HUT Ke-58, TASPEN Optimistis Menuju Kinerja Pelayanan Dan Investasi Yang Lebih Prima

Esa hilang, dua terbilang. Menginjak usianya di tahun ke-58, PT TASPEN (Persero) tetap tumbuh meski pandemi menghadang.

Bermodalkan Good Corporate Governance, perseroan optimistis tahun 2021 akan menjadi titik balik, menuju kinerja pelayanan dan investasi yang lebih prima.

Genap setahun pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro masih berlangsung, guna menyetop laju penularan virus tersebut.

Namun, hal itu tidak lantas menyurutkan semangat dirgahayu PT TASPEN yang berulang tahun ke-58 tahun pada 17 April 2021.

Alih-alih menggelar selebrasi, perseroan justru terjun langsung ke lapangan, untuk terlibat secara pro aktif dalam upaya penanggulangan pandemi bersama pemerintah.

Dengan mendukung vaksinasi gratis untuk 2.500 lanjut usia di Jakarta, serta menyerahkan sejumlah mobil ambulans untuk Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam upaya penanganan Covid-19 pada Maret lalu.

Meski tanpa perayaan seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Direktur Utama TASPEN, ANS Kosasih menegaskan bahwa, semangat dirgahayu perseroan kali ini tetap dirasakan secara hikmat oleh seluruh awak. Ini harus jadi momentum bersama, untuk mengevaluasi kinerja masing-masing, demi mewujudkan kesejahteraan peserta.

“Kami sangat bersyukur, di tengah pandemi seperti sekarang, TASPEN tetap mampu membuahkan kinerja yang positif, baik dari kinerja operasional, keuangan maupun investasi. Semua ini dapat dicapai karena prinsip AKHLAK, PAHALA dan Good Corporate Governance (GCG) dalam seluruh kegiatan investasi dan operasional kami,” jelas Kosasih.

Pada Tahun 2020, TASPEN melaunching AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) sebagai nilai-nilai utama (core values). Sesuai amanah Menteri BUMN dalam Surat Edaran Nomor SE-7/MBU/07/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang Nilai-Nilai Utama (Core Values) Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara.

Untuk menanamkan nilai-nilai budaya agar menjadi pedoman berkarya bagi seluruh insan, TASPEN telah membentuk tim internalisasi “AKHLAK”, change leader sebagai role model dan change agent di semua unit kerja sebagai katalisator yang memiliki tanggung jawab dalam menjalankan dan menginternalisasikan nilai-nilai dan program budaya perusahaan.

 

Kosasih menjelaskan, prinsip AKHLAK, PAHALA (Pastikan Aman, Hasil, Andal, Likuid dan Antisipatif) dan Good Corporate Governance (GCG) dilakukan dalam seluruh kegiatan investasi dan operasional perseroan.

Dalam menentukan instrumen investasi, selain memastikan investasinya aman, juga selalu memberikan imbal hasil yang tinggi, andal pengelolannya, likuiditasnya memadai, dan selalu antisipatif terhadap volatilitas pasar.

Kosasih optimistis, TASPEN dapat mempertahankan kinerja yang prima. Kinerja investasi diyakini menjadi motor penggerak kinerja Perseroan secara menyeluruh.

Jika dibandingkan dengan entitas regional, kinerja imbal hasil investasi PT Taspen tidak kalah cemerlang.

Perseroan mampu menunjukkan kinerja terbaik jika dibandingkan dengan enam entitas lain, yang juga mengelola dana pensiun bagi aparatur sipil (civil servants), yakni dari Singapura, Malaysia, Thailand, Korea, Jepang, dan bahkan Amerika Serikat.

Dalam memberikan layanan terbaik, Perseroan terus mendekatkan diri pada pesertanya melalui 57 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain itu, TASPEN juga hadir dalam Mal Pelayanan Publik yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Dalam kondisi pandemi seperti saat ini, TASPEN juga telah menyiapkan layanan berbasis digital untuk memudahkan peserta dalam mengajukan klaim.

TASPEN menghadirkan Layanan TASPEN PESONA (TASPEN Tangap Andal Selamatkan Pensiunan dengan Pelayanan Bebas Corona) melalui layanan e-klim TASPEN, TASPEN Care dan TASPEN Otentikasi.

Mengutamakan GCG

TASPEN berkomitmen untuk membangun iklim bisnis yang benar, adil, dan sehat, sesuai dengan prinsip GCG.

Penerapan prinsip GCG, menurut Kosasih, memiliki manfaat untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha. Terpenting, itu merupakan bentuk pertanggungjawaban TASPEN kepada stakeholder dan peserta.

“Sebagai Penyelenggara Jaminan Sosial, TASPEN wajib memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai dengan arah tujuan, mekanisme yang benar dan adil, transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab,” ujar Kosasih.

 

Penerapan Prinsip GCG yang diterapkan PT TASPEN (Persero) berdasar atas prinsip Transparansi (Transparency), Akuntabilitas (Accountability), Pertanggungjawaban (Responsibility), Kemandirian (Independency) dan Kewajaran (Fairness).

Bukti nyata atas penerapan GCG yang konsisten pada TASPEN terlihat pada peningkatan pencapain skor assessment GCG dari tahun ke tahun dengan kategori sangat baik.

Pada tahun 2019 skor GCG TASPEN sebesar 97,00 (sangat baik) dan di tahun 2020 meningkat menjadi 97,07 (sangat baik).

TASPEN juga menerapkan prinsip yang sama ketika mengelola sejumlah anak usahanya, termasuk Taspen Life dan Taspen Property.

Begitu pun pada strategi dan kebijakan TASPEN yang memprioritaskan keamanan berinvestasi untuk mencapai manfaat optimal bagi peserta. Sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dan sosial Indonesia.

TASPEN berkomitmen selalu menerapkan prinsip kehati-hatian, guna menjamin keamanan dana investasi yang dikelolanya.

TASPEN menilai strategi investasi lebih baik bersifat konservatif. Portfolio investasi diarahkan kepada instrumen-instrumen yang memiliki karakter safe haven.

Kontribusi TASPEN untuk Indonesia

Sebagai BUMN yang semakin besar dan matang, TASPEN menunjukkan komitmen dalam memberikan kontribusi pada Tanah Air.

Hal tersebut tampak pada program-program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dengan baik.

Dalam menjalankan setiap kegiatan CSR, Perseroan berupaya mengedepankan prinsip transparansi dan integritas sesuai prinsip GCG sebagai landasan.

Komitmen TASPEN dalam menyelenggarakan tanggung jawab sosial perusahaan dituangkan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Tujuannya, mengakomodasi kebutuhan masyarakat di sekitar lingkungan operasional perseroan dan kantor cabang.

 

Di masa pandemi Covid -19, TASPEN telah beberapa kali menggelar program tanggung jawab sosial perusahaan, di antaranya pemberian vaksinasi gratis terhadap 2.500 lansia di DKI Jakarta, dan penyerahan bantuan ambulans untuk Polri dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dalam pemberian vaksinasi gratis untuk lansia di Kolese Kanisius Jakarta pada 8-9 Maret 2021, TASPEN mengambil bagian dalam persiapan, pengadaan sarana dan prasarana pendukung. Serta pelaksanaan pemberian vaksin, yang telah disediakan gratis sebagai dukungan terhadap pemerintah dalam mengatasi Covid-19 di Indonesia.

Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024 Budi Gunadi Sadikin, dan Ketua Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius Jakarta Juanito Tiwow ikut hadir dalam kegiatan tersebut.

“TASPEN sebagai BUMN Asuransi Sosial terbesar di Indonesia yang setiap harinya mengurus Pensiunan Aparatur Sipil Negara sangat tergerak untuk mendukung acara vaksinasi lansia ini,” papar Kosasih.

“Apalagi, sebagai dalam gerakan ‘BUMN untuk Indonesia’, kami sangat mendukung upaya pemerintah, khususnya Kementerian BUMN untuk memvaksinasi sebanyak-banyaknya insan Indonesia. Terutama, kaum lansia yang rentan terhadap risiko terpapar virus Corona,” lanjutnya.

Pada kesempatan lain, TASPEN juga menyerahkan bantuan berupa dua unit mobil ambulans kepada Polri dan BKN sebagai bentuk dukungan dalam upaya percepatan penanganan Covid-19.

 

Pemberian mobil tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam kegiatan operasional pelayanan pemulasaraan jenazah, serta pelayanan kesehatan bagi Aparatur Sipil Negara dan Purnabakti di Kantor Pusat BKN.

Kiprah Perusahaan

TASPEN yang bernama resmi PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero) didirikan pada 17 April 1963 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1963, dengan status Perusahaan Negara (PN).

Dalam perjalanannya, PN TASPEN mengalami pengembangan sesuai dengan tujuan pendiriannya, serta tantangan dan peluang yang dihadapinya.

Pada tahun 1970, PN TASPEN berubah bentuk menjadi PERUM TASPEN, dan, kemudian menjadi Perseroan pada tahun 1981, berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 26 tahun 1981, yang sekaligus resmi menjadi PT TASPEN (Persero), yang menyelenggarakan Program Tabungan Hari Tua (THT) dan Program Pensiun.

Berangsur-angsur, TASPEN menjelma menjadi penyelenggara pembayaran pensiunan di bawah naungan negara.

Di tahun 2014, perseroan didaulat sebagai perusahaan yang melayani jaminan sosial bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Tahun berikutnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2015, TASPEN dipercaya untuk mengelola program asuransi sosial, meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Hal tersebut mendesak TASPEN agar lebih kompetitif dan inovatif, sebagai perseroan yang 100 persen dimiliki pemerintah dalam memberikan pelayanan pada jutaan ASN di Tanah Air.

Melalui ragam inovasi, seperti digital-based service, layanan klaim otomatis, layanan kunjungan nasabah, hingga layanan klaim satu jam yang telah memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015.

TASPEN berkomitmen senantiasa untuk meningkatkan layanan bagi ASN dan pejabat negara. Tak ayal, penghargaan demi penghargaan pun dialamatkan pada TASPEN, di antaranya Penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang “Integritas Sektor Publik di Indonesia,” di mana TASPEN dinyatakan sebagai unit pelayanan publik terbaik ketiga untuk kategori instansi.

 

Bahkan, perseroan juga sempat menyabet gelar “The Best Technology Innovation of Financial Service Sector” pada ajang BUMN Innovation Expo & Award 2013.

Pengalaman TASPEN kian terbukti dalam memberikan pelayanan program asuransi sosial bagi ASN dan pejabat negara.

Hari ini, TASPEN mempunyai empat produk utama, yakni Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Program Tabungan Hari Tua (THT), Program Pensiun, dan Program Jaminan Kematian (JKM).

JKK adalah layanan perlindungan atas risiko kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja, meliputi perawatan, santunan, dan tunjangan cacat.

THT merupakan program asuransi dwiguna, yakni tabungan untuk pensiun ditambah dengan asuransi kematian. Sedangkan Program Pensiun adalah program penghasilan yang diterima oleh penerima pensiun tiap bulan, sebagai jaminan hari tua dan penghargaan atas pengabdiannya pada negara.

Sementara JKM merupakan program perlindungan atas risiko kematian bukan akibat kecelakaan kerja, berupa santunan kematian. [TIM]

]]> Esa hilang, dua terbilang. Menginjak usianya di tahun ke-58, PT TASPEN (Persero) tetap tumbuh meski pandemi menghadang.

Bermodalkan Good Corporate Governance, perseroan optimistis tahun 2021 akan menjadi titik balik, menuju kinerja pelayanan dan investasi yang lebih prima.

Genap setahun pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro masih berlangsung, guna menyetop laju penularan virus tersebut.

Namun, hal itu tidak lantas menyurutkan semangat dirgahayu PT TASPEN yang berulang tahun ke-58 tahun pada 17 April 2021.

Alih-alih menggelar selebrasi, perseroan justru terjun langsung ke lapangan, untuk terlibat secara pro aktif dalam upaya penanggulangan pandemi bersama pemerintah.

Dengan mendukung vaksinasi gratis untuk 2.500 lanjut usia di Jakarta, serta menyerahkan sejumlah mobil ambulans untuk Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam upaya penanganan Covid-19 pada Maret lalu.

Meski tanpa perayaan seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Direktur Utama TASPEN, ANS Kosasih menegaskan bahwa, semangat dirgahayu perseroan kali ini tetap dirasakan secara hikmat oleh seluruh awak. Ini harus jadi momentum bersama, untuk mengevaluasi kinerja masing-masing, demi mewujudkan kesejahteraan peserta.

“Kami sangat bersyukur, di tengah pandemi seperti sekarang, TASPEN tetap mampu membuahkan kinerja yang positif, baik dari kinerja operasional, keuangan maupun investasi. Semua ini dapat dicapai karena prinsip AKHLAK, PAHALA dan Good Corporate Governance (GCG) dalam seluruh kegiatan investasi dan operasional kami,” jelas Kosasih.

Pada Tahun 2020, TASPEN melaunching AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) sebagai nilai-nilai utama (core values). Sesuai amanah Menteri BUMN dalam Surat Edaran Nomor SE-7/MBU/07/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang Nilai-Nilai Utama (Core Values) Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara.

Untuk menanamkan nilai-nilai budaya agar menjadi pedoman berkarya bagi seluruh insan, TASPEN telah membentuk tim internalisasi “AKHLAK”, change leader sebagai role model dan change agent di semua unit kerja sebagai katalisator yang memiliki tanggung jawab dalam menjalankan dan menginternalisasikan nilai-nilai dan program budaya perusahaan.

 

Kosasih menjelaskan, prinsip AKHLAK, PAHALA (Pastikan Aman, Hasil, Andal, Likuid dan Antisipatif) dan Good Corporate Governance (GCG) dilakukan dalam seluruh kegiatan investasi dan operasional perseroan.

Dalam menentukan instrumen investasi, selain memastikan investasinya aman, juga selalu memberikan imbal hasil yang tinggi, andal pengelolannya, likuiditasnya memadai, dan selalu antisipatif terhadap volatilitas pasar.

Kosasih optimistis, TASPEN dapat mempertahankan kinerja yang prima. Kinerja investasi diyakini menjadi motor penggerak kinerja Perseroan secara menyeluruh.

Jika dibandingkan dengan entitas regional, kinerja imbal hasil investasi PT Taspen tidak kalah cemerlang.

Perseroan mampu menunjukkan kinerja terbaik jika dibandingkan dengan enam entitas lain, yang juga mengelola dana pensiun bagi aparatur sipil (civil servants), yakni dari Singapura, Malaysia, Thailand, Korea, Jepang, dan bahkan Amerika Serikat.

Dalam memberikan layanan terbaik, Perseroan terus mendekatkan diri pada pesertanya melalui 57 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain itu, TASPEN juga hadir dalam Mal Pelayanan Publik yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Dalam kondisi pandemi seperti saat ini, TASPEN juga telah menyiapkan layanan berbasis digital untuk memudahkan peserta dalam mengajukan klaim.

TASPEN menghadirkan Layanan TASPEN PESONA (TASPEN Tangap Andal Selamatkan Pensiunan dengan Pelayanan Bebas Corona) melalui layanan e-klim TASPEN, TASPEN Care dan TASPEN Otentikasi.

Mengutamakan GCG

TASPEN berkomitmen untuk membangun iklim bisnis yang benar, adil, dan sehat, sesuai dengan prinsip GCG.

Penerapan prinsip GCG, menurut Kosasih, memiliki manfaat untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha. Terpenting, itu merupakan bentuk pertanggungjawaban TASPEN kepada stakeholder dan peserta.

“Sebagai Penyelenggara Jaminan Sosial, TASPEN wajib memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai dengan arah tujuan, mekanisme yang benar dan adil, transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab,” ujar Kosasih.

 

Penerapan Prinsip GCG yang diterapkan PT TASPEN (Persero) berdasar atas prinsip Transparansi (Transparency), Akuntabilitas (Accountability), Pertanggungjawaban (Responsibility), Kemandirian (Independency) dan Kewajaran (Fairness).

Bukti nyata atas penerapan GCG yang konsisten pada TASPEN terlihat pada peningkatan pencapain skor assessment GCG dari tahun ke tahun dengan kategori sangat baik.

Pada tahun 2019 skor GCG TASPEN sebesar 97,00 (sangat baik) dan di tahun 2020 meningkat menjadi 97,07 (sangat baik).

TASPEN juga menerapkan prinsip yang sama ketika mengelola sejumlah anak usahanya, termasuk Taspen Life dan Taspen Property.

Begitu pun pada strategi dan kebijakan TASPEN yang memprioritaskan keamanan berinvestasi untuk mencapai manfaat optimal bagi peserta. Sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dan sosial Indonesia.

TASPEN berkomitmen selalu menerapkan prinsip kehati-hatian, guna menjamin keamanan dana investasi yang dikelolanya.

TASPEN menilai strategi investasi lebih baik bersifat konservatif. Portfolio investasi diarahkan kepada instrumen-instrumen yang memiliki karakter safe haven.

Kontribusi TASPEN untuk Indonesia

Sebagai BUMN yang semakin besar dan matang, TASPEN menunjukkan komitmen dalam memberikan kontribusi pada Tanah Air.

Hal tersebut tampak pada program-program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dengan baik.

Dalam menjalankan setiap kegiatan CSR, Perseroan berupaya mengedepankan prinsip transparansi dan integritas sesuai prinsip GCG sebagai landasan.

Komitmen TASPEN dalam menyelenggarakan tanggung jawab sosial perusahaan dituangkan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Tujuannya, mengakomodasi kebutuhan masyarakat di sekitar lingkungan operasional perseroan dan kantor cabang.

 

Di masa pandemi Covid -19, TASPEN telah beberapa kali menggelar program tanggung jawab sosial perusahaan, di antaranya pemberian vaksinasi gratis terhadap 2.500 lansia di DKI Jakarta, dan penyerahan bantuan ambulans untuk Polri dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dalam pemberian vaksinasi gratis untuk lansia di Kolese Kanisius Jakarta pada 8-9 Maret 2021, TASPEN mengambil bagian dalam persiapan, pengadaan sarana dan prasarana pendukung. Serta pelaksanaan pemberian vaksin, yang telah disediakan gratis sebagai dukungan terhadap pemerintah dalam mengatasi Covid-19 di Indonesia.

Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024 Budi Gunadi Sadikin, dan Ketua Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius Jakarta Juanito Tiwow ikut hadir dalam kegiatan tersebut.

“TASPEN sebagai BUMN Asuransi Sosial terbesar di Indonesia yang setiap harinya mengurus Pensiunan Aparatur Sipil Negara sangat tergerak untuk mendukung acara vaksinasi lansia ini,” papar Kosasih.

“Apalagi, sebagai dalam gerakan ‘BUMN untuk Indonesia’, kami sangat mendukung upaya pemerintah, khususnya Kementerian BUMN untuk memvaksinasi sebanyak-banyaknya insan Indonesia. Terutama, kaum lansia yang rentan terhadap risiko terpapar virus Corona,” lanjutnya.

Pada kesempatan lain, TASPEN juga menyerahkan bantuan berupa dua unit mobil ambulans kepada Polri dan BKN sebagai bentuk dukungan dalam upaya percepatan penanganan Covid-19.

 

Pemberian mobil tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam kegiatan operasional pelayanan pemulasaraan jenazah, serta pelayanan kesehatan bagi Aparatur Sipil Negara dan Purnabakti di Kantor Pusat BKN.

Kiprah Perusahaan

TASPEN yang bernama resmi PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero) didirikan pada 17 April 1963 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1963, dengan status Perusahaan Negara (PN).

Dalam perjalanannya, PN TASPEN mengalami pengembangan sesuai dengan tujuan pendiriannya, serta tantangan dan peluang yang dihadapinya.

Pada tahun 1970, PN TASPEN berubah bentuk menjadi PERUM TASPEN, dan, kemudian menjadi Perseroan pada tahun 1981, berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 26 tahun 1981, yang sekaligus resmi menjadi PT TASPEN (Persero), yang menyelenggarakan Program Tabungan Hari Tua (THT) dan Program Pensiun.

Berangsur-angsur, TASPEN menjelma menjadi penyelenggara pembayaran pensiunan di bawah naungan negara.

Di tahun 2014, perseroan didaulat sebagai perusahaan yang melayani jaminan sosial bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Tahun berikutnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2015, TASPEN dipercaya untuk mengelola program asuransi sosial, meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Hal tersebut mendesak TASPEN agar lebih kompetitif dan inovatif, sebagai perseroan yang 100 persen dimiliki pemerintah dalam memberikan pelayanan pada jutaan ASN di Tanah Air.

Melalui ragam inovasi, seperti digital-based service, layanan klaim otomatis, layanan kunjungan nasabah, hingga layanan klaim satu jam yang telah memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015.

TASPEN berkomitmen senantiasa untuk meningkatkan layanan bagi ASN dan pejabat negara. Tak ayal, penghargaan demi penghargaan pun dialamatkan pada TASPEN, di antaranya Penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang “Integritas Sektor Publik di Indonesia,” di mana TASPEN dinyatakan sebagai unit pelayanan publik terbaik ketiga untuk kategori instansi.

 

Bahkan, perseroan juga sempat menyabet gelar “The Best Technology Innovation of Financial Service Sector” pada ajang BUMN Innovation Expo & Award 2013.

Pengalaman TASPEN kian terbukti dalam memberikan pelayanan program asuransi sosial bagi ASN dan pejabat negara.

Hari ini, TASPEN mempunyai empat produk utama, yakni Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Program Tabungan Hari Tua (THT), Program Pensiun, dan Program Jaminan Kematian (JKM).

JKK adalah layanan perlindungan atas risiko kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja, meliputi perawatan, santunan, dan tunjangan cacat.

THT merupakan program asuransi dwiguna, yakni tabungan untuk pensiun ditambah dengan asuransi kematian. Sedangkan Program Pensiun adalah program penghasilan yang diterima oleh penerima pensiun tiap bulan, sebagai jaminan hari tua dan penghargaan atas pengabdiannya pada negara.

Sementara JKM merupakan program perlindungan atas risiko kematian bukan akibat kecelakaan kerja, berupa santunan kematian. [TIM]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories