Harlah NU Ke-98, Jokowi Ajak Ulama Sukseskan Vaksinasi Covid-19 .

Presiden Jokowi mengucapan selamat hari lahir (harlah) ke-98 kepada organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).  

Jokowi mengatakan, harlah NU menjadi momentum untuk mengukuhkan tali persaudaraan, ukhuwah islamiyah, dan ukhuwah wathaniyah yang menjadi modal ketangguhan bangsa.

“Saya mengucapkan selamat hari lahir ke-98 Hijriah NU yang jatuh pada tanggal 16 Rajab. Puncak harlah ini akan menjadi wasilah untuk mengukuhkan tali persaudaraan, ukhuwah islamiyah, dan ukhuwah wathaniyah yang merupakan modal utama ketangguhan bangsa Indonesia,” ujar Presiden dalam sambutan secara virtual, Sabtu (27/2).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menerangkan, upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 dan menangani dampak ekonomi yang ditimbulkan.

Ia mengatakan, pandemi yang sudah hampir satu tahun ini memberikan dampak luar biasa kepada masyarakat Indonesia. Banyak warga kehilangan pekerjaan dan penghasilan.

“Saya tahu selama pandemi ini ada jutaan Nahdliyin yang terdampak. Ada ribuan pesantren dan lembaga pendidikan agama Islam yang juga terdampak,” tuturnya.

Untuk itu, Pemerintah berupaya keras untuk meringankan beban masyarakat di kala pandemi ini melalui sejumlah program bantuan sosial, program padat karya, dan kebijakan pemulihan ekonomi nasional lainnya.

Bagi kalangan pesantren sendiri, Pemerintah memberikan bantuan operasional pendidikan pesantren, bantuan pembelajaran daring, insentif guru pondok pesantren, dan masih terdapat beberapa program lain.

“Pemerintah menambah dukungan infrastruktur, pendampingan, pelatihan, dan pengembangan model bisnis untuk mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren sebagaimana amanat UU Pesantren,” paparnya.

Di tengah ikhtiar bangsa dalam menangani pandemi, Presiden mengucap syukur kepada Allah Swt, karena berkat rahmatnya bangsa Indonesia dapat tetap tangguh menghadapi tantangan, bersatu, bergotong royong, saling membantu tanpa melihat perbedaan, dan saling peduli untuk meringankan beban dan kesulitan.

Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar NU di seluruh Nusantara yang telah mengambil peran penting untuk memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat hingga membantu mengatasi pandemi di tingkat akar rumput. 

Selain itu, Jokowi juga mengharapkan dukungan para ulama dan keluarga besar NU untuk turut membantu mensukseskan kebijakan vaksinasi massal yang saat ini menjadi program terkini Pemerintah untuk menekan penyebaran pandemi.

“Kami mohon dukungan para ulama dan keluarga besar NU untuk ikut membantu dalam mensukseskan program vaksinasi nasional ini dan mohon bantuan untuk memberikan informasi yang akurat kepada umat,” tandasnya. [MFA]

]]> .
Presiden Jokowi mengucapan selamat hari lahir (harlah) ke-98 kepada organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).  

Jokowi mengatakan, harlah NU menjadi momentum untuk mengukuhkan tali persaudaraan, ukhuwah islamiyah, dan ukhuwah wathaniyah yang menjadi modal ketangguhan bangsa.

“Saya mengucapkan selamat hari lahir ke-98 Hijriah NU yang jatuh pada tanggal 16 Rajab. Puncak harlah ini akan menjadi wasilah untuk mengukuhkan tali persaudaraan, ukhuwah islamiyah, dan ukhuwah wathaniyah yang merupakan modal utama ketangguhan bangsa Indonesia,” ujar Presiden dalam sambutan secara virtual, Sabtu (27/2).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menerangkan, upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 dan menangani dampak ekonomi yang ditimbulkan.

Ia mengatakan, pandemi yang sudah hampir satu tahun ini memberikan dampak luar biasa kepada masyarakat Indonesia. Banyak warga kehilangan pekerjaan dan penghasilan.

“Saya tahu selama pandemi ini ada jutaan Nahdliyin yang terdampak. Ada ribuan pesantren dan lembaga pendidikan agama Islam yang juga terdampak,” tuturnya.

Untuk itu, Pemerintah berupaya keras untuk meringankan beban masyarakat di kala pandemi ini melalui sejumlah program bantuan sosial, program padat karya, dan kebijakan pemulihan ekonomi nasional lainnya.

Bagi kalangan pesantren sendiri, Pemerintah memberikan bantuan operasional pendidikan pesantren, bantuan pembelajaran daring, insentif guru pondok pesantren, dan masih terdapat beberapa program lain.

“Pemerintah menambah dukungan infrastruktur, pendampingan, pelatihan, dan pengembangan model bisnis untuk mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren sebagaimana amanat UU Pesantren,” paparnya.

Di tengah ikhtiar bangsa dalam menangani pandemi, Presiden mengucap syukur kepada Allah Swt, karena berkat rahmatnya bangsa Indonesia dapat tetap tangguh menghadapi tantangan, bersatu, bergotong royong, saling membantu tanpa melihat perbedaan, dan saling peduli untuk meringankan beban dan kesulitan.

Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar NU di seluruh Nusantara yang telah mengambil peran penting untuk memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat hingga membantu mengatasi pandemi di tingkat akar rumput. 

Selain itu, Jokowi juga mengharapkan dukungan para ulama dan keluarga besar NU untuk turut membantu mensukseskan kebijakan vaksinasi massal yang saat ini menjadi program terkini Pemerintah untuk menekan penyebaran pandemi.

“Kami mohon dukungan para ulama dan keluarga besar NU untuk ikut membantu dalam mensukseskan program vaksinasi nasional ini dan mohon bantuan untuk memberikan informasi yang akurat kepada umat,” tandasnya. [MFA]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories