerima wakaf. “Siapapun dapat berwakaf termasuk generasi muda milenial dan bisa dimulai dengan biaya terjangkau, mulai dari Rp 10 ribu,” jelasnya.

Pihaknya berharap, para nasabah Bank Danamon mendapatkan kemudahan untuk berwakaf dan turut berkontribusi dalam membangun perekonomian yang terdampak pandemi.

Layanan digital tersebut, Danamon Syariah memanfaatkan kemajuan infrastruktur digital bermitra dengan PT Minasa Finteknologi Syariah, berwakaf kini bisa dari telepon genggam kapan saja dan dimana saja. Nasabah tidak perlu datang ke Lembaga Pengelola Wakaf atau yang disebut Nazhir, serta dana dikelola secara transparan dan profesional.

Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), Mohammad Nuh mengatakan, potensi penghimpunan wakaf uang masih sangat besar dan peluncuran platform SocialBanking Bank Danamon Syariah akan memberikan kemudahan, tidak saja bagi masyarakat dalam menunaikan wakaf namun bagi nazhir dalam mengelola wakaf uang.

Nuh mengatakan anak muda menjadi investasi masa depan ekonomi syariah dan filantropi Islam seperti wakaf di Indonesia.

“Untuk membantu literasi dan sosialisasi Wakaf, sudah saatnya melakukan migrasi transformasi digital system untuk perkembangan perwakafan nasional guna meningkatnya kepercayaan masyarakat dan akuntabilitas Nazhir,” ujarnya. [DWI]

]]> Melalui Unit Usaha Syariah (UUS) nya, PT Bank Danamon Indonesia Tbk meluncurkan layanan wakaf uang secara digital. Layanan ini pasca UUS Bank Danamon ditunjuk oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai salah satu Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU).

Direktur Danamon Syariah, Herry Hykmanto menuturkan, penunjukkan Danamon Syariah sejalan dengan komitmen pihaknya membantu mensejahterakan masyarakat secara luas dan juga memberikan solusi bagi kebutuhan nasabah, khususnya wakaf yang saat ini menjadi salah satu kegiatan utama perbankan Syariah.

“Kami harap para nasabah Bank Danamon mendapatkan kemudahan untuk berwakaf dan turut berkontribusi dalam membangun perekonomian yang terdampak pandemi,” ujarnya dalam peluncuran yang digelar secara virtual dan menampilkan talkshow bertajuk Muda, Berkontribusi & Berkah Bersama Danamon Syariah secara virtual, Jumat (5/3).

Wakaf atau menyerahkan kepemilikan harta agar dipergunakan untuk kepentingan umat, adalah salah satu kegiatan muamalah yang memiliki dimensi spiritual, sosial, dan ekonomi.

Dengan menjadi penyedia layananan penerimaan wakaf uang, Danamon Syariah turut berkontribusi mendukung pembangunan ekonomi masyarakat, yang dimulai dengan mengawal pemulihan ekonomi pascapandemi dan dilanjutkan dengan peningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat untuk berwakaf.

 

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Danamon, Yasushi Itagaki menuturkan, melalui aplikasi digital, pewakaf dapat memilih Nazhir, memilih penerima wakaf, memantau perkembangan pembangunan objek penerima wakaf. “Siapapun dapat berwakaf termasuk generasi muda milenial dan bisa dimulai dengan biaya terjangkau, mulai dari Rp 10 ribu,” jelasnya.

Pihaknya berharap, para nasabah Bank Danamon mendapatkan kemudahan untuk berwakaf dan turut berkontribusi dalam membangun perekonomian yang terdampak pandemi.

Layanan digital tersebut, Danamon Syariah memanfaatkan kemajuan infrastruktur digital bermitra dengan PT Minasa Finteknologi Syariah, berwakaf kini bisa dari telepon genggam kapan saja dan dimana saja. Nasabah tidak perlu datang ke Lembaga Pengelola Wakaf atau yang disebut Nazhir, serta dana dikelola secara transparan dan profesional.

Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), Mohammad Nuh mengatakan, potensi penghimpunan wakaf uang masih sangat besar dan peluncuran platform SocialBanking Bank Danamon Syariah akan memberikan kemudahan, tidak saja bagi masyarakat dalam menunaikan wakaf namun bagi nazhir dalam mengelola wakaf uang.

Nuh mengatakan anak muda menjadi investasi masa depan ekonomi syariah dan filantropi Islam seperti wakaf di Indonesia.

“Untuk membantu literasi dan sosialisasi Wakaf, sudah saatnya melakukan migrasi transformasi digital system untuk perkembangan perwakafan nasional guna meningkatnya kepercayaan masyarakat dan akuntabilitas Nazhir,” ujarnya. [DWI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories