Hadapi Pileg dan Pilkada Partai Gelora Lebih Siap Dibanding Partai Ummat .

Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) lebih siap menghadapi agenda politik 2024, baik di kancah Pileg daerah maupun Pilkada, daripada Partai Ummat. Juga dari segi kepengurusan hingga mesin politik.

Hal itu disampaikan Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, kepada Rakyat Merdeka, menanggapi fenomena munculnya partai-partai baru. Dia menyebut, fenomena ini adalah bagian dari dinamika politik. Ini lumrah terjadi di negara yang menganut demokrasi.

Sepanjang 2021, sebut Arya, di Indonesia sudah muncul dua partai politik yang cukup mendapat sorotan publik. Yakni, Partai Gelora dan Partai Ummat. Keduanya sama-sama didirikan pentolan partai yang sudah lebih dulu muncul di Indonesia.

Sekalipun begitu, Arya menilai, Partai Gelora lebih siap menghadapi agenda kepemiluan 2024 dibandingkan Partai Ummat. Dua faktor utama yang memengaruhinya adalah sisi kepengurusan partai dan mesin politik.

Dari sisi kepengurusan partai, mantan peneliti Charta Politika ini menyebut, Partai Gelora banyak diisi tokoh yang saat ini populer di mata publik. Misalnya, Fahri Hamzah dan Anis Matta. Sedangkan, Partai Ummat hanya mengandalkan satu tokoh yakni Amien Rais.

Selain itu, sambung Arya, Partai Gelora juga lebih siap dalam hal kepengurusan hingga tingkat daerah dibanding Partai Ummat. Hal ini disebabkan partai berlogo gelombang laut ini lebih dulu muncul.

Sementara dari sisi mesin politik, Arya menyebut, kader hingga simpatisan partai Gelora sudah lebih dahulu turun ke masyarakat untuk mensosialisasikan partai. Ini berbanding terbalik dengan Partai Ummat, yang justru masih sibuk mempersiapkan syarat-syarat untuk bisa mengikuti pemilu.

Hanya saja, sebut Arya, lingkup Partai Gelora di kontestasi 2024 memang belum terlalu besar. Kemungkinan hanya bisa berkiprah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Pasalnya, untuk bisa mentas di tingkat pusat, ada syarat Parliamentary Threshold (PT) sebesar 4 persen.

Secara terpisah, Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta mengaku, telah menambah daya gedor partai dengan meresmikan Gelora Media Center (GMC) dalam rangka membangun infrastruktur digital menjelang pelaksanaan Pemilu 2024. [SSL]
]]> .
Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) lebih siap menghadapi agenda politik 2024, baik di kancah Pileg daerah maupun Pilkada, daripada Partai Ummat. Juga dari segi kepengurusan hingga mesin politik.
Hal itu disampaikan Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, kepada Rakyat Merdeka, menanggapi fenomena munculnya partai-partai baru. Dia menyebut, fenomena ini adalah bagian dari dinamika politik. Ini lumrah terjadi di negara yang menganut demokrasi.
Sepanjang 2021, sebut Arya, di Indonesia sudah muncul dua partai politik yang cukup mendapat sorotan publik. Yakni, Partai Gelora dan Partai Ummat. Keduanya sama-sama didirikan pentolan partai yang sudah lebih dulu muncul di Indonesia.
Sekalipun begitu, Arya menilai, Partai Gelora lebih siap menghadapi agenda kepemiluan 2024 dibandingkan Partai Ummat. Dua faktor utama yang memengaruhinya adalah sisi kepengurusan partai dan mesin politik.
Dari sisi kepengurusan partai, mantan peneliti Charta Politika ini menyebut, Partai Gelora banyak diisi tokoh yang saat ini populer di mata publik. Misalnya, Fahri Hamzah dan Anis Matta. Sedangkan, Partai Ummat hanya mengandalkan satu tokoh yakni Amien Rais.
Selain itu, sambung Arya, Partai Gelora juga lebih siap dalam hal kepengurusan hingga tingkat daerah dibanding Partai Ummat. Hal ini disebabkan partai berlogo gelombang laut ini lebih dulu muncul.
Sementara dari sisi mesin politik, Arya menyebut, kader hingga simpatisan partai Gelora sudah lebih dahulu turun ke masyarakat untuk mensosialisasikan partai. Ini berbanding terbalik dengan Partai Ummat, yang justru masih sibuk mempersiapkan syarat-syarat untuk bisa mengikuti pemilu.
Hanya saja, sebut Arya, lingkup Partai Gelora di kontestasi 2024 memang belum terlalu besar. Kemungkinan hanya bisa berkiprah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Pasalnya, untuk bisa mentas di tingkat pusat, ada syarat Parliamentary Threshold (PT) sebesar 4 persen.
Secara terpisah, Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta mengaku, telah menambah daya gedor partai dengan meresmikan Gelora Media Center (GMC) dalam rangka membangun infrastruktur digital menjelang pelaksanaan Pemilu 2024. [SSL]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories