Harlah Ke 96 KLHK Dan PBNU Kolaborasi Bikin Program Di 200 PCNU

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf tentang Pelestarian, Pemulihan dan Pemanfaatan Sumberdaya Hutan dan Lingkungan Hidup. 

Penandatangan Nota Kesepahaman antara KLHK dan PBNU menjadi salah satu jalan kontribusi warga NU dalam mendorong kemajuan bangsa lewat pengelolaan sektor lingkungan hidup dan kehutanan yang berkelanjutan. 

Dengan adanya kerja sama ini koordinasi antara KLHK dengan PBNU dalam pelaksanaan program serta membangun sinergi kegiatan pembangunan di bidang pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan menjadi lebih mudah. 

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,  Yahya Cholil Staquf mengucapkan terima kasih atas kerja sama antara PBNU dengan KLHK. 

“Kami PB NU masa khidmat 2022-2027 siap melaksanakan uluran tangan Presiden secara profesional dan bertanggung jawab. Mudah-mudahan ini semua akan menjadi yang manfaat dan barokah untuk kemandirian NU, meningkatnya kinerja dan meningkatnya sumbangan Nahdlatul Ulama bagi kemaslahatan bangsa dan negara yang kita semua cinta ini,” katanya usai Pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2022 – 2027 dan Harlah ke-96 NU di Balikpapan, (31/1).

Ia menjelaskan kerja sama ini ditujukan untuk menggalang kerjasama warga NU secara nasional yang nantinya akan dijabarkan agar mampu dilaksanakan hingga tingkat cabang-cabang NU di seluruh Indoensia. 

“Sejauh ini berdasarkan Nota Kesepahaman yang telah kita buat bersama sejumlah pihak termasuk dari dua kementerian tadi, insyaallah potensial kita akan punya jabaran program-program yang bisa dilaksanakan sekurang-kurangnya di 200 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) seluruh Indonesia,” jelasnya.

Secara teknis Nota Kesepahaman ini akan ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani oleh pimpinan satuan kerja di seluruh Indonesia sesuai dengan tugas dan fungsinya dengan pengurus cabang NU di seluruh Indonesia.

Adapun ruang lingkup kerja sama ini.  Pertama, pengembangan pengelolaan hutan berkelanjutan melalui  rehabilitasi hutan dan lahan,  Pengembangan perhutanan sosial,  Reforma agraria, Pencegahan dan penanggulangan deforestasi,  Kemitraan konservasi dan pengembangan ekonomi masyarakat di Desa Penyangga Kawasan Konservasi. 

Kedua, pengembangan kualitas lingkungan hidup antara lain melalui penerapan waste management,  Ekonomi sirkular, dan Sedekah sampah, Pengembangan model Eco-pesantren, Eco-Masjid, Water Recycle, dan lain-lain,  Pengolahan Limbah dan Pengembangan Ekoriparian.
    
Ketiga, pengembangan pengendalian perubahan iklim dan ketahanan bencana antara lain melalui operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Lalu, pengembangan dekarbonisasi /energi baru dan terbarukan,  Program kampung iklim,  serta Peningkatan peran umat dalam pencegahan dan penanggulangan dampak perubahan iklim.

Keempat, Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia antara lain melalui: a. Pemberdayaan Perempuan dalam pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan b. Pengembangan generasi Nahdatul Utama ramah lingkungan. Dan kelima, kegiatan-kegiatan lain yang mendukung pencapaian sasaran strategis Nasional terkait bidang LHK yang disepakati. [MFA]
 

]]> Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf tentang Pelestarian, Pemulihan dan Pemanfaatan Sumberdaya Hutan dan Lingkungan Hidup. 

Penandatangan Nota Kesepahaman antara KLHK dan PBNU menjadi salah satu jalan kontribusi warga NU dalam mendorong kemajuan bangsa lewat pengelolaan sektor lingkungan hidup dan kehutanan yang berkelanjutan. 

Dengan adanya kerja sama ini koordinasi antara KLHK dengan PBNU dalam pelaksanaan program serta membangun sinergi kegiatan pembangunan di bidang pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan menjadi lebih mudah. 

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,  Yahya Cholil Staquf mengucapkan terima kasih atas kerja sama antara PBNU dengan KLHK. 

“Kami PB NU masa khidmat 2022-2027 siap melaksanakan uluran tangan Presiden secara profesional dan bertanggung jawab. Mudah-mudahan ini semua akan menjadi yang manfaat dan barokah untuk kemandirian NU, meningkatnya kinerja dan meningkatnya sumbangan Nahdlatul Ulama bagi kemaslahatan bangsa dan negara yang kita semua cinta ini,” katanya usai Pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2022 – 2027 dan Harlah ke-96 NU di Balikpapan, (31/1).

Ia menjelaskan kerja sama ini ditujukan untuk menggalang kerjasama warga NU secara nasional yang nantinya akan dijabarkan agar mampu dilaksanakan hingga tingkat cabang-cabang NU di seluruh Indoensia. 

“Sejauh ini berdasarkan Nota Kesepahaman yang telah kita buat bersama sejumlah pihak termasuk dari dua kementerian tadi, insyaallah potensial kita akan punya jabaran program-program yang bisa dilaksanakan sekurang-kurangnya di 200 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) seluruh Indonesia,” jelasnya.

Secara teknis Nota Kesepahaman ini akan ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani oleh pimpinan satuan kerja di seluruh Indonesia sesuai dengan tugas dan fungsinya dengan pengurus cabang NU di seluruh Indonesia.

Adapun ruang lingkup kerja sama ini.  Pertama, pengembangan pengelolaan hutan berkelanjutan melalui  rehabilitasi hutan dan lahan,  Pengembangan perhutanan sosial,  Reforma agraria, Pencegahan dan penanggulangan deforestasi,  Kemitraan konservasi dan pengembangan ekonomi masyarakat di Desa Penyangga Kawasan Konservasi. 

Kedua, pengembangan kualitas lingkungan hidup antara lain melalui penerapan waste management,  Ekonomi sirkular, dan Sedekah sampah, Pengembangan model Eco-pesantren, Eco-Masjid, Water Recycle, dan lain-lain,  Pengolahan Limbah dan Pengembangan Ekoriparian.
    
Ketiga, pengembangan pengendalian perubahan iklim dan ketahanan bencana antara lain melalui operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Lalu, pengembangan dekarbonisasi /energi baru dan terbarukan,  Program kampung iklim,  serta Peningkatan peran umat dalam pencegahan dan penanggulangan dampak perubahan iklim.

Keempat, Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia antara lain melalui: a. Pemberdayaan Perempuan dalam pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan b. Pengembangan generasi Nahdatul Utama ramah lingkungan. Dan kelima, kegiatan-kegiatan lain yang mendukung pencapaian sasaran strategis Nasional terkait bidang LHK yang disepakati. [MFA]
 
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories