Hadirkan Layanan Listrik Prima, 3 Proyek PLN UIP Jawa Bagian Barat Resmi Bertegangan

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (PLN UIP JBB) melalui Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 2 (UPP JBB 2) sukses melakukan pemberian tegangan (energize) di tiga infrastruktur ketenagalistrikan.

Ketiga proyek tersebut adalah Gas Insulated Substation (GIS) 150 kiloVolt (kV) Kembangan II, Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV Gardu Induk (GI) Ciledug arah GIS Kembangan II Sirkit #2 dan SKTT 150 kV GIS Kembangan II arah GIS Kembangan Sirkit #2.

General Manager PLN UIP JBB, Octavianus Padudung mengatakan, pihaknya secara bertahap melakukan pemberian tegangan pada seluruh proyek ini, dimulai pada 1 Agustus 2022 pukul 20.43 WIB dan secara penuh dinyatakan resmi energize pada 23.34 WIB.

“Ketiganya memiliki peran penting dalam meningkatkan keandalan kelistrikan di wilayah Jakarta Barat, Kota Tangerang, dan sekitarnya,” ujarnya dalam keterangan, Senin (8/8).

Ia menjelaskan, proyek GIS 150 kV Kembangan II dibangun di Kembangan, Jakarta Barat, dengan Tingkat Komponen dalam Negeri (TKDN) mencapai 38,43 persen.

Sebelumnya, kebutuhan tenaga listrik di sekitar kawasan Kembangan dilayani dari GI eksisting yaitu GI Kembangan 150/20 kV (3 x 60 MVA), di mana beban sudah mencapai di atas 80 persen dari kapasitasnya.

“Ini yang menjadi alasan utama mengapa GIS 150 kV Kembangan ini dibangun,” ujarnya.

Dibangun di kawasan padat penduduk dengab luasan lahan yang terbatas, ia mengaku, infrastruktur kelistrikan dengan tipe GIS atau GI Pasangan Dalam ini pun dipilih.

 

Karakteristik seluruh komponen kelistrikan berada di dalam gedung kecuali trafo, sehingga sangat cocok untuk dibangun di lingkungan perkotaan yang padat penduduk.

“Selain tidak mengganggu estetika tata kota, tingkat keamanan juga tidak perlu dikhawatirkan,” ungkapnya.

Sementara itu, SKTT 150 kV Kembangan II Incomer sirkit #2 dibangun di wilayah Metland Cyber City, Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten.

Saluran kabel ini, kata dia, memotong SKTT 150 kV Kembangan arah Ciledug eksisting yang dalam prosesnya membutuhkan pemadaman aliran listrik ke sisi pelanggan. Meski demikian, pembangunannya tetap mengoptimalkan agar pasokan listrik ke pelanggan tidak terganggu.

“SKTT ini juga akan menjadi tulang punggung untuk pasokan listrik di sekitarnya,” terangnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, pembangunan dua SKTT ini sangat dibutuhkan dalam rangka pengoperasian GIS 150 kV Kembangan II. Apalagi, pihak Komplek Metland juga sudah sangat menantikan penyelesaian proyek ini.

“Bagi PLN, proyek ini tentu akan meningkatkan revenue yang cukup signifikan,” ujarnya.

Kini, keandalan listrik prima yang dihasilkan dari proyek ini dapat segera dinikmati tidak hanya oleh Metland saja, melainkan juga masyarakat di Kembangan, Lontar, Alam Sutera, Ciledug, Cikupa dan sekitarnya.

Ia berharap, beroperasinya tiga proyek infrastruktur ketenagalistrikan yang menelan dana sebesar Rp 140 miliar ini, akan semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen. “Infrastruktur ini juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Octavianus. ■

]]> PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (PLN UIP JBB) melalui Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 2 (UPP JBB 2) sukses melakukan pemberian tegangan (energize) di tiga infrastruktur ketenagalistrikan.

Ketiga proyek tersebut adalah Gas Insulated Substation (GIS) 150 kiloVolt (kV) Kembangan II, Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV Gardu Induk (GI) Ciledug arah GIS Kembangan II Sirkit #2 dan SKTT 150 kV GIS Kembangan II arah GIS Kembangan Sirkit #2.

General Manager PLN UIP JBB, Octavianus Padudung mengatakan, pihaknya secara bertahap melakukan pemberian tegangan pada seluruh proyek ini, dimulai pada 1 Agustus 2022 pukul 20.43 WIB dan secara penuh dinyatakan resmi energize pada 23.34 WIB.

“Ketiganya memiliki peran penting dalam meningkatkan keandalan kelistrikan di wilayah Jakarta Barat, Kota Tangerang, dan sekitarnya,” ujarnya dalam keterangan, Senin (8/8).

Ia menjelaskan, proyek GIS 150 kV Kembangan II dibangun di Kembangan, Jakarta Barat, dengan Tingkat Komponen dalam Negeri (TKDN) mencapai 38,43 persen.

Sebelumnya, kebutuhan tenaga listrik di sekitar kawasan Kembangan dilayani dari GI eksisting yaitu GI Kembangan 150/20 kV (3 x 60 MVA), di mana beban sudah mencapai di atas 80 persen dari kapasitasnya.

“Ini yang menjadi alasan utama mengapa GIS 150 kV Kembangan ini dibangun,” ujarnya.

Dibangun di kawasan padat penduduk dengab luasan lahan yang terbatas, ia mengaku, infrastruktur kelistrikan dengan tipe GIS atau GI Pasangan Dalam ini pun dipilih.

 

Karakteristik seluruh komponen kelistrikan berada di dalam gedung kecuali trafo, sehingga sangat cocok untuk dibangun di lingkungan perkotaan yang padat penduduk.

“Selain tidak mengganggu estetika tata kota, tingkat keamanan juga tidak perlu dikhawatirkan,” ungkapnya.

Sementara itu, SKTT 150 kV Kembangan II Incomer sirkit #2 dibangun di wilayah Metland Cyber City, Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten.

Saluran kabel ini, kata dia, memotong SKTT 150 kV Kembangan arah Ciledug eksisting yang dalam prosesnya membutuhkan pemadaman aliran listrik ke sisi pelanggan. Meski demikian, pembangunannya tetap mengoptimalkan agar pasokan listrik ke pelanggan tidak terganggu.

“SKTT ini juga akan menjadi tulang punggung untuk pasokan listrik di sekitarnya,” terangnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, pembangunan dua SKTT ini sangat dibutuhkan dalam rangka pengoperasian GIS 150 kV Kembangan II. Apalagi, pihak Komplek Metland juga sudah sangat menantikan penyelesaian proyek ini.

“Bagi PLN, proyek ini tentu akan meningkatkan revenue yang cukup signifikan,” ujarnya.

Kini, keandalan listrik prima yang dihasilkan dari proyek ini dapat segera dinikmati tidak hanya oleh Metland saja, melainkan juga masyarakat di Kembangan, Lontar, Alam Sutera, Ciledug, Cikupa dan sekitarnya.

Ia berharap, beroperasinya tiga proyek infrastruktur ketenagalistrikan yang menelan dana sebesar Rp 140 miliar ini, akan semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen. “Infrastruktur ini juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Octavianus. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories