Harapan Satgas Semoga Libur Paskah Tak Bikin Kasus Positif Virus Corona Melonjak

Berkat sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dan kepatuhan masyarakat, ka­sus positif Covid-19 di Tanah Air kini sudah jauh menurun. Jangan sampai, kerja keras ini sia-sia hanya karena masyarakat ingin liburan pada long weekend ini.

Hal ini diungkapkan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

“Jangan sampai ada lonjakan kasus lagi di daerah-daerah,” harap Wiku dalam konferensi pers virtual di Jakarta, kemarin.

Dia mengingatkan, lonjakan kasus Corona bakal jadi preseden buruk ke depan. Selain itu, juga berpotensi membawa dampak negatif berkepanjangan.

Wiku meminta Satgas Penanganan Covid-19 daerah memperkuat pengawasan pro­tokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) pada warga, hingga lini wilayah terkecil.

Wiku juga meminta masyarakat menghindari bepergian dan tetap di rumah saja serta mem­batasi kerumunan.

“Satgas mengimbau semua pihak untuk mencegah mobilitas dan kerumunan, terutama di des­tinasi wisata,” imbau Wiku.

Berkaca pada tahun lalu, libur panjang menyebabkan kenaikan kasus Covid-19 hingga 30-40 persen. Tercatat, lonjakan kasus positif Covid-19, baik secara harian maupun kumulatif mingguan, mencapai 69-93 persen sejak libur Idul Fitri 22-25 Mei 2020.

 

Lonjakan kasus tersebut terlihat dalam rentang waktu 10-14 hari kemudian. Hal serupa juga terjadi pada libur panjang pada 20-23 Agustus 2020. Penambahan jumlah kasus positif Covid-19, baik secara harian maupun kumu­latif mingguan, mencapai 58-118 persen.

Kemudian, pada libur pan­jang 28 Oktober-1 November 2020 terjadi peningkatan kasus sebesar 17-22 persen.

Sementara pada Desember 2020 hingga Januari 2021, ter­jadi lonjakan kasus lebih dari 100 persen dibanding kasus pada Oktober 2020.

“Saya meminta Satgas di daerah meningkatkan penga­wasan di tempat-tempat yang berpotensi meningkatkan keru­munan di masa libur panjang ini,” tegas jelas Guru Besar Universitas Indonesia ini.

Berdasarkan data mingguan, per 28 Maret, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat, zona merah atau wilayah dengan risiko penularan virus Corona tinggi di Indonesia tinggal lima kabupaten/kota, di tiga provinsi.

Rinciannya, tiga kabupaten/kota di Provinsi Bali, yakni Kabupaten Buleleng, Kabupaten Tabanan dan Kota Denpasar.

Kemudian satu daerah di Kalimantan Tengah, yakni Kota Palangkaraya dan satu daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Kota Kupang. Sepekan sebelumnya, masih ada 10 daerah yang masuk kategori zona merah. [DIR]

]]> Berkat sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dan kepatuhan masyarakat, ka­sus positif Covid-19 di Tanah Air kini sudah jauh menurun. Jangan sampai, kerja keras ini sia-sia hanya karena masyarakat ingin liburan pada long weekend ini.

Hal ini diungkapkan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

“Jangan sampai ada lonjakan kasus lagi di daerah-daerah,” harap Wiku dalam konferensi pers virtual di Jakarta, kemarin.

Dia mengingatkan, lonjakan kasus Corona bakal jadi preseden buruk ke depan. Selain itu, juga berpotensi membawa dampak negatif berkepanjangan.

Wiku meminta Satgas Penanganan Covid-19 daerah memperkuat pengawasan pro­tokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) pada warga, hingga lini wilayah terkecil.

Wiku juga meminta masyarakat menghindari bepergian dan tetap di rumah saja serta mem­batasi kerumunan.

“Satgas mengimbau semua pihak untuk mencegah mobilitas dan kerumunan, terutama di des­tinasi wisata,” imbau Wiku.

Berkaca pada tahun lalu, libur panjang menyebabkan kenaikan kasus Covid-19 hingga 30-40 persen. Tercatat, lonjakan kasus positif Covid-19, baik secara harian maupun kumulatif mingguan, mencapai 69-93 persen sejak libur Idul Fitri 22-25 Mei 2020.

 

Lonjakan kasus tersebut terlihat dalam rentang waktu 10-14 hari kemudian. Hal serupa juga terjadi pada libur panjang pada 20-23 Agustus 2020. Penambahan jumlah kasus positif Covid-19, baik secara harian maupun kumu­latif mingguan, mencapai 58-118 persen.

Kemudian, pada libur pan­jang 28 Oktober-1 November 2020 terjadi peningkatan kasus sebesar 17-22 persen.

Sementara pada Desember 2020 hingga Januari 2021, ter­jadi lonjakan kasus lebih dari 100 persen dibanding kasus pada Oktober 2020.

“Saya meminta Satgas di daerah meningkatkan penga­wasan di tempat-tempat yang berpotensi meningkatkan keru­munan di masa libur panjang ini,” tegas jelas Guru Besar Universitas Indonesia ini.

Berdasarkan data mingguan, per 28 Maret, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat, zona merah atau wilayah dengan risiko penularan virus Corona tinggi di Indonesia tinggal lima kabupaten/kota, di tiga provinsi.

Rinciannya, tiga kabupaten/kota di Provinsi Bali, yakni Kabupaten Buleleng, Kabupaten Tabanan dan Kota Denpasar.

Kemudian satu daerah di Kalimantan Tengah, yakni Kota Palangkaraya dan satu daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Kota Kupang. Sepekan sebelumnya, masih ada 10 daerah yang masuk kategori zona merah. [DIR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories