IMI Apresiasi Keberhasilan Sean Gelael Juarai Asean Le Mans Series Di Abu Dhabi .

Ikatan Motor Indonesia (IMI) sangat bangga terhadap prestasi Sean Gelael yang berhasil mempersembahkan dua kemenangan pada ajang Asian Le Mans Series di Abu Dhabi, akhir pekan lalu. Sean memenangi dua balapan dalam dua hari beruntun dengan total membalap lebih dari lima jam. 

“Hebat! Prestasi Sean Gelael adalah kebanggaan bagi Indonesia dan keluarga besar IMI. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi modal besar bagi Sean Gelael untuk mengikuti ajang balapan ketahanan mobil yang lebih besar dan berat,” ujar Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat konferensi pers bersama Sean, di Studio Digital Black Stone Bamsoet Channel, di Jakarta, Sabtu (27/2).

Turut hadir Bendahara Umum IMI Effendy Gunawan, Wakil Ketua Kegiatan Internasional IMI Judiarto, Wakil Bendahara Umum IMI Rudy Salim, Ketua Bidang Komunikasi dan Medsos IMI Raffi Ahmad, Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Medsos IMI Atta Halilintar, Ketua Badan Pengawas IMI Jeffry JP, Badan Pengawas IMI Kombes Syamsul Bahri, Badan Penasehat IMI Robert J Kardinal, Putri Indonesia Jolene Marie, serta Ricardo Gelael.

Ketua MPR ini mengajak semua pihak, terutama dari kalangan BUMN dan industri otomotif, untuk memberikan dukungan kepada Sean yang telah membuat sejarah dan prestasi bagi Indonesia. Ke depan, Sean akan menjadi pembalap Merah Putih pertama yang bertarung di 24 Hours of Le Mans.

Bersama pembalap Belgia (Stoffel Vandoorne) dan pembalap Inggris (Tom Blomqvist), Sean akan mengikuti FIA World Endurance Championship (WEC) dengan mengusung bendera tim JOTA asal Inggris. Tim JOTA tampil di kelas LMP2 dan akan berebut tahta bergengsi melawan 10 tim lain di kategori tersebut. Sementara, dari kalender kejuaraan WEC yang dimulai April di Portimao, Portugal, juga ada lomba ketahanan mobil paling prestisius, 24 Hours of Le Mans di Prancis, Juni 2021.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini berharap, akan banyak lahir pembalap-pembalap baru dari Indonesia yang mampu berprestasi di kejuaraan dunia. Suatu kebanggan tersendiri bagi IMI dan bangsa Indonesia jika pembalap Indonesia bisa menang di kancah internasional dan mampu mengibarkan bendera dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya.

“IMI siap mencetak para pembalap baru untuk bisa berlaga di kejuaraan balap internasional. Jangan pernah takut untuk mencoba. Kegagalan harus menjadi cambuk untuk lebih baik lagi. Seperti pengalaman Sean, kesuksesannya diperoleh dengan kerja keras dan pantang menyerah,” imbuh Bamsoet.

Sean menjelaskan, balapan ketahanan mobil sangat jauh berbeda dengan balapan single seater yang juga pernah ia ikuti dalam ajang Formula 2. Yang dibutuhkan bukan hanya driving hebat, tapi juga fisik yang kuat. Sebab, balapannya lebih lama. Di Asian Le Mans Series, durasi balapan hanya empat jam.  Sementara, di FIA WEC nanti minimal enam jam dan bahkan ada yang 24 jam.

“Di ajang FIA WEC, saya akan berjuang lebih keras lagi, mengingat lawan-lawan yang dihadapi lebih berat dibanding di Asian Le Mans Series. Pada kesempatan ini saya sekaligus mohon doa restu dari Pak Bamsoet, keluarga besar IMI, dan dari seluruh masyarakat Indonesia agar saya bisa membuat prestasi seperti yang diinginkan setelah melewati perjuangan maksimal,” jelas Sean. [USU]

]]> .
Ikatan Motor Indonesia (IMI) sangat bangga terhadap prestasi Sean Gelael yang berhasil mempersembahkan dua kemenangan pada ajang Asian Le Mans Series di Abu Dhabi, akhir pekan lalu. Sean memenangi dua balapan dalam dua hari beruntun dengan total membalap lebih dari lima jam. 

“Hebat! Prestasi Sean Gelael adalah kebanggaan bagi Indonesia dan keluarga besar IMI. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi modal besar bagi Sean Gelael untuk mengikuti ajang balapan ketahanan mobil yang lebih besar dan berat,” ujar Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat konferensi pers bersama Sean, di Studio Digital Black Stone Bamsoet Channel, di Jakarta, Sabtu (27/2).

Turut hadir Bendahara Umum IMI Effendy Gunawan, Wakil Ketua Kegiatan Internasional IMI Judiarto, Wakil Bendahara Umum IMI Rudy Salim, Ketua Bidang Komunikasi dan Medsos IMI Raffi Ahmad, Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Medsos IMI Atta Halilintar, Ketua Badan Pengawas IMI Jeffry JP, Badan Pengawas IMI Kombes Syamsul Bahri, Badan Penasehat IMI Robert J Kardinal, Putri Indonesia Jolene Marie, serta Ricardo Gelael.

Ketua MPR ini mengajak semua pihak, terutama dari kalangan BUMN dan industri otomotif, untuk memberikan dukungan kepada Sean yang telah membuat sejarah dan prestasi bagi Indonesia. Ke depan, Sean akan menjadi pembalap Merah Putih pertama yang bertarung di 24 Hours of Le Mans.

Bersama pembalap Belgia (Stoffel Vandoorne) dan pembalap Inggris (Tom Blomqvist), Sean akan mengikuti FIA World Endurance Championship (WEC) dengan mengusung bendera tim JOTA asal Inggris. Tim JOTA tampil di kelas LMP2 dan akan berebut tahta bergengsi melawan 10 tim lain di kategori tersebut. Sementara, dari kalender kejuaraan WEC yang dimulai April di Portimao, Portugal, juga ada lomba ketahanan mobil paling prestisius, 24 Hours of Le Mans di Prancis, Juni 2021.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini berharap, akan banyak lahir pembalap-pembalap baru dari Indonesia yang mampu berprestasi di kejuaraan dunia. Suatu kebanggan tersendiri bagi IMI dan bangsa Indonesia jika pembalap Indonesia bisa menang di kancah internasional dan mampu mengibarkan bendera dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya.

“IMI siap mencetak para pembalap baru untuk bisa berlaga di kejuaraan balap internasional. Jangan pernah takut untuk mencoba. Kegagalan harus menjadi cambuk untuk lebih baik lagi. Seperti pengalaman Sean, kesuksesannya diperoleh dengan kerja keras dan pantang menyerah,” imbuh Bamsoet.

Sean menjelaskan, balapan ketahanan mobil sangat jauh berbeda dengan balapan single seater yang juga pernah ia ikuti dalam ajang Formula 2. Yang dibutuhkan bukan hanya driving hebat, tapi juga fisik yang kuat. Sebab, balapannya lebih lama. Di Asian Le Mans Series, durasi balapan hanya empat jam.  Sementara, di FIA WEC nanti minimal enam jam dan bahkan ada yang 24 jam.

“Di ajang FIA WEC, saya akan berjuang lebih keras lagi, mengingat lawan-lawan yang dihadapi lebih berat dibanding di Asian Le Mans Series. Pada kesempatan ini saya sekaligus mohon doa restu dari Pak Bamsoet, keluarga besar IMI, dan dari seluruh masyarakat Indonesia agar saya bisa membuat prestasi seperti yang diinginkan setelah melewati perjuangan maksimal,” jelas Sean. [USU]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories