Hasil Resmi Pilpres Filipina Belum Ketuk Palu Biden-Xi Jinping Buru-buru Ucapin Selamat Ke Bongbong

Pemimpin Amerika Serikat (AS) dan China menyambut baik kemenangan Ferdinand Marcos Jr (64) di Pemilihan Presiden Filipina. Putra mendiang diktator Ferdinand Marcos itu menyatakan kemenangan dan berjanji, menjadi pemimpin untuk semua warga Filipina.

Presiden AS Joe Biden me­nyampaikan ucapan selamat atas keunggulan Marcos Jr, yang akrab disapa Bongbong, dalam proses hitung cepat (quick count) Pilpres Filipina pada 9 Mei lalu. Seperti Biden, Presiden China Xi Jinping juga buru-buru mengucapkan selamat. Padahal, Komisi Pemilihan Umum Fili­pina (Comelec) belum meres­mikan pemenang pilpres.

Biden mengucapkan selamat secara langsung lewat telepon ke­pada Marcos Jr. Duta Besar Filipina untuk AS, Jose Manuel Romualdez dan Gedung Putih pun membe­narkan info tersebut. Menurutnya, mereka bicara sekitar 10 menit.

Biden merupakan salah satu pemimpin dunia yang mengu­capkan selamat di kesempatan pertama kepada Bongbong.

“Presiden Biden mengatakan, Washington tidak sabar untuk memulai kerja sama dengan pemerintahan baru Filipina. Biden juga menceritakan, persahabatan kedua negara sudah berjalan sangat lama,” jelas Dubes Ro­mualdez dikutip Associated Press, Kamis (12/5).

 

Biden ingin memperluas kerja sama bilateral dalam berba­gai bidang. Termasuk penanga­nan pandemi Covid-­19, krisis iklim, pertumbuhan ekonomi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Sebelumnya, Presiden China Xi Jinping juga berbicara de­ngan Marcos Jr, Rabu (11/5). Pemimpin China itu juga menekankan, kedua negara telah bermitra dalam suka dan duka.

“Saya sangat mementingkan pengembangan hubungan China­ dan Filipina serta membangun hu­bungan kerja yang baik dengan Presiden terpilih Marcos, menjun­jung tinggi hubungan bertetangga dan persahabatan yang baik,” kata Xi, dilansir Aljazeera.

Filipina berada di garis depan ketegangan AS-­China. Sementa­ra beberapa analis mengatakan, kemenangan Marcos Jr meru­pakan pukulan bagi upaya AS untuk melawan China, saingan strategis utamanya di Pasifik.

Dengan penghitungan awal yang hampir selesai, Bongbong unggul telak dari para pesaingnya dengan meraih lebih dari 58 persen suara. Dua kali lipat dari perolehan suara saingannya, Leni robredo.

Pasangan Marcos Jr, Sara Duterte, putri Presiden Rodrigo Duterte, juga menang telak da­lam pemilihan terpisah. Sebagai informasi, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Filipina tidak dilakukan sepaket. Sara berhasil meraup suara di atas 61 persen.

 

Kombinasi Bongbong dan sara memang sudah difavo­ritkan untuk menang, berkat kepopuleran keluarga Marcos di kawasan utara negeri itu dan kekuatan keluarga duterte di bagian selatan.

Komisi Pemilihan Umum Fi­lipina (Comelec) memang belum ketuk palu, mengumumkan hasil resmi pilpres. KPU Filipina akan mengumumkan hasil resmi pada akhir Mei ini. selanjutnya, hasil tabulasi juga masih harus dikonfirmasi Kongres.

Setelahnya, barulah Marcos Jr dan Sara dilantik pada 30 Juni mendatang, memulai masa pemerintahan satu periode selama enam tahun ke depan. Namun keduanya bakal di­hadapkan dengan masalah pan­demi Covid-­19, kesenjangan so­sial, pemberontakan Muslim dan komunis dan perpecahan politik.

Di bawah kepemimpinan Ro­drigo Duterte, hubungan Filipina dan AS sempat panas­ dingin. Na­mun di pengujung pemerintahan­nya, Duterte mendekat ke AS dengan mempererat kerja sama keamanan dan pertahanan.

Filipina mengandalkan AS untuk melawan agresivitas China soal sengketa perairan Laut China Selatan. Selama kepresidenan­nya, Duterte tidak menunjukkan kesediaan untuk berkompromi dengan China pada klaim di Laut China selatan. Sementara Bongbong dalam kampanyenya menyebut, ia ingin menjalin hubungan yang lebih dekat dengan China.***

]]> Pemimpin Amerika Serikat (AS) dan China menyambut baik kemenangan Ferdinand Marcos Jr (64) di Pemilihan Presiden Filipina. Putra mendiang diktator Ferdinand Marcos itu menyatakan kemenangan dan berjanji, menjadi pemimpin untuk semua warga Filipina.

Presiden AS Joe Biden me­nyampaikan ucapan selamat atas keunggulan Marcos Jr, yang akrab disapa Bongbong, dalam proses hitung cepat (quick count) Pilpres Filipina pada 9 Mei lalu. Seperti Biden, Presiden China Xi Jinping juga buru-buru mengucapkan selamat. Padahal, Komisi Pemilihan Umum Fili­pina (Comelec) belum meres­mikan pemenang pilpres.

Biden mengucapkan selamat secara langsung lewat telepon ke­pada Marcos Jr. Duta Besar Filipina untuk AS, Jose Manuel Romualdez dan Gedung Putih pun membe­narkan info tersebut. Menurutnya, mereka bicara sekitar 10 menit.

Biden merupakan salah satu pemimpin dunia yang mengu­capkan selamat di kesempatan pertama kepada Bongbong.

“Presiden Biden mengatakan, Washington tidak sabar untuk memulai kerja sama dengan pemerintahan baru Filipina. Biden juga menceritakan, persahabatan kedua negara sudah berjalan sangat lama,” jelas Dubes Ro­mualdez dikutip Associated Press, Kamis (12/5).

 

Biden ingin memperluas kerja sama bilateral dalam berba­gai bidang. Termasuk penanga­nan pandemi Covid-­19, krisis iklim, pertumbuhan ekonomi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Sebelumnya, Presiden China Xi Jinping juga berbicara de­ngan Marcos Jr, Rabu (11/5). Pemimpin China itu juga menekankan, kedua negara telah bermitra dalam suka dan duka.

“Saya sangat mementingkan pengembangan hubungan China­ dan Filipina serta membangun hu­bungan kerja yang baik dengan Presiden terpilih Marcos, menjun­jung tinggi hubungan bertetangga dan persahabatan yang baik,” kata Xi, dilansir Aljazeera.

Filipina berada di garis depan ketegangan AS-­China. Sementa­ra beberapa analis mengatakan, kemenangan Marcos Jr meru­pakan pukulan bagi upaya AS untuk melawan China, saingan strategis utamanya di Pasifik.

Dengan penghitungan awal yang hampir selesai, Bongbong unggul telak dari para pesaingnya dengan meraih lebih dari 58 persen suara. Dua kali lipat dari perolehan suara saingannya, Leni robredo.

Pasangan Marcos Jr, Sara Duterte, putri Presiden Rodrigo Duterte, juga menang telak da­lam pemilihan terpisah. Sebagai informasi, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Filipina tidak dilakukan sepaket. Sara berhasil meraup suara di atas 61 persen.

 

Kombinasi Bongbong dan sara memang sudah difavo­ritkan untuk menang, berkat kepopuleran keluarga Marcos di kawasan utara negeri itu dan kekuatan keluarga duterte di bagian selatan.

Komisi Pemilihan Umum Fi­lipina (Comelec) memang belum ketuk palu, mengumumkan hasil resmi pilpres. KPU Filipina akan mengumumkan hasil resmi pada akhir Mei ini. selanjutnya, hasil tabulasi juga masih harus dikonfirmasi Kongres.

Setelahnya, barulah Marcos Jr dan Sara dilantik pada 30 Juni mendatang, memulai masa pemerintahan satu periode selama enam tahun ke depan. Namun keduanya bakal di­hadapkan dengan masalah pan­demi Covid-­19, kesenjangan so­sial, pemberontakan Muslim dan komunis dan perpecahan politik.

Di bawah kepemimpinan Ro­drigo Duterte, hubungan Filipina dan AS sempat panas­ dingin. Na­mun di pengujung pemerintahan­nya, Duterte mendekat ke AS dengan mempererat kerja sama keamanan dan pertahanan.

Filipina mengandalkan AS untuk melawan agresivitas China soal sengketa perairan Laut China Selatan. Selama kepresidenan­nya, Duterte tidak menunjukkan kesediaan untuk berkompromi dengan China pada klaim di Laut China selatan. Sementara Bongbong dalam kampanyenya menyebut, ia ingin menjalin hubungan yang lebih dekat dengan China.***
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories