Hasil RUPS Tahunan Antam Sebar Dividen Rp 402 Miliar

Anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia atau Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melakukan perampingan pada jajaran direksi perusahaan.

Senior Vice Presudent (SVP) Corporate Secretary Antam Kunto Hendrapawoko mengatakan, para pemegang saham melakukan nomenklatur pengurus perseroan. Yakni, untuk nama jabatan pengurus Direktur Keuangan berubah menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Lalu, perubahan nomenklatur Direktur Operasi dan Produksi menjadi Direktur Operasi dan Transformasi Bisnis.

Selain itu, dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) juga diputuskan untuk menghilangkan nomenklatur Direktur Niaga dan Direktur Pengembangan.

“Dengan adanya perubahan ini, perusahaan memberhentikan dengan hormat Bapak Apriliandi Hidayat Setia selaku Direktur Niaga dan Bapak Hartono sebagai Direktur Pengembangan,” ujar Kunto, usai RUPST yang digelar secara virtual, di Jakarta, kemarin.

Kini, susunan pengurus Antam menjadi Direktur Utama dijabat oleh Dana Amin, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko oleh Anton Herdianto, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) oleh Luky Setiawan Suwardi dan Direktur Operasi dan Transformasi Bisnis dijabat oleh Risono.

Terkait kinerja, sambung Kunto, perseroan mampu mencatatkan kenaikan laba bersih secara tahunan mencapai 493 persen di sepanjang tahun 2020 atau sebesar Rp Rp 1,15 triliun. Dibanding laba tahun berjalan 2019 sebesar Rp 193,85 miliar. Adapun, laba kotor perusahaan tercatat Rp 4,48 triliun dan laba usaha Rp 2,03 triliun.

Untuk itu, di dalam RUPST disetujui pembagian dividen sebesar 35 persen dari laba bersih tahun 2020, atau sebanyak Rp 402,27 miliar. “Sisanya, sebesar 65 persen atau Rp 747 miliar dicatat sebagai saldo laba,” katanya.

Dia melanjutkan, meski di tengah masa Pandemi Covid-19, komoditas emas Antam masih memberikan kontribusinya terhadap kinerja keuangan perusahaan. “Penjualan emas tahun lalu mencapai senilai Rp 19,36 triliun atau 71 persen dari total penjualan Antam,” katanya.

Karenanya, capaian keuangan Antam 2020 antara lain pendapatan sebelum bunga, pajak, dan amortisasi sebesar Rp 3,19 triliun. Tahun ini, kata dia, perseroan menargetkan produksi dan penjualan feronikel sebanyak 26.000 ton nikel dalam feronikel dan penjualan 26.000 ton nikel dalam feronikel.

Selain itu, produksi bauksit ditargetkan sebesar 3 juta wet metrik ton dan penjualan 2,73 juta wet metrik ton. Sementara biji nikel sebesar 8,44 juta metrik ton produksi dan penjualan ditargetkan 6,71 juta wet metrik ton. “Untuk emas, produksinya ditargetkan sebanyak 1,37 ton emas dan penjualan sebesar 18 ton,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perseroan juga telah mengalokasikan modal kerja atau Capex (Capital Expenditure) di tahun 2021 sebesar Rp 2,84 triliun. Di mana, dana tersebut akan dimanfaatkan penggunaannya untuk pengembangan yang bersifat rutin, pengembangan usaha dalam bentuk proyek.

“Dana terbesar masih dialokasikan untuk pengembangan usaha. Karena saat ini Antam dalam proses penyelesaian pabrik feronikel di Halmahera Timur (Haltim). Ada juga proyek yang kerja sama dengan Inalum, serta proyek pengembangan lainnya,” bebernya.

Saat ini, progres pabrik tersebut sudah lebih dari 90 persen. Ia berharap, pabrik ini juga bisa segera memberikan kontribusinya pada kinerja perusahaan saat telah beroperasi nanti. “Kapasitasnya sebesar 13.500 ton nikel dalam feronikel. Ketika beroperasi, total kapasitasnya akan mejadi 40.500 ton, dari kapasitas saat ini masih 27 ribu ton nikel dalam feronikel,” pungkasnya. [IMA]

 

]]> Anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia atau Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melakukan perampingan pada jajaran direksi perusahaan.

Senior Vice Presudent (SVP) Corporate Secretary Antam Kunto Hendrapawoko mengatakan, para pemegang saham melakukan nomenklatur pengurus perseroan. Yakni, untuk nama jabatan pengurus Direktur Keuangan berubah menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Lalu, perubahan nomenklatur Direktur Operasi dan Produksi menjadi Direktur Operasi dan Transformasi Bisnis.

Selain itu, dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) juga diputuskan untuk menghilangkan nomenklatur Direktur Niaga dan Direktur Pengembangan.

“Dengan adanya perubahan ini, perusahaan memberhentikan dengan hormat Bapak Apriliandi Hidayat Setia selaku Direktur Niaga dan Bapak Hartono sebagai Direktur Pengembangan,” ujar Kunto, usai RUPST yang digelar secara virtual, di Jakarta, kemarin.

Kini, susunan pengurus Antam menjadi Direktur Utama dijabat oleh Dana Amin, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko oleh Anton Herdianto, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) oleh Luky Setiawan Suwardi dan Direktur Operasi dan Transformasi Bisnis dijabat oleh Risono.

Terkait kinerja, sambung Kunto, perseroan mampu mencatatkan kenaikan laba bersih secara tahunan mencapai 493 persen di sepanjang tahun 2020 atau sebesar Rp Rp 1,15 triliun. Dibanding laba tahun berjalan 2019 sebesar Rp 193,85 miliar. Adapun, laba kotor perusahaan tercatat Rp 4,48 triliun dan laba usaha Rp 2,03 triliun.

Untuk itu, di dalam RUPST disetujui pembagian dividen sebesar 35 persen dari laba bersih tahun 2020, atau sebanyak Rp 402,27 miliar. “Sisanya, sebesar 65 persen atau Rp 747 miliar dicatat sebagai saldo laba,” katanya.

Dia melanjutkan, meski di tengah masa Pandemi Covid-19, komoditas emas Antam masih memberikan kontribusinya terhadap kinerja keuangan perusahaan. “Penjualan emas tahun lalu mencapai senilai Rp 19,36 triliun atau 71 persen dari total penjualan Antam,” katanya.

Karenanya, capaian keuangan Antam 2020 antara lain pendapatan sebelum bunga, pajak, dan amortisasi sebesar Rp 3,19 triliun. Tahun ini, kata dia, perseroan menargetkan produksi dan penjualan feronikel sebanyak 26.000 ton nikel dalam feronikel dan penjualan 26.000 ton nikel dalam feronikel.

Selain itu, produksi bauksit ditargetkan sebesar 3 juta wet metrik ton dan penjualan 2,73 juta wet metrik ton. Sementara biji nikel sebesar 8,44 juta metrik ton produksi dan penjualan ditargetkan 6,71 juta wet metrik ton. “Untuk emas, produksinya ditargetkan sebanyak 1,37 ton emas dan penjualan sebesar 18 ton,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perseroan juga telah mengalokasikan modal kerja atau Capex (Capital Expenditure) di tahun 2021 sebesar Rp 2,84 triliun. Di mana, dana tersebut akan dimanfaatkan penggunaannya untuk pengembangan yang bersifat rutin, pengembangan usaha dalam bentuk proyek.

“Dana terbesar masih dialokasikan untuk pengembangan usaha. Karena saat ini Antam dalam proses penyelesaian pabrik feronikel di Halmahera Timur (Haltim). Ada juga proyek yang kerja sama dengan Inalum, serta proyek pengembangan lainnya,” bebernya.

Saat ini, progres pabrik tersebut sudah lebih dari 90 persen. Ia berharap, pabrik ini juga bisa segera memberikan kontribusinya pada kinerja perusahaan saat telah beroperasi nanti. “Kapasitasnya sebesar 13.500 ton nikel dalam feronikel. Ketika beroperasi, total kapasitasnya akan mejadi 40.500 ton, dari kapasitas saat ini masih 27 ribu ton nikel dalam feronikel,” pungkasnya. [IMA]

 
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories