HID Global Prediksi Industri Pengelolaan Identitas Tanpa Sentuh Bakal Booming

HID Global perusahaan penyedia solusi keamanan identitas memprediksi, tren tahun ini, akan semakin banyak yang menggunakan perangkat pengenal identitas selular tanpa sentuh.

Commercial Director Physical Access Control Solutions, Asean HID Global Alex Tan mengatakan, pandemi yang telah berlangsung dua tahun ini semakin menegaskan cara baru bagaimana seseorang berinteraksi dengan sebuah objek barang atau pun dengan sesama orang lain.

“Saat ini semakin banyak permintaan akan solusi tanpa sentuh, cara berinteraksi yang telah diterima sebagai kebiasaan yang baru karena cara ini akan mengurangi risiko penyebaran virus lewat sentuhan antar manusia dan barang serta meminimalisir potensi kontaminasi silang,” katanya, dalam diskusi virtual, Rabu (23/2).

Menurutnya, solusi tanpa sentuh untuk akses selular juga dinilai lebih berkelanjutan secara jangka panjang. Sebab, hal itu dapat menghemat biaya pembuatan kartu akses secara fisik sekaligus mengurangi limbah sehingga otomatis lebih aman untuk lingkungan.

Alex menilai, akses selular dan penggunaan aplikasi selular kini menjadi tren utama yang membentuk industri pengelolaan akses saat ini dan masa depan. Solusi pengelolaan akses selular menyediakan pengalaman berinteraksi tanpa sentuh bagi para pengguna.

“Selain itu, akses selular memungkinkan administrator/pengatur keamanan untuk memberikan atau mencabut akses kredensial dengan mudah, sehingga tak perlu berinteraksi secara langsung di tempat kerja,” tuturnya.

Berdasarkan laporan Digital 2021, dari Hootsuite, WeAreSocial, Indonesia memiliki 345.3 juta koneksi selular, dengan 202.6 juta pengguna internet. Lebih dari 90 persen responden yang disurvei dalam laporan mengatakan memiliki perangkat smartphone.

Artinya, solusi tanpa sentuh berarti memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia berkat tingginya tingkat penetrasi internet dan teknologi seluler.

Selain solusi tanpa sentuh, lanjut Alex, HID Global melihat perlindungan data merupakan faktor penting lain yang mendorong pertumbuhan industri pengelolaan akses seluler. Mengingat, data pribadi dan identitas pengguna tersimpan pada telepon selular mereka masing-masing.

“Semakin banyak perusahaan maupun organisasi yang mulai mengintegrasikan penggunaan telepon seluler ke dalam sistem pengendalian akses internal mereka. Sistem tersebut mempunyai keunggulan, karena memberi jaminan keamanan data pribadi,” jelas Alex.

 

Keunggulan lain dari solusi tanpa sentuh adalah kenyamanan pengguna baik yang dirasakan pengguna maupun administrator/pengatur sistem pengelolaan akses.

Akses seluler menyediakan berbagai pilihan dan kenyamanan bagi mereka yang menggunakannya sehari-hari, sementara administrasi kredensial digital juga menyediakan kenyamanan bagi tim keamanan dan IT.

Ditambah, pengunjung juga harus memiliki kredensial saat masuk ke sebuah lokasi, dan keberadaannya saat di dalam gedung harus selalu diketahui demi alasan keamanan, sehingga memudahkan apabila tracing atau pelacakan interaksi nantinya diperlukan.

“Pergerakan pengunjung/tamu yang aman merupakan sesuatu yang penting, dan Solusi Manajemen Pengunjung ini bisa digunakan sendiri atau terintegrasi dengan sistem pengelolaan akses organisasi yang sudah ada,” ungkapnya. 

Kemudian, proses yang ideal bisa berupa pengunjung melakukan pendaftaran sendiri saat tiba di lobi gedung, dan karyawan yang ingin ditemuinya akan diberi tahu saat mereka tiba.

“Pemindai kartu izin mengemudi, pemindai barcode, kamera dan printer, semua perangkat dapat terkoneksi untuk mendukung proses pendaftaran pengunjung ini,” tutup Alex. [KPJ]

]]> HID Global perusahaan penyedia solusi keamanan identitas memprediksi, tren tahun ini, akan semakin banyak yang menggunakan perangkat pengenal identitas selular tanpa sentuh.

Commercial Director Physical Access Control Solutions, Asean HID Global Alex Tan mengatakan, pandemi yang telah berlangsung dua tahun ini semakin menegaskan cara baru bagaimana seseorang berinteraksi dengan sebuah objek barang atau pun dengan sesama orang lain.

“Saat ini semakin banyak permintaan akan solusi tanpa sentuh, cara berinteraksi yang telah diterima sebagai kebiasaan yang baru karena cara ini akan mengurangi risiko penyebaran virus lewat sentuhan antar manusia dan barang serta meminimalisir potensi kontaminasi silang,” katanya, dalam diskusi virtual, Rabu (23/2).

Menurutnya, solusi tanpa sentuh untuk akses selular juga dinilai lebih berkelanjutan secara jangka panjang. Sebab, hal itu dapat menghemat biaya pembuatan kartu akses secara fisik sekaligus mengurangi limbah sehingga otomatis lebih aman untuk lingkungan.

Alex menilai, akses selular dan penggunaan aplikasi selular kini menjadi tren utama yang membentuk industri pengelolaan akses saat ini dan masa depan. Solusi pengelolaan akses selular menyediakan pengalaman berinteraksi tanpa sentuh bagi para pengguna.

“Selain itu, akses selular memungkinkan administrator/pengatur keamanan untuk memberikan atau mencabut akses kredensial dengan mudah, sehingga tak perlu berinteraksi secara langsung di tempat kerja,” tuturnya.

Berdasarkan laporan Digital 2021, dari Hootsuite, WeAreSocial, Indonesia memiliki 345.3 juta koneksi selular, dengan 202.6 juta pengguna internet. Lebih dari 90 persen responden yang disurvei dalam laporan mengatakan memiliki perangkat smartphone.

Artinya, solusi tanpa sentuh berarti memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia berkat tingginya tingkat penetrasi internet dan teknologi seluler.

Selain solusi tanpa sentuh, lanjut Alex, HID Global melihat perlindungan data merupakan faktor penting lain yang mendorong pertumbuhan industri pengelolaan akses seluler. Mengingat, data pribadi dan identitas pengguna tersimpan pada telepon selular mereka masing-masing.

“Semakin banyak perusahaan maupun organisasi yang mulai mengintegrasikan penggunaan telepon seluler ke dalam sistem pengendalian akses internal mereka. Sistem tersebut mempunyai keunggulan, karena memberi jaminan keamanan data pribadi,” jelas Alex.

 

Keunggulan lain dari solusi tanpa sentuh adalah kenyamanan pengguna baik yang dirasakan pengguna maupun administrator/pengatur sistem pengelolaan akses.

Akses seluler menyediakan berbagai pilihan dan kenyamanan bagi mereka yang menggunakannya sehari-hari, sementara administrasi kredensial digital juga menyediakan kenyamanan bagi tim keamanan dan IT.

Ditambah, pengunjung juga harus memiliki kredensial saat masuk ke sebuah lokasi, dan keberadaannya saat di dalam gedung harus selalu diketahui demi alasan keamanan, sehingga memudahkan apabila tracing atau pelacakan interaksi nantinya diperlukan.

“Pergerakan pengunjung/tamu yang aman merupakan sesuatu yang penting, dan Solusi Manajemen Pengunjung ini bisa digunakan sendiri atau terintegrasi dengan sistem pengelolaan akses organisasi yang sudah ada,” ungkapnya. 

Kemudian, proses yang ideal bisa berupa pengunjung melakukan pendaftaran sendiri saat tiba di lobi gedung, dan karyawan yang ingin ditemuinya akan diberi tahu saat mereka tiba.

“Pemindai kartu izin mengemudi, pemindai barcode, kamera dan printer, semua perangkat dapat terkoneksi untuk mendukung proses pendaftaran pengunjung ini,” tutup Alex. [KPJ]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories