Hati-hati! Efek Samping Diet Ekstrem Sangat Berbahaya

Keberhasilan pola diet seseorang tidak serta merta bisa berlaku untuk orang lain. Oleh karena itu mengikuti pola diet dinyatakan berisiko membahayakan kesehatan secara serius

Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik (PDGKI) dan platform aplikasi layanan kesehatan terpadu Good Doctor membeberkan informasi tentang diet yang sehat.

Dokter Spesiali Gizi Klinik Samuel Oetoro menjelaskan kegemukan atau kelebihan berat badan bisa diatasi dengan mengurangi asupan kalori setiap hari. Pasalnya, rata-rata orang normal membutuhkan asupan kalori sekitar 1800-2000 per hari. 

Orang yang melakukan diet dianjurkan mengurangi asupan kalori sekitar 500-1000 per hari. Artinya, setiap hari hanya mengkonsumsi sekitar 1000-1500 kalori saja.

“Pola diet seperti ini memang tidak bisa secara drastis mengurangi berat badan. Penurunan akan terjadi secara bertahap,” jelas Samuel, Rabu (17/3).

Penurunan berat badan yang ideal adalah cukup turun 5-10 persen dari berat badan awal selama 6 bulan sampai satu tahun. Dengan penurunan sebesar itu, sudah mampu memperbaiki profil kesehatan secara umum dan menurunkan risiko berbagai penyakit.

Diet menurunkan berat badan seharusnya dilakukan dengan benar dan terpantau oleh ahlinya agar tidak mendatangkan efek samping yang bisa berbahaya. Namun, beberapa orang tidak sabar menanti turunnya berat badan, lantas memilih melakukan diet ekstrem.

Salah satu metode diet yang rawan mendatangkan efek samping berbahaya adalah very low calory diet (VLCD). VLCD adalah diet dengan asupan kurang dari 800 kalori per hari, bahkan ada yang hanya 400-500 kalori per hari.

“Diet ekstrem, yaitu diet di bawah 800 kalori per hari, harus dilakukan dengan pengawasan dokter spesialis gizi klinis,” tegas dia.

Efeknya bisa berbahaya. Apalagi diet dengan hanya mengkonsumsi 300-400 kalori perhari. Jika dilakukan tanpa pengawasan dokter spesialis gizi klinik, diet sangat rendah kalori bisa mendatangkan komplikasi. Komplikasi yang dimaksud bisa berupa kekurangan vitamin, mineral dan kekurangan elektrolit.

Selain metode diet yang tepat, masyarakat juga perlu memperhatikan kandungan gizi dalam menu dietnya. “Serat yang terkandung dalam sayur dan buah adalah salah satu zat gizi yang harus dikonsumsi pelaku diet,” jelas Dokter Spesialis Gizi Klinik Arti Indira. 

Diet menurunkan berat badan yang benar itu harus mengonsumsi makanan yang mengandung zat gizi lengkap. Ada karbohidrat, protein, lemak, dan banyak makan buah dan sayur.

“Sayur tidak akan menghambat penurunan berat badan atau menyebabkan kegemukan,” tegas Arti.

 Oleh karena itu, agar program penurunan berat badan berhasil, masyarakat harus lebih bijak menyaring informasi tentang diet yang beredar karena salah memilih program diet bisa fatal.

Head of Medical Management Good Doctor, Adhiatma Gunawan mengatakan, masyarakat bisa mendapatkan informasi tentang diet sehat menurunkan berat badan, melalui aplikasi layanan kesehatan terpadu Good Doctor. Dengan berkonsultasi langsung ke Dokter Spesialis Gizi Klinik tanpa harus mengunjungi klinik atau rumah sakit.  

“Cara ini jauh lebih mudah dan aman di tengah pandemi Covid-19. Layanan kesehatan telemedis seperti aplikasi kami bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan informasi kesehatan,” tandas dia. [MER]

]]> Keberhasilan pola diet seseorang tidak serta merta bisa berlaku untuk orang lain. Oleh karena itu mengikuti pola diet dinyatakan berisiko membahayakan kesehatan secara serius

Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik (PDGKI) dan platform aplikasi layanan kesehatan terpadu Good Doctor membeberkan informasi tentang diet yang sehat.

Dokter Spesiali Gizi Klinik Samuel Oetoro menjelaskan kegemukan atau kelebihan berat badan bisa diatasi dengan mengurangi asupan kalori setiap hari. Pasalnya, rata-rata orang normal membutuhkan asupan kalori sekitar 1800-2000 per hari. 

Orang yang melakukan diet dianjurkan mengurangi asupan kalori sekitar 500-1000 per hari. Artinya, setiap hari hanya mengkonsumsi sekitar 1000-1500 kalori saja.

“Pola diet seperti ini memang tidak bisa secara drastis mengurangi berat badan. Penurunan akan terjadi secara bertahap,” jelas Samuel, Rabu (17/3).

Penurunan berat badan yang ideal adalah cukup turun 5-10 persen dari berat badan awal selama 6 bulan sampai satu tahun. Dengan penurunan sebesar itu, sudah mampu memperbaiki profil kesehatan secara umum dan menurunkan risiko berbagai penyakit.

Diet menurunkan berat badan seharusnya dilakukan dengan benar dan terpantau oleh ahlinya agar tidak mendatangkan efek samping yang bisa berbahaya. Namun, beberapa orang tidak sabar menanti turunnya berat badan, lantas memilih melakukan diet ekstrem.

Salah satu metode diet yang rawan mendatangkan efek samping berbahaya adalah very low calory diet (VLCD). VLCD adalah diet dengan asupan kurang dari 800 kalori per hari, bahkan ada yang hanya 400-500 kalori per hari.

“Diet ekstrem, yaitu diet di bawah 800 kalori per hari, harus dilakukan dengan pengawasan dokter spesialis gizi klinis,” tegas dia.

Efeknya bisa berbahaya. Apalagi diet dengan hanya mengkonsumsi 300-400 kalori perhari. Jika dilakukan tanpa pengawasan dokter spesialis gizi klinik, diet sangat rendah kalori bisa mendatangkan komplikasi. Komplikasi yang dimaksud bisa berupa kekurangan vitamin, mineral dan kekurangan elektrolit.

Selain metode diet yang tepat, masyarakat juga perlu memperhatikan kandungan gizi dalam menu dietnya. “Serat yang terkandung dalam sayur dan buah adalah salah satu zat gizi yang harus dikonsumsi pelaku diet,” jelas Dokter Spesialis Gizi Klinik Arti Indira. 

Diet menurunkan berat badan yang benar itu harus mengonsumsi makanan yang mengandung zat gizi lengkap. Ada karbohidrat, protein, lemak, dan banyak makan buah dan sayur.

“Sayur tidak akan menghambat penurunan berat badan atau menyebabkan kegemukan,” tegas Arti.

 Oleh karena itu, agar program penurunan berat badan berhasil, masyarakat harus lebih bijak menyaring informasi tentang diet yang beredar karena salah memilih program diet bisa fatal.

Head of Medical Management Good Doctor, Adhiatma Gunawan mengatakan, masyarakat bisa mendapatkan informasi tentang diet sehat menurunkan berat badan, melalui aplikasi layanan kesehatan terpadu Good Doctor. Dengan berkonsultasi langsung ke Dokter Spesialis Gizi Klinik tanpa harus mengunjungi klinik atau rumah sakit.  

“Cara ini jauh lebih mudah dan aman di tengah pandemi Covid-19. Layanan kesehatan telemedis seperti aplikasi kami bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan informasi kesehatan,” tandas dia. [MER]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories