Hari Ke-6 Peniadaan Mudik Menhub Pastikan Layanan Penumpang Dan Logistik Berjalan Baik

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi blusukan ke Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) dan Pelabuhan Tanjung Priok di hari ke-6 masa peniadaan mudik.

BKS-sapaan akrab Budi Karya memastikan pelayanan tetap berjalan baik untuk melayani kegiatan yang dikecualikan selain mudik.

“Hari ini saya ke Bandara Soetta dan Pelabuhan Tanjung Priok untuk memastikan bahwa walau ada kebijakan peniadaan mudik, kita tetap memberikan pelayanan yang baik bagi mereka para pelaku perjalanan yang dikecualikan,” katanya, Selasa (11/5).

Di Bandara Soetta, Menhub mengapresiasi koordinasi stakeholder yang baik antara maskapai, Satgas Penanganan Covid-19, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Sehingga proses pengecekan dokumen untuk mendapatkan izin melakukan perjalanan yang dikecualikan di Bandara Soetta dapat berjalan dengan baik.

Menhub menjelaskan, pada masa peniadaan mudik terjadi penurunan jumlah penumpang yang signifikan di Bandara Soetta dibandingkan minggu sebelumnya yang mencapai  50-70 ribu penumpang per hari.

“Sekarang ini rata-rata setiap harinya ada 7-8 ribu penumpang yang bergerak. Penurunannya kurang lebih 90 persen,” ungkapnya.

Eks Dirut Angkasa Pura ll ini meminta kepada seluruh pemangku kepentingan di Bandara Soetta mengantisipasi potensi kenaikan jumlah penumpang pada arus balik yaitu pada Minggu (16/5) atau Senin (17/5).

“Kepada seluruh petugas di bawah koordinasi Satgas untuk tetap menjaga penerapan protokol kesehatan dan SOP yang sudah ditetapkan. Baik untuk penanganan penumpang yang akan berangkat maupun yang akan datang dan mereka yang harus melakukan karantina. Jumlah ketersediaan ruang karantina harus dipastikan tersedia,” tegasnya.

Di kesempatan tersebut, Menhub juga mengatakan, Kemenhub telah meniadakan sementara penerbangan carter (sewa) dari luar negeri sampai dengan 17 Mei 2021 dan akan dilakukan evaluasi sebelum dibuka kembali.

Kemudian, Menhub melanjutkan blusukannya di Pelabuhan Tanjung Priok. Walaupun terjadi penurunan jumlah penumpang yang cukup signifikan, namun pergerakan angkutan logistik (program tol laut) mengalami peningkatan yang cukup tinggi selama 1 bulan terakhir, yaitu sekitar 70 persen.

“Tidak hanya angkutan tol laut menuju Indonesia Timur saja yang mengalami kenaikan, tingkat keterisian angkutan balik dari Indonesia Timur menuju Indonesia Barat yang selama ini belum optimal, mengalami kenaikan hingga 30 persen,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, kenaikan angkutan logistik melalui sektor laut juga terjadi untuk angkutan logistik internasional. Menhub menyebut angkutan logistik laut internasional naik 6 persen dibandingkan awal tahun 2020 atau sebelum pandemi Covid-19.

“Kita tahu bahwa angkutan logistik ini sangat penting untuk memberikan suatu ruang bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih baik,” ujar Menhub. [KPJ]

]]> Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi blusukan ke Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) dan Pelabuhan Tanjung Priok di hari ke-6 masa peniadaan mudik.

BKS-sapaan akrab Budi Karya memastikan pelayanan tetap berjalan baik untuk melayani kegiatan yang dikecualikan selain mudik.

“Hari ini saya ke Bandara Soetta dan Pelabuhan Tanjung Priok untuk memastikan bahwa walau ada kebijakan peniadaan mudik, kita tetap memberikan pelayanan yang baik bagi mereka para pelaku perjalanan yang dikecualikan,” katanya, Selasa (11/5).

Di Bandara Soetta, Menhub mengapresiasi koordinasi stakeholder yang baik antara maskapai, Satgas Penanganan Covid-19, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Sehingga proses pengecekan dokumen untuk mendapatkan izin melakukan perjalanan yang dikecualikan di Bandara Soetta dapat berjalan dengan baik.

Menhub menjelaskan, pada masa peniadaan mudik terjadi penurunan jumlah penumpang yang signifikan di Bandara Soetta dibandingkan minggu sebelumnya yang mencapai  50-70 ribu penumpang per hari.

“Sekarang ini rata-rata setiap harinya ada 7-8 ribu penumpang yang bergerak. Penurunannya kurang lebih 90 persen,” ungkapnya.

Eks Dirut Angkasa Pura ll ini meminta kepada seluruh pemangku kepentingan di Bandara Soetta mengantisipasi potensi kenaikan jumlah penumpang pada arus balik yaitu pada Minggu (16/5) atau Senin (17/5).

“Kepada seluruh petugas di bawah koordinasi Satgas untuk tetap menjaga penerapan protokol kesehatan dan SOP yang sudah ditetapkan. Baik untuk penanganan penumpang yang akan berangkat maupun yang akan datang dan mereka yang harus melakukan karantina. Jumlah ketersediaan ruang karantina harus dipastikan tersedia,” tegasnya.

Di kesempatan tersebut, Menhub juga mengatakan, Kemenhub telah meniadakan sementara penerbangan carter (sewa) dari luar negeri sampai dengan 17 Mei 2021 dan akan dilakukan evaluasi sebelum dibuka kembali.

Kemudian, Menhub melanjutkan blusukannya di Pelabuhan Tanjung Priok. Walaupun terjadi penurunan jumlah penumpang yang cukup signifikan, namun pergerakan angkutan logistik (program tol laut) mengalami peningkatan yang cukup tinggi selama 1 bulan terakhir, yaitu sekitar 70 persen.

“Tidak hanya angkutan tol laut menuju Indonesia Timur saja yang mengalami kenaikan, tingkat keterisian angkutan balik dari Indonesia Timur menuju Indonesia Barat yang selama ini belum optimal, mengalami kenaikan hingga 30 persen,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, kenaikan angkutan logistik melalui sektor laut juga terjadi untuk angkutan logistik internasional. Menhub menyebut angkutan logistik laut internasional naik 6 persen dibandingkan awal tahun 2020 atau sebelum pandemi Covid-19.

“Kita tahu bahwa angkutan logistik ini sangat penting untuk memberikan suatu ruang bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih baik,” ujar Menhub. [KPJ]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories