Hasil Coblos Ulang Di TPS 03 Keok PSU, Rajud Tetap Menang Di Pilkada Inhu

Meski kalah di Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Indragiri Hulu (Inhu), Pasangan Calon (Paslon) Rezita Meylani Yopi-Junaidi Rachmat (Rajud) tetap sebagai pemenang Pilkada. Pasangan usungan Golkar ini mengalahkan Paslon Rizal Zamzami-Yoghi Susilo (Ridho).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Inhu sudah menggelar PSU Pemilihan Bupati (Pilbup) Inhu, kemarin. Hasilnya, Paslon Bupati-Wakil Bupati nomor urut 5 Rizal Zamzami-Yoghi Susilo meraup 198 suara. Paslon usungan PKS dan PKB ini sukses mengalahkan perolehan suara Paslon Rezita Meylani Yopi-Junaidi Rachmat (Rajud).

Paslon Rajud yang diusung Golkar-NasDem hanya meraih 93 suara. Meski kalah suara di PSU, Paslon Rajud tetap sebagai pemenang Pilbup Inhu 2020.

Sementara tiga pasangan lainnya, yakni Paslon nomor urut 1 Nurhadi-Toni Sutianto, Paslon nomor urut 3 Siti Aisyah-Agus Rianto, dan Paslon nomor urut 4 Wahyu Adi-Supriati hanya memperoleh 1 suara. Sedangkan, satu suara lainnya tidak sah.

“Total Daftar Pemilih Tetap (DPT) 324 orang. Yang tidak menggunakan hak pilih ada 29 orang,” jelas Ketua Kelompok Penyelenggara pemungutan Suara (KPPS) TPS 03 Desa Ringin Edi Suardi dikutip dari Antara, kemarin.

Menurut Edy, PSU hanya di gelar di TPS 03 Desa Ringin, Kecamatan Batang Gansal, Kabu paten Indragiri Hulu. Edi men ceritakan, PSU yang dimulai sejak pukul 07.00 hingga 16.30 WIB berjalan lancar dan aman.

Penjabat (Pj) Bupati Indragiri Hulu Chairul Riski mengatakan, tahapan PSU sudah optimal berjalan. Dia pun mengapresiasi se mua pihak yang telah aktif da lam pesta demokrasi tersebut. “Alhamdulillah, semua sukses,” katanya.

Sementara Gubernur Riau Syamsuar yang datang meninjau PSU di TPS 03 Desa Ringin juga mengatakan, proses tahapan Pilkada segera berakhir. “Hasil PSU menentukan pemenang Pilkada, peran aktif semua pihak sangat diapresiasi,” ujarnya.

Syamsuar meminta masyarakat bersabar menunggu keputusan pleno KPU dan tetap menjaga kondisi yang kondusif.

Sementara Tim Patroli Politik Uang Bawaslu Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau menyita 146 amplop berisi pecahan uang Rp 50 ribu. Temuan itu terjadi di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, kemarin malam.

Ketua Panwas Kecamatan Rengat Barat Jaya Syahputra Nasution menduga, ratusan amplop itu bakal dijadikan aksi serangan fajar sebelum PSU Pilkada Inhu digelar.

 

“Tadi (kemarin) malam saya mendapat informasi, telah ditemukan amplop dalam kantong plastik hitam. Ini diduga akan digunakan untuk mempengaruhi pemilih pada PSU Inhu,” kata Jaya, kemarin.

Dia menuturkan, temuan itu pertama kali terkuak saat pihak nya tengah berpatroli dan kemudian mencurigai sebuah kendaraan melintas di desa.

Jaya bilang, pihaknya kemudian meminta pengemudi dan seorang penumpang lain menghentikan perjalanannya. Jaya dan tim Panwas lalu menggeledah isi kendaraan itu.

Dari hasil pemeriksaan, Panwas menemukan satu kantong plastik hitam berisi satu kotak berisikan 146 amplop dengan pecahan Rp 50 ribu. Selanjutnya, temuan itu disampaikan tim ke pada Panwas Kecamatan Rengat Barat yang pada saat itu ber patroli di lokasi lain.

Jaya menyampaikan, isi kantong plastik itu tak hanya berisi 146 amplop, melainkan terdapat 11 lembar surat keputusan relawan dengan jumlah 115 orang, serta salinan Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Jaya dan tim langsung melakukan Pleno dan meregistrasi temuan itu untuk selanjutnya meminta Bawaslu Inhu mengambil alih temuan itu. Menurutnya, proses penanganan pelanggaran Pilkada berada dibawah wewenang Bawaslu Kabupaten.

Adapun kedua penumpang kendaraan itu digiring ke Polsek Rengat Barat untuk dimintai keterangan.

Merespons temuan itu, Anggota Bawaslu Inhu, Mulianto langsung mengadakan rapat pleno dengan dua anggota lainnya via daring. Dalam rapat daring itu, Bawaslu Inhu berhasil meminta keterangan dari kedua terduga.

Perlu diketahui, sengketa Pil kada Inhu terjadi karena surat suara rusak oleh petugas, sehingga dianggap tidak sah, yakni di TPS 03 Desa Ringin. Mah kamah Konstitusi (MK) akhirnya memutuskan PSU Pilbup Inhu.

Sementara besaran selisih perolehan suara antara Paslon nomor urut 2 Rezita Meylani Yopi-Junaidi Rachmat (Rajud) dan Paslon nomor 5 Rizal Zamzami-Yoghi Susilo (Ridho) mencapai 308 suara. Sedangkan jumlah pemilih di TPS 3 Desa Ringin ini sebanyak 307 pemilih. [EDY]

]]> Meski kalah di Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Indragiri Hulu (Inhu), Pasangan Calon (Paslon) Rezita Meylani Yopi-Junaidi Rachmat (Rajud) tetap sebagai pemenang Pilkada. Pasangan usungan Golkar ini mengalahkan Paslon Rizal Zamzami-Yoghi Susilo (Ridho).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Inhu sudah menggelar PSU Pemilihan Bupati (Pilbup) Inhu, kemarin. Hasilnya, Paslon Bupati-Wakil Bupati nomor urut 5 Rizal Zamzami-Yoghi Susilo meraup 198 suara. Paslon usungan PKS dan PKB ini sukses mengalahkan perolehan suara Paslon Rezita Meylani Yopi-Junaidi Rachmat (Rajud).

Paslon Rajud yang diusung Golkar-NasDem hanya meraih 93 suara. Meski kalah suara di PSU, Paslon Rajud tetap sebagai pemenang Pilbup Inhu 2020.

Sementara tiga pasangan lainnya, yakni Paslon nomor urut 1 Nurhadi-Toni Sutianto, Paslon nomor urut 3 Siti Aisyah-Agus Rianto, dan Paslon nomor urut 4 Wahyu Adi-Supriati hanya memperoleh 1 suara. Sedangkan, satu suara lainnya tidak sah.

“Total Daftar Pemilih Tetap (DPT) 324 orang. Yang tidak menggunakan hak pilih ada 29 orang,” jelas Ketua Kelompok Penyelenggara pemungutan Suara (KPPS) TPS 03 Desa Ringin Edi Suardi dikutip dari Antara, kemarin.

Menurut Edy, PSU hanya di gelar di TPS 03 Desa Ringin, Kecamatan Batang Gansal, Kabu paten Indragiri Hulu. Edi men ceritakan, PSU yang dimulai sejak pukul 07.00 hingga 16.30 WIB berjalan lancar dan aman.

Penjabat (Pj) Bupati Indragiri Hulu Chairul Riski mengatakan, tahapan PSU sudah optimal berjalan. Dia pun mengapresiasi se mua pihak yang telah aktif da lam pesta demokrasi tersebut. “Alhamdulillah, semua sukses,” katanya.

Sementara Gubernur Riau Syamsuar yang datang meninjau PSU di TPS 03 Desa Ringin juga mengatakan, proses tahapan Pilkada segera berakhir. “Hasil PSU menentukan pemenang Pilkada, peran aktif semua pihak sangat diapresiasi,” ujarnya.

Syamsuar meminta masyarakat bersabar menunggu keputusan pleno KPU dan tetap menjaga kondisi yang kondusif.

Sementara Tim Patroli Politik Uang Bawaslu Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau menyita 146 amplop berisi pecahan uang Rp 50 ribu. Temuan itu terjadi di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, kemarin malam.

Ketua Panwas Kecamatan Rengat Barat Jaya Syahputra Nasution menduga, ratusan amplop itu bakal dijadikan aksi serangan fajar sebelum PSU Pilkada Inhu digelar.

 

“Tadi (kemarin) malam saya mendapat informasi, telah ditemukan amplop dalam kantong plastik hitam. Ini diduga akan digunakan untuk mempengaruhi pemilih pada PSU Inhu,” kata Jaya, kemarin.

Dia menuturkan, temuan itu pertama kali terkuak saat pihak nya tengah berpatroli dan kemudian mencurigai sebuah kendaraan melintas di desa.

Jaya bilang, pihaknya kemudian meminta pengemudi dan seorang penumpang lain menghentikan perjalanannya. Jaya dan tim Panwas lalu menggeledah isi kendaraan itu.

Dari hasil pemeriksaan, Panwas menemukan satu kantong plastik hitam berisi satu kotak berisikan 146 amplop dengan pecahan Rp 50 ribu. Selanjutnya, temuan itu disampaikan tim ke pada Panwas Kecamatan Rengat Barat yang pada saat itu ber patroli di lokasi lain.

Jaya menyampaikan, isi kantong plastik itu tak hanya berisi 146 amplop, melainkan terdapat 11 lembar surat keputusan relawan dengan jumlah 115 orang, serta salinan Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Jaya dan tim langsung melakukan Pleno dan meregistrasi temuan itu untuk selanjutnya meminta Bawaslu Inhu mengambil alih temuan itu. Menurutnya, proses penanganan pelanggaran Pilkada berada dibawah wewenang Bawaslu Kabupaten.

Adapun kedua penumpang kendaraan itu digiring ke Polsek Rengat Barat untuk dimintai keterangan.

Merespons temuan itu, Anggota Bawaslu Inhu, Mulianto langsung mengadakan rapat pleno dengan dua anggota lainnya via daring. Dalam rapat daring itu, Bawaslu Inhu berhasil meminta keterangan dari kedua terduga.

Perlu diketahui, sengketa Pil kada Inhu terjadi karena surat suara rusak oleh petugas, sehingga dianggap tidak sah, yakni di TPS 03 Desa Ringin. Mah kamah Konstitusi (MK) akhirnya memutuskan PSU Pilbup Inhu.

Sementara besaran selisih perolehan suara antara Paslon nomor urut 2 Rezita Meylani Yopi-Junaidi Rachmat (Rajud) dan Paslon nomor 5 Rizal Zamzami-Yoghi Susilo (Ridho) mencapai 308 suara. Sedangkan jumlah pemilih di TPS 3 Desa Ringin ini sebanyak 307 pemilih. [EDY]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories