Implementasi Agree, Telkom Teken Kontrak Dengan BUMDes Nusantara .

Untuk menciptakan ketahanan pangan nasional, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melakukan penandatanganan kontrak kerja sama dengan PT Mitra BUMDes Nusantara (MBN) tentang Penyediaan Layanan Platform Agree Suite.

Teken kontrak ini dilakukan oleh Executive Vice President Divisi Business Service Telkom, Syaifudin dan Direktur Utama MBN, Wiyoto di Jakarta, Rabu (24/3).

Penandatanganan juga disaksikan oleh Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi, Komisaris Telkom, Rizal Mallarangeng dan Chandra Arie Setiawan serta Direktur Enterprise dan Business Service Telkom, Edi Witjara.

Dalam sambutannya, Direktur Enterprise dan  Business Service Telkom, Edi Witjara mengatakan, Telkom terus mendukung UMKM dan selalu memfasilitasi UMKM untuk Go Online dan Go Global. Bahkan untuk tahap awal implementasi, Telkom memberikan dukungan secara cuma cuma sampai UMKM tersebut, tumbuh hingga kriteria tertentu.

Begitupun pada sektor pertanian, Telkom berkomitmen pada dukungannya mewujudkan digitalisasi demi ketahanan pangan nasional.

Ia mengatakan, kerja sama ini merupakan momentum penting bagi Telkom dan MBN untuk bersama sama berpartisipasi membantu Indonesia menjadi negara dengan Swasembada Pangan. 

“Salah satunya melalui implementasi Agree sebagai platform enabler, diharapkan dapat membantu validasi petani dan proses budidaya per musim tanam di lapangan untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkap Edi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/3).

Senada dengan Edi, Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng menegaskan, kehadiran Telkom  untuk membantu UMKM, terutama di ranah strategis yaitu sektor pertanian Indonesia. 

Hal ini sebagaimana arahan Presiden Jokowi yang menginginkan Indonesia menjadi negara maju di 2045 dengan GDP sebesar 12.000 dolar AS per kapita. Untuk itu, maka petani harus produktif, bukan full of mechanication tapi full of digitalization. 

“Pertanian merupakan sektor yang besar di Indonesia dengan 37 juta orang yang directly bekerja di sektor pertanian, belum lagi yang indirectly dalam ekosistem agriculture. Kesejahteraan petani merupakan salah satu kunci bagi Indonesia untuk menjadi negara maju di tahun 2045,” ucapnya. 

Selanjutnya, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,  Budi Arie Setiadi menambahkan, bahwa digitalisasi ekonomi memang harus sudah dipersiapkan sejak awal. Dia pun menyambut baik implementasi Agree ini agar segera dieksekusi dan diwujudkan  

“Di tahap awal pasti susah, akan banyak tantangan dan perbaikan. Platform Agree dengan Mitra BUMDes Nusantara diharapkan dapat memperkecil kesenjangan desa dengan kota. Di mana dari data PDB, ekonomi kota sebesar 86 persen, sedangkan ekonomi desa 14 persen, hal yang cukup miris,” ungkapnya. 

Menurutnya, agar Indonesia maju, maka desanya harus ikut maju. Jika desa naik 3 kali lipat, maka diyakininya, Indonesia akan lebih maju. “Warga harus sejahtera. Jangan sampai hasil pertaniannya tambah banyak, tapi petaninya miskin. Tujuan utama kita adalah mensejahterakan petani. Petani kaya, produknya berkualitas,” pungkasnya.

Diketahui, Agree adalah aplikasi penunjang agribisnis yang memiliki fitur kemitraan dengan perusahaan pertanian, permodalan, dan penjualan. Agree juga memiliki fitur budidaya, seperti cara budidaya, info cuaca, dan info harga. 

Tak hanya terbatas pada ekosistem pertanian, Agree juga meliputi perikanan dan peternakan. Service kemitraan, permodalan, dan marketplace juga dapat diperoleh untuk perikanan dan peternakan. [MFA]

 

]]> .
Untuk menciptakan ketahanan pangan nasional, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melakukan penandatanganan kontrak kerja sama dengan PT Mitra BUMDes Nusantara (MBN) tentang Penyediaan Layanan Platform Agree Suite.

Teken kontrak ini dilakukan oleh Executive Vice President Divisi Business Service Telkom, Syaifudin dan Direktur Utama MBN, Wiyoto di Jakarta, Rabu (24/3).

Penandatanganan juga disaksikan oleh Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi, Komisaris Telkom, Rizal Mallarangeng dan Chandra Arie Setiawan serta Direktur Enterprise dan Business Service Telkom, Edi Witjara.

Dalam sambutannya, Direktur Enterprise dan  Business Service Telkom, Edi Witjara mengatakan, Telkom terus mendukung UMKM dan selalu memfasilitasi UMKM untuk Go Online dan Go Global. Bahkan untuk tahap awal implementasi, Telkom memberikan dukungan secara cuma cuma sampai UMKM tersebut, tumbuh hingga kriteria tertentu.

Begitupun pada sektor pertanian, Telkom berkomitmen pada dukungannya mewujudkan digitalisasi demi ketahanan pangan nasional.

Ia mengatakan, kerja sama ini merupakan momentum penting bagi Telkom dan MBN untuk bersama sama berpartisipasi membantu Indonesia menjadi negara dengan Swasembada Pangan. 

“Salah satunya melalui implementasi Agree sebagai platform enabler, diharapkan dapat membantu validasi petani dan proses budidaya per musim tanam di lapangan untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkap Edi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/3).

Senada dengan Edi, Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng menegaskan, kehadiran Telkom  untuk membantu UMKM, terutama di ranah strategis yaitu sektor pertanian Indonesia. 

Hal ini sebagaimana arahan Presiden Jokowi yang menginginkan Indonesia menjadi negara maju di 2045 dengan GDP sebesar 12.000 dolar AS per kapita. Untuk itu, maka petani harus produktif, bukan full of mechanication tapi full of digitalization. 

“Pertanian merupakan sektor yang besar di Indonesia dengan 37 juta orang yang directly bekerja di sektor pertanian, belum lagi yang indirectly dalam ekosistem agriculture. Kesejahteraan petani merupakan salah satu kunci bagi Indonesia untuk menjadi negara maju di tahun 2045,” ucapnya. 

Selanjutnya, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,  Budi Arie Setiadi menambahkan, bahwa digitalisasi ekonomi memang harus sudah dipersiapkan sejak awal. Dia pun menyambut baik implementasi Agree ini agar segera dieksekusi dan diwujudkan  

“Di tahap awal pasti susah, akan banyak tantangan dan perbaikan. Platform Agree dengan Mitra BUMDes Nusantara diharapkan dapat memperkecil kesenjangan desa dengan kota. Di mana dari data PDB, ekonomi kota sebesar 86 persen, sedangkan ekonomi desa 14 persen, hal yang cukup miris,” ungkapnya. 

Menurutnya, agar Indonesia maju, maka desanya harus ikut maju. Jika desa naik 3 kali lipat, maka diyakininya, Indonesia akan lebih maju. “Warga harus sejahtera. Jangan sampai hasil pertaniannya tambah banyak, tapi petaninya miskin. Tujuan utama kita adalah mensejahterakan petani. Petani kaya, produknya berkualitas,” pungkasnya.

Diketahui, Agree adalah aplikasi penunjang agribisnis yang memiliki fitur kemitraan dengan perusahaan pertanian, permodalan, dan penjualan. Agree juga memiliki fitur budidaya, seperti cara budidaya, info cuaca, dan info harga. 

Tak hanya terbatas pada ekosistem pertanian, Agree juga meliputi perikanan dan peternakan. Service kemitraan, permodalan, dan marketplace juga dapat diperoleh untuk perikanan dan peternakan. [MFA]

 
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories