Gubernur Anies Minta Orang Tua Ajak Anaknya Divaksin

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, meminta orang tua untuk mengajak anaknya yang berusia 6-11 tahun mengikuti program vaksinasi Covid-19.

Hal ini disampaikan Anies saat melakukan kick off pemberian vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cempaka Putih Timur 03 Pagi, Jakarta Pusat, Selasa (14/12). 

Di itu acara hadir pula Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Maarullah Mataali, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Febrie Adriansyah, Kepala Dinas Kesehatan(Kadinkes) DKI Widyastuti.

Dalam sambutannya, Anies mengatakan, berdasarkan Data Pokok Satuan Pendidikan (Dapodik), sebanyak 1,1 juta anak ditargetkan mendapatkan vaksinasi di seluruh fasilitas Jakarta.

Untuk memuluskan langkah itu, partisipasi dari semua pihak, terutama orang tua, menjadi sangat penting, mengingat saat ini masih masa pandemi.

Anies berharap, target vaksinasi tercapai seperti kelompok usia 12-17, 17 -59 tahun. “Alhamdulillah di Jakarta telah melampaui targetnya,” tuturnya.

Menurut Anies, pemberian vaksinasi Covid-19 di pertengahan Desember ini adalah yang pertama untuk golongan umur 6-11 tahun.

 

Anak-anak di rentang umur tersebut akan mendapatkan vaksinasi di sekolah, Puskesmas, rumah sakit, dan sentra vaksinasi yang dis elenggarakan komunitas.

Sementara Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat (Jakpus) Erizon Safari mengatakan, vaksin yang disuntikkan adalah Sinovac, berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dia mengatakan, hal yang perlu diantisipasi dari Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dari vaksin Sinovac adalah demam. “Kita edukasi orang tuanya. Jika anak demam, ya berikan obat penurun demam seperti parasetamol,” jelasnya.

Diketahui, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah memperbolehkan daerah menerapkan vaksinasi Corona bagi anakanak usia 6-11 tahun mulai 24 Desember 2021.

Hal ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 66 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada saat Natal dan Tahun Baru 2022. [SSL]

]]> Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, meminta orang tua untuk mengajak anaknya yang berusia 6-11 tahun mengikuti program vaksinasi Covid-19.

Hal ini disampaikan Anies saat melakukan kick off pemberian vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cempaka Putih Timur 03 Pagi, Jakarta Pusat, Selasa (14/12). 

Di itu acara hadir pula Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Maarullah Mataali, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Febrie Adriansyah, Kepala Dinas Kesehatan(Kadinkes) DKI Widyastuti.

Dalam sambutannya, Anies mengatakan, berdasarkan Data Pokok Satuan Pendidikan (Dapodik), sebanyak 1,1 juta anak ditargetkan mendapatkan vaksinasi di seluruh fasilitas Jakarta.

Untuk memuluskan langkah itu, partisipasi dari semua pihak, terutama orang tua, menjadi sangat penting, mengingat saat ini masih masa pandemi.

Anies berharap, target vaksinasi tercapai seperti kelompok usia 12-17, 17 -59 tahun. “Alhamdulillah di Jakarta telah melampaui targetnya,” tuturnya.

Menurut Anies, pemberian vaksinasi Covid-19 di pertengahan Desember ini adalah yang pertama untuk golongan umur 6-11 tahun.

 

Anak-anak di rentang umur tersebut akan mendapatkan vaksinasi di sekolah, Puskesmas, rumah sakit, dan sentra vaksinasi yang dis elenggarakan komunitas.

Sementara Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat (Jakpus) Erizon Safari mengatakan, vaksin yang disuntikkan adalah Sinovac, berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dia mengatakan, hal yang perlu diantisipasi dari Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dari vaksin Sinovac adalah demam. “Kita edukasi orang tuanya. Jika anak demam, ya berikan obat penurun demam seperti parasetamol,” jelasnya.

Diketahui, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah memperbolehkan daerah menerapkan vaksinasi Corona bagi anakanak usia 6-11 tahun mulai 24 Desember 2021.

Hal ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 66 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada saat Natal dan Tahun Baru 2022. [SSL]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories