Hari Ini, Vaksin COVAX WHO Mendarat Perdana Di Ghana

Vaksin Covid-19 yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui fasilitas COVAX, mendarat untuk pertama kalinya di Ghana, Afrika Barat pada hari ini, Rabu (24/2).

Fasilitas COVAX merupakan skema pembiayaan untuk menjamin ketersediaan vaksin Covid-19 secara cepat, terutama negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Ini merupakan upaya WHO untuk mempercepat pengentasan pandemi Covid dari muka bumi.

“Sebanyak 600 ribu dosis vaksin AstraZeneca/Oxford produksi Serum Institute of India, telah tiba di Ibu Kota Ghana, Accra,” demikian bunyi pernyataan bersama WHO dan Badan PBB untuk Urusan Anak-anak (UNICEF), seperti dikutip Reuters, Rabu (24/2).

Pengiriman perdana vaksin Covid lewat fasilitas COVAX ini berhasil diwujudkan, dalam tempo nyaris setahun sejak WHO pertama kali mengumumkan novel coronavirus sebagai pandemi global. Atau 8 bulan sejak inisiatif COVAX diluncurkan. Inisiatif ini mengokohkan komitmen negara-negara kaya dan lembaga non profit, untuk mengembangkan vaksin dan mendistribusikannya secara adil ke seluruh dunia.

Kehadiran vaksin ini, tentu saja disambut baik oleh Otoritas Ghana. Sebab, mereka bisa segera meluncurkan program vaksinasi yang memprioritaskan tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan Covid, dan kelompok lain yang berisiko tinggi.

“Ini adalah hal yang sangat luar biasa. Kedatangan vaksin Covid di Ghana, menjadi senjata untuk segera mengakhiri pandemi Covid. Tak ada cara untuk keluar dari krisis ini, selain memastikan ketersediaan vaksin untuk semua,” kata Kepala Perwakilan UNICEF di Ghana, Anne-Claire Dufay dan Perwakilan WHO di Ghana, Francis Kasolo.

Berdasarkan data John Hopkins University, total kasus terkonfirmasi di Ghana pada Rabu (24/2), mencapai 2.487.155 dengan 80.700 kasus baru, dan 580 angka kematian. [HES]

]]> Vaksin Covid-19 yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui fasilitas COVAX, mendarat untuk pertama kalinya di Ghana, Afrika Barat pada hari ini, Rabu (24/2).

Fasilitas COVAX merupakan skema pembiayaan untuk menjamin ketersediaan vaksin Covid-19 secara cepat, terutama negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Ini merupakan upaya WHO untuk mempercepat pengentasan pandemi Covid dari muka bumi.

“Sebanyak 600 ribu dosis vaksin AstraZeneca/Oxford produksi Serum Institute of India, telah tiba di Ibu Kota Ghana, Accra,” demikian bunyi pernyataan bersama WHO dan Badan PBB untuk Urusan Anak-anak (UNICEF), seperti dikutip Reuters, Rabu (24/2).

Pengiriman perdana vaksin Covid lewat fasilitas COVAX ini berhasil diwujudkan, dalam tempo nyaris setahun sejak WHO pertama kali mengumumkan novel coronavirus sebagai pandemi global. Atau 8 bulan sejak inisiatif COVAX diluncurkan. Inisiatif ini mengokohkan komitmen negara-negara kaya dan lembaga non profit, untuk mengembangkan vaksin dan mendistribusikannya secara adil ke seluruh dunia.

Kehadiran vaksin ini, tentu saja disambut baik oleh Otoritas Ghana. Sebab, mereka bisa segera meluncurkan program vaksinasi yang memprioritaskan tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan Covid, dan kelompok lain yang berisiko tinggi.

“Ini adalah hal yang sangat luar biasa. Kedatangan vaksin Covid di Ghana, menjadi senjata untuk segera mengakhiri pandemi Covid. Tak ada cara untuk keluar dari krisis ini, selain memastikan ketersediaan vaksin untuk semua,” kata Kepala Perwakilan UNICEF di Ghana, Anne-Claire Dufay dan Perwakilan WHO di Ghana, Francis Kasolo.

Berdasarkan data John Hopkins University, total kasus terkonfirmasi di Ghana pada Rabu (24/2), mencapai 2.487.155 dengan 80.700 kasus baru, dan 580 angka kematian. [HES]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories