HMI Dukung Prabowo Modernisasi Alutsista

Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Arven Marta mendukung Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memodernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista). Menurutnya, sejak awal dilantik menjadi Menhan,  Prabowo  menyampaikan bahwa salah satu prioritas utamanya di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) adalah memodernisasi alutsista. Hal itu juga ditunjukkan dari upaya Menhan untuk bertemu DPR dan Menteri Keuangan guna melancarkan upaya pembelian dan perawatan alutsista. 

“Untuk itu, kami mengajak semua pihak agar bisa menjaga kondusivitas dan mendukung kerja Kemenhan dalam upaya memodernisasi dan meremajakan alutsista TNI,”  ujar Arven dalam keterangannya, Senin (26/4). 

Arven menekankan pentingnya publik memahami proses pembaharuan alutista. Menurutnya, untuk mewujudkannya membutuhkan waktu. Prosesnya tidak sesederhana membeli mobil di dealer. 

“Alutsista ada dimensi proses waktu yang panjang. Untuk buat atau beli kapal selam baru, minimal membutuhkan waktu 5 tahun” terang Arven.

Sementara, lanjutnya, jika melihat saat ini anggaran pertahanan yang dikantongi Kemenhan masih sangat jauh dari  ideal. Persentase anggaran pertahanan dari keseluruhan postur APBN hanya sebesar 0,8 persen. 

“Dari total anggaran 136 triliun yang dipergunakan tidak sepenuhnya untuk alutsista, ada belanja pegawai yang juga ditanggung oleh Kementerian Pertahanan. Itu jauh dari kata cukup untuk belanja alutsista modern,” ungkap Arven. 

Situasi ini, menurut Arven, menjadi semakin tidak ideal bagi posisi Kemenhan ketika harus diperhadapkan dengan pilihan antara pertahanan dengan kesejahteraan prajurit. Karena itu, Arven menegaskan pilihan Menhan yang sejak awal mendorong penguatan industri dalam negeri harus didukung penuh sebagai langkah efisiensi anggaran pertahanan. [IAN]

]]> Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Arven Marta mendukung Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memodernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista). Menurutnya, sejak awal dilantik menjadi Menhan,  Prabowo  menyampaikan bahwa salah satu prioritas utamanya di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) adalah memodernisasi alutsista. Hal itu juga ditunjukkan dari upaya Menhan untuk bertemu DPR dan Menteri Keuangan guna melancarkan upaya pembelian dan perawatan alutsista. 

“Untuk itu, kami mengajak semua pihak agar bisa menjaga kondusivitas dan mendukung kerja Kemenhan dalam upaya memodernisasi dan meremajakan alutsista TNI,”  ujar Arven dalam keterangannya, Senin (26/4). 

Arven menekankan pentingnya publik memahami proses pembaharuan alutista. Menurutnya, untuk mewujudkannya membutuhkan waktu. Prosesnya tidak sesederhana membeli mobil di dealer. 

“Alutsista ada dimensi proses waktu yang panjang. Untuk buat atau beli kapal selam baru, minimal membutuhkan waktu 5 tahun” terang Arven.

Sementara, lanjutnya, jika melihat saat ini anggaran pertahanan yang dikantongi Kemenhan masih sangat jauh dari  ideal. Persentase anggaran pertahanan dari keseluruhan postur APBN hanya sebesar 0,8 persen. 

“Dari total anggaran 136 triliun yang dipergunakan tidak sepenuhnya untuk alutsista, ada belanja pegawai yang juga ditanggung oleh Kementerian Pertahanan. Itu jauh dari kata cukup untuk belanja alutsista modern,” ungkap Arven. 

Situasi ini, menurut Arven, menjadi semakin tidak ideal bagi posisi Kemenhan ketika harus diperhadapkan dengan pilihan antara pertahanan dengan kesejahteraan prajurit. Karena itu, Arven menegaskan pilihan Menhan yang sejak awal mendorong penguatan industri dalam negeri harus didukung penuh sebagai langkah efisiensi anggaran pertahanan. [IAN]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories