Hy-Tech (Hybrid Cultivation Technology): Teknologi Inovatif Budidaya Udang Dengan Konsep Renewable Energy Sebagai Inovasi Ramah Lingkungan Guna Mewujudkan SDGS 2030 .

Khakam Ma’ruf, Universitas Negeri Yogyakartahakammaruf70@gmail.com.

Karya ini menjadi Pemenang 5, dalam Kompetisi Penulisan Artikel Energi Baru Terbarukan, Piala Menteri ESDM RI 2021.

Pengantar

Indonesia sebuah negera kepulauan terbesar yang menyuguhkan berbagai macam kekayaan dan potensi alam di dalamnya. Hampir 75 persen dari seluruh wilayah Indonesia merupakan perairan, pesisir, dan lautan. Kondisi tersebut membuat Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang sangat tinggi di sektor budi daya termasuk dalam budi daya udang. Saat ini tingkat konsumsi udang dalam negeri mencapai 353.544 ribu ton pada 2017 lalu dan pada tahun 2018 naik sekitar 31 persen menjadi 463.777 ribu ton.

Penggunaan tambak menjadi salah satu metode yang paling sering digunakan untuk budi daya udang. Namun dalam praktiknya, pembudidayaan membutuhkan perlakuan khusus dengan penambahan oksigen terlarut atau dissolved oxygen. Secara mekanis oksigen dalam air dapat ditingkatkan menggunakan metode kincir air. Semakin luas kincir akan semakin banyak air yang disemburkan keatas untuk menangkap oksigen. Di sisi lain penggunaan kincir air semakin besar kincir mengonsumsi bahan bakar yang cukup besar pula untuk menggerakkannya.

Ketersediaan dan harga BBM menjadi salah satu kesulitan pemilik tambak, terlebih kebutuhan terbesar masih di pengaruhi pengunaan BBM. Penggunaan BBM dapat menyebabkan pencemaran seperti gas buangan hasil pembakaran dan kebocoran minyak sehingga mempengaruhi kualitas ekosistem tambak dan mengancam kurangnya optimalisasi hasil panen.

Konsumsi BBM yang banyak akan berdampak terhadap ketersediaan sumber energi. Kebutuhan energi merupakan point ke 7 dari tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), kondisi saat ini kebutuhan energi semakin meningkat, namun tidak sebanding dengan pasokan sumber energi atau dapat di simpulkan bahwa energi yang digunakan tidak dibarengi dengan cadangan energi terbarukan.

Sejalan dengan hal tersebut berdasarkan data Kementrian ESDM, Energi ramah lingkungan yang memiliki potensi cukup besar di Indonesia berupa energi angin 60,6 GW, dan energi surya 207,8 GW (Kementrian ESDM, 2019) Kedua konsep energi ini apabila dikembangkan pada aerator tambak udang akan berdampak positif bagi sosial ekonomi masyarakat, karena tidak perlu untuk membeli bahan bakar minyak dan dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

Pada umumnya, pemilik tambak menggunakan kincir air bertenaga diesel untuk memaksa proses difusi oksigen pada tambaknya. Menelaah realita tersebut, penulis menawarkan suatu inovasi dalam penyediaan energi terbarukan melalui Hy-Tech (Hybrid Cultivation Technology). Inovasi ini dapat diaplikasikan pada budi daya udang dengan cara memanfaatkan energi surya dan energi angin pada budi daya udang.

Pemanfaatan dua jenis energi tersebut dapat dimanfaatkan dengan mengaplikasikan Solar Cell dan Turbin Selain itu, Hy-Tech ini memiliki konsep budi daya yang lebih terkontrol dalam segi kualitas air, suhu, kadar Ph, oksigen, dan zat-zat lain karena setiap jenis ikan memerlukan perlakuan khusus. Hy-Tech ini disusun secara otomatis dengan mikrokontroler dan terintegrasi Internet Of Things (IoT) yang terhubung pada Smartphone.

Desain Teknologi HyTech

Hy-Tech didesain praktis, ap likatif, dan inovatif untuk memudahkan dalam budi daya udang dengan komponen-komponen sebagai berikut:

1. Solar Cell (Sel surya)

Solar cell merupakan komponen aktif (Semikonduktor) yang memanfaatkan efek fotovoltaik untuk merubah energi surya menjadi energi listrik. Prinsip kerjanya apabila permukaan solar cell dikenai cahaya, maka dihasilkan pasangan electron dan hole. Electron akan meninggalkan solar cell kemudian mengalir pada rangkaian luar sehingga timbul arus listrik.

2.Turbin Angin VAWT

Turbin angin merupakan teknologi energi alternatif yang mampu mengkonversi energi angin menjadi energi listrik. Vertical Axis Wind Turbine (VAWT) merupakan turbin angin sumbu tegak yang gerakan poros dan rotor sejajar dengan arah angin, sehingga rotor dapat berputar pada semua arah angin. VAWT mempunyai kelebihan yaitu memiliki torsi tinggi sehingga dapat berputar pada kecepatan angin rendah.

3.Pengatur Listrik (Controller)

Pengatur listrik terdiri dari komponen seperti inverter, penstabil tegangan, dan kontroler. Inverter adalah sebuah rangkaian elektronika yang digunakan untuk mengubah tegangan DC menjadi tegangan AC. Prinsip kerja dari sebuah inverter adalah menggabungkan sebuah rangkaian multivibrator yang dihubungkan dengan sebuah transformator penaik tegangan (Step up).

4.Pompa Sumersible

Pompa celup (submersible pump) adalah jenis pompa yang yang di rancang bekerja di dalam air atau cairan. Cara kerjanya mendorong sumber air ke permukaan berkat adanya perangkat Impeller yang memutar di dalam casing. Putaran tersebut dihasilkan oleh motor listrik yang berada didalam mesin. Pompa ini banyak digunakan pada sistem drainase, sumur bor, irigasi pertanian, dan kolam perikanan (Amsari,2019).

5.Mikrokontroler NodeMCU

NodeMCU merupakan salah satu bagian dari keluarga ESP8266 yang sudah dilengkapi dengan minimum system serta usb uart yang memudahkan kita untuk menggunakan dan memasukan program pada modul tersebut. Dengan beragam kelebihan tersebut membuat modul ini sangat cocok untuk kalian pilih sebagai mikrokontroler system IoT (Internet of Thing) tanpa ribet memasangkan usb uart ke perangkat modul ESP8266 tersebut (Rahmat, 2020).

6.Internet of Things

Internet of Things (IoT) merupakan sebuah konsep di mana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan adanya interaksi dari manusia ke manusia atau dari manusia ke komputer (Burange & Misalkar, 2015).

Internet of Things (IoT) menggunakan beberapa teknologi yang secara garis besar digabungkan menjadi satu kesatuan, diantaranya sensor sebagai pembaca data, koneksi internet dengan bebarapa macam topologi jaringan, Radio Frequency Identification (RFID), wireless sensor network dan teknologi yang terus akan bertambah sesuai dengan kebutuhan (C. Wang et al., 2013).

1. Hy-Tech ber-penggerak tenaga listrik yang di hasilkan dari energi Hybrid yaitu Solar cell yang memanfaatkan panas matahari dan Turbin VAWT dengan tenaga angin.

2. Setelah Hy-Tech mendapat energi listrik, maka mesin akan menyala. Pada saat mesin pompa submersibel menyala maka sensor suhu, sensor pH, dan sensor kadar oksigen akan berkerja.

3. Sistem vakum akan bekerja untuk menghasilkan oksigen (gelembung) dengan cara kerja yaitu air keluar dari pompa air submersible dan masuk ke sistem vakum. Pada ruang vakum 1, air bercampur dengan udara karena adanya gaya vakum, sedangkan ruang vakum 2 juga terjadi gaya vakum yang menghisap udara. Setelah itu, oksigen (gelembung) muncul lebih banyak karena melewati 2 sistem vakum yang nantinya dimanfaatkan sebagai penyuplai oksigen bagi ikan.

4. Hasil dari sensor suhu, sensor pH, dan sensor kadar oksigen (nomor 2) dapat di baca melaui smartphone untuk mengetahui kualitas air dan pembudidaya dapat memantau jika ada masalah pada Hy-Tech dengan mudah serta lebih efisien.

Keunggulan Hy-Tech sebagai penyuplai oksigen untuk budi daya udang, antara lain:

1. Tidak menimbukan polusi dan merupakan energi alternatif yang ramah lingkungan.

2. Energi terbarukan (Renewable Energy).

3. Sistem berbasis Internet Of Things (IoT).

4. Cara perawatan dan penggunaan alat yang mudah karena berbasis controller yang hanya membutuhkan satu orang operator.

5. Waktu yang lebih optimal dan dapat digunakan dalam waktu lama karena tidak mengalami over head.

6. Harga mesin yang lebih terjangkau untuk para pembudidaya dan kalangan pengusaha skala UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

Inovasi pemanfaatan energi surya dan energi angin pada Hy-Tech aerator ini dapat diterapkan dengan memasang panel surya pada kolam budi daya tambak untuk menyerap energi panas matahari. Sedangkan turbin angin VAWT tipe Squirrel Cage Darieus yang digunakan untuk memanfaatkan energi angin.

Rancangan ini dapat dimanfaatkan sebagai tenaga penggerak aerator tambak udang dan unit penerangan. Hy-Tech merupakan solusi teknologi ramah lingkungan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan mengatasi krisis BBM dalam budi daya udang.

Selain itu, Hy-Tech terintegrasi dengan Internet Of Things (IoT) di Smartphone ini diharapkan lebih memudahkan para pembudidaya untuk mengontrol kondisi tambak dengan praktis. Efektivitas tersebut membuat produktivitas budi daya udang meningkat sehingga pendapatan dengan sistem intensif lebih tinggi untuk menaikkan kesejahteraan para pembudidaya guna mendorong revolusi Industri 4.0.

Langkah strategis untuk merealisasikan Hy-Tech (Smart Fishery Technology) ini, dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. Dimulai dari penulis yang melakukan penelitian lanjutan supaya ide yang dibuat dapat menjadi teknologi alternatif pada budi daya udang. Selanjutnya, diperlukan dukungan dari pihak pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya dalam membantu menciptakan teknologi alternatif ini sebagai solusi mengurangi pencemaran lingkungan dan mengatasi krisis energi. (*)

DAFTAR PUSTAKA

1. Amsari, I. 2019. Analisa Unjuk Kerja Pompa Submersible Kapasitas 100 L/Detik Head 18 M Putaran 1500 RPM dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance. http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/160 15. Diakses tanggal 15 April 2021.

2. Andi, R. Dkk. 2013. Rancang Bangun Turbin Angin Vertikal Jenis Savonius Dengan Integrasi Obstacle Untuk Memperoleh Daya Maksimum. Jurnal Teknik Pomits, 1(1):Pp. 1-7.

3. Burange, A. W., & Misalkar, H. D. (2015). “Review of Internet of Things in Development of Smart Cities with Data Management & Privacy” in Computer Engineering and Applications (ICACEA), 2015 International Conference on Advance s in, pp. 189-195.Dahuri, R. (2013) Keanekaragaman Hayati Laut: Aset Pembangunan Berkelanjutan Indonesia. Gramedia. Jakarta.

4. Efendi, Y. 2018. Internet Of Things (IOT) Sistem Pengendalian Lampu Menggunakan Raspberry PI Berbasis Mobile. Jurnal Ilmiah Komputer, 4(1): pp. 19-26.

5. Marnoto, Tjukup. 2010. Peranan Kincir Angin Axis Vertikal Tipe Baru untuk Generator Listrik Tenaga Angin. Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan” Pengembangan Teknologi Kimia untuk Pengolahan Sumberdaya Alam Indonesia. Jurusan Teknik Kimia, UPNV Yogyakarta.

6. Rahmat, A. 2020. https://kelasrobot.com/apa-itu-nodemcu-esp8266-bagaimanacara-pakenya/, Diakses tanggal 15 April 2021.

7. Sahrijanna, Andi., Sahabbudin. 2014. Kajian Kualitas Air Pada Budi daya Vename (Litopenaeus vannamei) dengan Sistem Pergiliran Pakan di Tambak Intensif. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2014.

8. Salmin. 2015. Oksigen Terlarut (DO) dan Kebutuhan Oksigen Biologi (BOD) sebagai Salah Satu Indikator untuk Menentukan Kualitas Perairan. Oseana, 30(3):pp. 21-26.

9. Suherman, Y. 2018. Cara Kerja Motor Controller. Https://Showroommobil.Co.Id/Info-Mobil/Cara-Kerja-Motor-ControllerPada-Mobil-Listrik-Dan-Fungsinya/. Diakses tanggal 14 April 2021.

10. Wang, C., Daneshmand, M., Dohler, M., Mao, X., Hu, R. Q., & Wang, H. (2013). Guest Editorial – Special issue on internet of things (IoT): Architecture, protocols and services. IEEE Sensors Journal, 13 (10):pp. 3505–3508.

11. Widyanto, S. W. dkk. 2018. Pemanfaatan Tenaga Angin Sebagai Pelapis Energi Surya Pada Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid Di Pulau Wangi-Wangi.Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi,Jakarta: 17 Oktober 2018. pp. 1-12

]]> .
Khakam Ma’ruf, Universitas Negeri Yogyakartahakammaruf70@gmail.com.

Karya ini menjadi Pemenang 5, dalam Kompetisi Penulisan Artikel Energi Baru Terbarukan, Piala Menteri ESDM RI 2021.

Pengantar

Indonesia sebuah negera kepulauan terbesar yang menyuguhkan berbagai macam kekayaan dan potensi alam di dalamnya. Hampir 75 persen dari seluruh wilayah Indonesia merupakan perairan, pesisir, dan lautan. Kondisi tersebut membuat Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang sangat tinggi di sektor budi daya termasuk dalam budi daya udang. Saat ini tingkat konsumsi udang dalam negeri mencapai 353.544 ribu ton pada 2017 lalu dan pada tahun 2018 naik sekitar 31 persen menjadi 463.777 ribu ton.

Penggunaan tambak menjadi salah satu metode yang paling sering digunakan untuk budi daya udang. Namun dalam praktiknya, pembudidayaan membutuhkan perlakuan khusus dengan penambahan oksigen terlarut atau dissolved oxygen. Secara mekanis oksigen dalam air dapat ditingkatkan menggunakan metode kincir air. Semakin luas kincir akan semakin banyak air yang disemburkan keatas untuk menangkap oksigen. Di sisi lain penggunaan kincir air semakin besar kincir mengonsumsi bahan bakar yang cukup besar pula untuk menggerakkannya.

Ketersediaan dan harga BBM menjadi salah satu kesulitan pemilik tambak, terlebih kebutuhan terbesar masih di pengaruhi pengunaan BBM. Penggunaan BBM dapat menyebabkan pencemaran seperti gas buangan hasil pembakaran dan kebocoran minyak sehingga mempengaruhi kualitas ekosistem tambak dan mengancam kurangnya optimalisasi hasil panen.

Konsumsi BBM yang banyak akan berdampak terhadap ketersediaan sumber energi. Kebutuhan energi merupakan point ke 7 dari tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), kondisi saat ini kebutuhan energi semakin meningkat, namun tidak sebanding dengan pasokan sumber energi atau dapat di simpulkan bahwa energi yang digunakan tidak dibarengi dengan cadangan energi terbarukan.

Sejalan dengan hal tersebut berdasarkan data Kementrian ESDM, Energi ramah lingkungan yang memiliki potensi cukup besar di Indonesia berupa energi angin 60,6 GW, dan energi surya 207,8 GW (Kementrian ESDM, 2019) Kedua konsep energi ini apabila dikembangkan pada aerator tambak udang akan berdampak positif bagi sosial ekonomi masyarakat, karena tidak perlu untuk membeli bahan bakar minyak dan dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

Pada umumnya, pemilik tambak menggunakan kincir air bertenaga diesel untuk memaksa proses difusi oksigen pada tambaknya. Menelaah realita tersebut, penulis menawarkan suatu inovasi dalam penyediaan energi terbarukan melalui Hy-Tech (Hybrid Cultivation Technology). Inovasi ini dapat diaplikasikan pada budi daya udang dengan cara memanfaatkan energi surya dan energi angin pada budi daya udang.

Pemanfaatan dua jenis energi tersebut dapat dimanfaatkan dengan mengaplikasikan Solar Cell dan Turbin Selain itu, Hy-Tech ini memiliki konsep budi daya yang lebih terkontrol dalam segi kualitas air, suhu, kadar Ph, oksigen, dan zat-zat lain karena setiap jenis ikan memerlukan perlakuan khusus. Hy-Tech ini disusun secara otomatis dengan mikrokontroler dan terintegrasi Internet Of Things (IoT) yang terhubung pada Smartphone.

Desain Teknologi Hy-Tech

Hy-Tech didesain praktis, ap likatif, dan inovatif untuk memudahkan dalam budi daya udang dengan komponen-komponen sebagai berikut:

1. Solar Cell (Sel surya)

Solar cell merupakan komponen aktif (Semikonduktor) yang memanfaatkan efek fotovoltaik untuk merubah energi surya menjadi energi listrik. Prinsip kerjanya apabila permukaan solar cell dikenai cahaya, maka dihasilkan pasangan electron dan hole. Electron akan meninggalkan solar cell kemudian mengalir pada rangkaian luar sehingga timbul arus listrik.

2.Turbin Angin VAWT

Turbin angin merupakan teknologi energi alternatif yang mampu mengkonversi energi angin menjadi energi listrik. Vertical Axis Wind Turbine (VAWT) merupakan turbin angin sumbu tegak yang gerakan poros dan rotor sejajar dengan arah angin, sehingga rotor dapat berputar pada semua arah angin. VAWT mempunyai kelebihan yaitu memiliki torsi tinggi sehingga dapat berputar pada kecepatan angin rendah.

3.Pengatur Listrik (Controller)

Pengatur listrik terdiri dari komponen seperti inverter, penstabil tegangan, dan kontroler. Inverter adalah sebuah rangkaian elektronika yang digunakan untuk mengubah tegangan DC menjadi tegangan AC. Prinsip kerja dari sebuah inverter adalah menggabungkan sebuah rangkaian multivibrator yang dihubungkan dengan sebuah transformator penaik tegangan (Step up).

4.Pompa Sumersible

Pompa celup (submersible pump) adalah jenis pompa yang yang di rancang bekerja di dalam air atau cairan. Cara kerjanya mendorong sumber air ke permukaan berkat adanya perangkat Impeller yang memutar di dalam casing. Putaran tersebut dihasilkan oleh motor listrik yang berada didalam mesin. Pompa ini banyak digunakan pada sistem drainase, sumur bor, irigasi pertanian, dan kolam perikanan (Amsari,2019).

5.Mikrokontroler NodeMCU

NodeMCU merupakan salah satu bagian dari keluarga ESP8266 yang sudah dilengkapi dengan minimum system serta usb uart yang memudahkan kita untuk menggunakan dan memasukan program pada modul tersebut. Dengan beragam kelebihan tersebut membuat modul ini sangat cocok untuk kalian pilih sebagai mikrokontroler system IoT (Internet of Thing) tanpa ribet memasangkan usb uart ke perangkat modul ESP8266 tersebut (Rahmat, 2020).

6.Internet of Things

Internet of Things (IoT) merupakan sebuah konsep di mana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan adanya interaksi dari manusia ke manusia atau dari manusia ke komputer (Burange & Misalkar, 2015).

Internet of Things (IoT) menggunakan beberapa teknologi yang secara garis besar digabungkan menjadi satu kesatuan, diantaranya sensor sebagai pembaca data, koneksi internet dengan bebarapa macam topologi jaringan, Radio Frequency Identification (RFID), wireless sensor network dan teknologi yang terus akan bertambah sesuai dengan kebutuhan (C. Wang et al., 2013).

1. Hy-Tech ber-penggerak tenaga listrik yang di hasilkan dari energi Hybrid yaitu Solar cell yang memanfaatkan panas matahari dan Turbin VAWT dengan tenaga angin.

2. Setelah Hy-Tech mendapat energi listrik, maka mesin akan menyala. Pada saat mesin pompa submersibel menyala maka sensor suhu, sensor pH, dan sensor kadar oksigen akan berkerja.

3. Sistem vakum akan bekerja untuk menghasilkan oksigen (gelembung) dengan cara kerja yaitu air keluar dari pompa air submersible dan masuk ke sistem vakum. Pada ruang vakum 1, air bercampur dengan udara karena adanya gaya vakum, sedangkan ruang vakum 2 juga terjadi gaya vakum yang menghisap udara. Setelah itu, oksigen (gelembung) muncul lebih banyak karena melewati 2 sistem vakum yang nantinya dimanfaatkan sebagai penyuplai oksigen bagi ikan.

4. Hasil dari sensor suhu, sensor pH, dan sensor kadar oksigen (nomor 2) dapat di baca melaui smartphone untuk mengetahui kualitas air dan pembudidaya dapat memantau jika ada masalah pada Hy-Tech dengan mudah serta lebih efisien.

Keunggulan Hy-Tech sebagai penyuplai oksigen untuk budi daya udang, antara lain:

1. Tidak menimbukan polusi dan merupakan energi alternatif yang ramah lingkungan.

2. Energi terbarukan (Renewable Energy).

3. Sistem berbasis Internet Of Things (IoT).

4. Cara perawatan dan penggunaan alat yang mudah karena berbasis controller yang hanya membutuhkan satu orang operator.

5. Waktu yang lebih optimal dan dapat digunakan dalam waktu lama karena tidak mengalami over head.

6. Harga mesin yang lebih terjangkau untuk para pembudidaya dan kalangan pengusaha skala UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

Inovasi pemanfaatan energi surya dan energi angin pada Hy-Tech aerator ini dapat diterapkan dengan memasang panel surya pada kolam budi daya tambak untuk menyerap energi panas matahari. Sedangkan turbin angin VAWT tipe Squirrel Cage Darieus yang digunakan untuk memanfaatkan energi angin.

Rancangan ini dapat dimanfaatkan sebagai tenaga penggerak aerator tambak udang dan unit penerangan. Hy-Tech merupakan solusi teknologi ramah lingkungan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan mengatasi krisis BBM dalam budi daya udang.

Selain itu, Hy-Tech terintegrasi dengan Internet Of Things (IoT) di Smartphone ini diharapkan lebih memudahkan para pembudidaya untuk mengontrol kondisi tambak dengan praktis. Efektivitas tersebut membuat produktivitas budi daya udang meningkat sehingga pendapatan dengan sistem intensif lebih tinggi untuk menaikkan kesejahteraan para pembudidaya guna mendorong revolusi Industri 4.0.

Langkah strategis untuk merealisasikan Hy-Tech (Smart Fishery Technology) ini, dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. Dimulai dari penulis yang melakukan penelitian lanjutan supaya ide yang dibuat dapat menjadi teknologi alternatif pada budi daya udang. Selanjutnya, diperlukan dukungan dari pihak pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya dalam membantu menciptakan teknologi alternatif ini sebagai solusi mengurangi pencemaran lingkungan dan mengatasi krisis energi. (*)

DAFTAR PUSTAKA

1. Amsari, I. 2019. Analisa Unjuk Kerja Pompa Submersible Kapasitas 100 L/Detik Head 18 M Putaran 1500 RPM dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance. http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/160 15. Diakses tanggal 15 April 2021.

2. Andi, R. Dkk. 2013. Rancang Bangun Turbin Angin Vertikal Jenis Savonius Dengan Integrasi Obstacle Untuk Memperoleh Daya Maksimum. Jurnal Teknik Pomits, 1(1):Pp. 1-7.

3. Burange, A. W., & Misalkar, H. D. (2015). “Review of Internet of Things in Development of Smart Cities with Data Management & Privacy” in Computer Engineering and Applications (ICACEA), 2015 International Conference on Advance s in, pp. 189-195.Dahuri, R. (2013) Keanekaragaman Hayati Laut: Aset Pembangunan Berkelanjutan Indonesia. Gramedia. Jakarta.

4. Efendi, Y. 2018. Internet Of Things (IOT) Sistem Pengendalian Lampu Menggunakan Raspberry PI Berbasis Mobile. Jurnal Ilmiah Komputer, 4(1): pp. 19-26.

5. Marnoto, Tjukup. 2010. Peranan Kincir Angin Axis Vertikal Tipe Baru untuk Generator Listrik Tenaga Angin. Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan” Pengembangan Teknologi Kimia untuk Pengolahan Sumberdaya Alam Indonesia. Jurusan Teknik Kimia, UPNV Yogyakarta.

6. Rahmat, A. 2020. https://kelasrobot.com/apa-itu-nodemcu-esp8266-bagaimanacara-pakenya/, Diakses tanggal 15 April 2021.

7. Sahrijanna, Andi., Sahabbudin. 2014. Kajian Kualitas Air Pada Budi daya Vename (Litopenaeus vannamei) dengan Sistem Pergiliran Pakan di Tambak Intensif. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2014.

8. Salmin. 2015. Oksigen Terlarut (DO) dan Kebutuhan Oksigen Biologi (BOD) sebagai Salah Satu Indikator untuk Menentukan Kualitas Perairan. Oseana, 30(3):pp. 21-26.

9. Suherman, Y. 2018. Cara Kerja Motor Controller. Https://Showroommobil.Co.Id/Info-Mobil/Cara-Kerja-Motor-ControllerPada-Mobil-Listrik-Dan-Fungsinya/. Diakses tanggal 14 April 2021.

10. Wang, C., Daneshmand, M., Dohler, M., Mao, X., Hu, R. Q., & Wang, H. (2013). Guest Editorial – Special issue on internet of things (IoT): Architecture, protocols and services. IEEE Sensors Journal, 13 (10):pp. 3505–3508.

11. Widyanto, S. W. dkk. 2018. Pemanfaatan Tenaga Angin Sebagai Pelapis Energi Surya Pada Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid Di Pulau Wangi-Wangi.Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi,Jakarta: 17 Oktober 2018. pp. 1-12
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories