IKN Bakal Jadi Simbol Pluralisme

Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kabupaten Kukar, Marthen Saini menilai bahwa Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara bakal menjadi simbol pluralisme dan keberagaman suku bangsa di Indonesia.

Kata dia, masyarakat di Kalimantan Timur sangat terbuka, plural, dan toleran terhadap berbagai budaya yang ada di nusantara.

“Wilayah Kaltim merupakan salah satu daerah di Indonesia yang menjunjung tinggi pluralisme dan sikap toleransi, baik antar agama maupun suku bangsa,” kata Marthen kepada wartawan di Kedai Tepian Pandan Jalan Robert Wolter Mongisidi, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (25/10).

Kemudian, terkait pelaksanaan pembangunan dan pengembangan IKN Nusantara di Kaltim, ia menilai bahwa program tersebut akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama mendorong pemerataan dan peningkatan ekonomi kepada masyarakat secara menyeluruh, khususnya di Kabupaten Kukar.

Di sisi lain, pembangunan dan pengembangan IKN di Kaltim merupakan salah satu perwujudan dan realisasi pemerintah dalam mewujudkan pemerataan dan pergerakan ekonomi di luar kawasan pulau Jawa, termasuk peluang penyerapan dan kesempatan kerja bagi masyarakat yang berada di Kaltim.

Ia juga menyampaikan bahwa seiring dengan pembangunan dan pengembangan IKN di Kaltim, salah satunya di Kabupaten Kukar, diharapkan mampu mempertahankan kearifan lokal. Serta  dapat menjaga nilai keberagaman suku bangsa sesuai makna kata Nusantara yang melekat pada nama Ibu Kota Negara.

Selain itu juga, ia berharap, program pembangunan IKN juga diiringi dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal, sehingga mereka dapat ikut serta membangun IKN dan mempersiapkan diri dalam mengikuti persaingan yang sehat.

“Diharapkan mampu meningkatkan kemampuan SDM masyarakat lokal, sehingga memiliki daya saing tingkat nasional maupun global,” tuturnya.

Lebih lanjut, Marthen juga menyebutkan bahwa organisasi IKAT Kabupaten Kukar pun terus menghimbau kepada seluruh masyarakat Toraja, baik yang berada di Kaltim, maupun di luar, agar saling bahu membahu untuk menjaga stabilitas keamanan, serta bekerjasama dengan masyarakat untuk mendukung implementasi dan realisasi pembangunan dan pengembangan IKN di Kaltim.

“IKAT Kabupaten Kukar juga menyarankan dan mendorong agar pemerintah melalui MPR untuk menerbitkan kebijakan atau TAP MPR terkait pembangunan dan pengembangan IKN di Kaltim. Sehingga dapat menjamin keberlanjutan pelaksanaan IKN secara berkesinambungan dan jangka panjang,” pungkasnya. ■

]]> Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kabupaten Kukar, Marthen Saini menilai bahwa Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara bakal menjadi simbol pluralisme dan keberagaman suku bangsa di Indonesia.

Kata dia, masyarakat di Kalimantan Timur sangat terbuka, plural, dan toleran terhadap berbagai budaya yang ada di nusantara.

“Wilayah Kaltim merupakan salah satu daerah di Indonesia yang menjunjung tinggi pluralisme dan sikap toleransi, baik antar agama maupun suku bangsa,” kata Marthen kepada wartawan di Kedai Tepian Pandan Jalan Robert Wolter Mongisidi, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (25/10).

Kemudian, terkait pelaksanaan pembangunan dan pengembangan IKN Nusantara di Kaltim, ia menilai bahwa program tersebut akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama mendorong pemerataan dan peningkatan ekonomi kepada masyarakat secara menyeluruh, khususnya di Kabupaten Kukar.

Di sisi lain, pembangunan dan pengembangan IKN di Kaltim merupakan salah satu perwujudan dan realisasi pemerintah dalam mewujudkan pemerataan dan pergerakan ekonomi di luar kawasan pulau Jawa, termasuk peluang penyerapan dan kesempatan kerja bagi masyarakat yang berada di Kaltim.

Ia juga menyampaikan bahwa seiring dengan pembangunan dan pengembangan IKN di Kaltim, salah satunya di Kabupaten Kukar, diharapkan mampu mempertahankan kearifan lokal. Serta  dapat menjaga nilai keberagaman suku bangsa sesuai makna kata Nusantara yang melekat pada nama Ibu Kota Negara.

Selain itu juga, ia berharap, program pembangunan IKN juga diiringi dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal, sehingga mereka dapat ikut serta membangun IKN dan mempersiapkan diri dalam mengikuti persaingan yang sehat.

“Diharapkan mampu meningkatkan kemampuan SDM masyarakat lokal, sehingga memiliki daya saing tingkat nasional maupun global,” tuturnya.

Lebih lanjut, Marthen juga menyebutkan bahwa organisasi IKAT Kabupaten Kukar pun terus menghimbau kepada seluruh masyarakat Toraja, baik yang berada di Kaltim, maupun di luar, agar saling bahu membahu untuk menjaga stabilitas keamanan, serta bekerjasama dengan masyarakat untuk mendukung implementasi dan realisasi pembangunan dan pengembangan IKN di Kaltim.

“IKAT Kabupaten Kukar juga menyarankan dan mendorong agar pemerintah melalui MPR untuk menerbitkan kebijakan atau TAP MPR terkait pembangunan dan pengembangan IKN di Kaltim. Sehingga dapat menjamin keberlanjutan pelaksanaan IKN secara berkesinambungan dan jangka panjang,” pungkasnya. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories