Imam Besar Istiqlal Imbau Warga Tak Ragu Divaksin Covid-19

Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar mengimbau seluruh masyarakat tidak ragu menerima vaksin Covid-19. 

Hal itu, untuk mempercepat proses pemutusan mata rantai penyebaran wabah virus tersebut. “Saya mengimbau masyarakat jangan ragu pada vaksin. Buktinyam Masjid Istiqlal jadi legitimasi untuk kegiatan vaksinasi. Di sini para ulama hadir untuk kegiatan vaksin,” ujar Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Selasa (23/2).

Menurut dia, vaksin termasuk dalam kemaslahatan yang lebih baik dijalani, khususnya bagi umat pemeluk agama Islam.

“Karena kemaslahatan, maka tuntutan agamanya juga sangat tinggi sehingga apapun agamanya dekatilah dan datangilah lokasi- lokasi pemberian vaksin,” ujarnya.

Dia berharap, jika nantinya sudah ada yang menerima vaksin Covid, maka protokol kesehatan harus tetap dijaga agar pemutusan mata rantai Covid -19 berjalan maksimal.

“Kalau sudah divaksin tetap mengindahkan protokol kesehatan. Tetap pakai masker, tetap berjarak, tetap mengindahkan kebersihan,” kata dia.

Informasi, Masjid Agung Istiqlal menjadi lokasi vaksinasi massal Covid-19 bagi para pemuka lintas agama, mulai Selasa (23/2) hingga satu pekan ke depan.

“Rata-rata satu hari 500-1.000 orang divaksin. Rencananya, kegiatan ini akan dilakukan dalam sepekan. Ada di tempat-tempat lain juga, tapi di tempat ibadah yang paling besar di sini,” kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat mengecek berlangsungnya vaksinasi massal di Masjid Istiqlal, Selasa (23/2).

Kegiatan vaksinasi di Masjid Istiqlal itu nantinya tidak hanya dilakukan untuk pemuka agama, tapi untuk masyarakat luas yang memilih lokasi Masjid Istiqlal. [MFA]

]]> Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar mengimbau seluruh masyarakat tidak ragu menerima vaksin Covid-19. 

Hal itu, untuk mempercepat proses pemutusan mata rantai penyebaran wabah virus tersebut. “Saya mengimbau masyarakat jangan ragu pada vaksin. Buktinyam Masjid Istiqlal jadi legitimasi untuk kegiatan vaksinasi. Di sini para ulama hadir untuk kegiatan vaksin,” ujar Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Selasa (23/2).

Menurut dia, vaksin termasuk dalam kemaslahatan yang lebih baik dijalani, khususnya bagi umat pemeluk agama Islam.

“Karena kemaslahatan, maka tuntutan agamanya juga sangat tinggi sehingga apapun agamanya dekatilah dan datangilah lokasi- lokasi pemberian vaksin,” ujarnya.

Dia berharap, jika nantinya sudah ada yang menerima vaksin Covid, maka protokol kesehatan harus tetap dijaga agar pemutusan mata rantai Covid -19 berjalan maksimal.

“Kalau sudah divaksin tetap mengindahkan protokol kesehatan. Tetap pakai masker, tetap berjarak, tetap mengindahkan kebersihan,” kata dia.

Informasi, Masjid Agung Istiqlal menjadi lokasi vaksinasi massal Covid-19 bagi para pemuka lintas agama, mulai Selasa (23/2) hingga satu pekan ke depan.

“Rata-rata satu hari 500-1.000 orang divaksin. Rencananya, kegiatan ini akan dilakukan dalam sepekan. Ada di tempat-tempat lain juga, tapi di tempat ibadah yang paling besar di sini,” kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat mengecek berlangsungnya vaksinasi massal di Masjid Istiqlal, Selasa (23/2).

Kegiatan vaksinasi di Masjid Istiqlal itu nantinya tidak hanya dilakukan untuk pemuka agama, tapi untuk masyarakat luas yang memilih lokasi Masjid Istiqlal. [MFA]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories