Habiskan Miliaran, Bendungan Heula Jadi Wisata Air Warga Banten

Pemerintah habiskan dana Rp 458 miliar bangun Bendungan Sindangheula di Serang, Banten. Selain memenuhi kebutuhan air baku, Bendungan heula ini dapat dimanfaatkan sebagai destinasi pariwisata air untulk warga  Banten. 

“Bendungan Sindangheula akan menjadi area wisata karena dekat sekali dengan Kota Serang. Mudah-mudahan dengan adanya tol dari Serang ke Panimbang akan lebih mudah dijangkau,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat mendampingi Presiden Jokowi meresmikan Bendungan Sindangheula di Banten, Kamis (4/3).

Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Jarot Widyoko menerangkan, Bendungan Sindangheula merupakan satu dari 18 bendungan yang telah selesai konstruksinya dan diresmikan pada periode 2015-2020. 

“Untuk fungsi irigasinya sudah dimanfaatkan sejak 2020 lalu, dan berhasil menaikkan Indeks Pertanaman (IP) dari 120% ke 180%,” ujarnya. 

Jarot mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Banten yang telah berinisiatif membangun instalasi pengolahan air baku yang bersumber dari Bendungan Sindangheula. 

“Pemprov sudah membangun water treatment berkapasitas 400 liter per detik dan membangun intakenya di bendungan ini,” tuturnya. 

Sebagai informasi, pembangunan Bendungan Sindangheula  dikerjakan dari tahun 2015 hingga 2019 oleh PT PP dan PT Hutama Karya (Persero).Total biayanya sebesar Rp 458 miliar. [MFA].
 

]]> Pemerintah habiskan dana Rp 458 miliar bangun Bendungan Sindangheula di Serang, Banten. Selain memenuhi kebutuhan air baku, Bendungan heula ini dapat dimanfaatkan sebagai destinasi pariwisata air untulk warga  Banten. 

“Bendungan Sindangheula akan menjadi area wisata karena dekat sekali dengan Kota Serang. Mudah-mudahan dengan adanya tol dari Serang ke Panimbang akan lebih mudah dijangkau,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat mendampingi Presiden Jokowi meresmikan Bendungan Sindangheula di Banten, Kamis (4/3).

Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Jarot Widyoko menerangkan, Bendungan Sindangheula merupakan satu dari 18 bendungan yang telah selesai konstruksinya dan diresmikan pada periode 2015-2020. 

“Untuk fungsi irigasinya sudah dimanfaatkan sejak 2020 lalu, dan berhasil menaikkan Indeks Pertanaman (IP) dari 120% ke 180%,” ujarnya. 

Jarot mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Banten yang telah berinisiatif membangun instalasi pengolahan air baku yang bersumber dari Bendungan Sindangheula. 

“Pemprov sudah membangun water treatment berkapasitas 400 liter per detik dan membangun intakenya di bendungan ini,” tuturnya. 

Sebagai informasi, pembangunan Bendungan Sindangheula  dikerjakan dari tahun 2015 hingga 2019 oleh PT PP dan PT Hutama Karya (Persero).Total biayanya sebesar Rp 458 miliar. [MFA].
 
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories