Google Hibah Alat Tangkal Hoax Untuk Maarif Institute

Hoax menjadi ancaman serius, jika tidak lekas ditangkal. Karena itu Google.org menghibahkan penangkalnya ke Maarif Institute, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dan Love Frankie. Ketiga lembaga itu bekerja sama menginisiasi program Tular Nalar. Sejak pertengahan 2020 lalu, program ini melatih 26.700 guru, dosen, dan guru honorer di 23 kota di Indonesia, tentang cara mengidentifikasi dan memerangi misinformasi. Selain membekali keterampilan literasi media yang relevan dan menjangkau publik yang lebih luas, konsorsium Tular Nalar juga meluncurkan situs tularnalar.id. Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Samuel A. Pangerapan memberikan apresiasi positif dengan kehadiran situs tularnalar.id ini. Menilik datanya, sejak Januari 2020 hingga januari 2021 ada sekitar 1.500 hoax tentang Covid 19. “Terbayang berapa kerugian dan kekacauan yang terjadi di masyarakat yang mungkin termakan oleh hoax,” kata Samuel dalam keterangannya, yang diterima RM.id Jumat (5/4). Ia berharap platform tularnalar.id ini dapat menciptakan masyarakat yang Tahu, Tanggal dan Tangguh terhadap Hoax. Head of Public Affairs Southeast Asia, Google Ryan Rahardjo mengatakan, hibah untuk Maarif Institute bekerja sama dengan Mafindo, adalah upaya berkelanjutan dalam mendukung organisasi-organisasi yang membantu masyarakat Indonesia melawan misinformasi dan disinformasi. Khususnya terkait vaksin Covid-19. Menurutnya, perang misinformasi dan disinformasi daring terus menjadi tantangan penting dan prioritas utama Google. “Kami berharap peluncuran situs Tular Nalar ini dapat membantu mengasah cara berpikir kritis masyarakat agar terhindar dari misinformasi dan disinformasi terutama terkait COVID-19,” harapnya. Direktur Program Maarif Institute Khelmy K Pribadi menyebut, kehadiran situs tularnalar.id penting, yaitu untuk memperluas akses publik pada sumber pembelajaran daring. Sehingga kapasitas literasi dosen, guru, siswa dan siapapun meningkat dalan melawan misinformasi, disinformasi dan ujaran kebencian. “Situs tularnalar.id menyediakan materi pembelajaran yang kreatif dan interaktif. Termasuk di dalamnya adalah modul, video, dan kuis-kuis menarik dengan sumber rujukan yang jelas,” tuturnya. [SAR]
]]> Hoax menjadi ancaman serius, jika tidak lekas ditangkal. Karena itu Google.org menghibahkan penangkalnya ke Maarif Institute, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dan Love Frankie. Ketiga lembaga itu bekerja sama menginisiasi program Tular Nalar. Sejak pertengahan 2020 lalu, program ini melatih 26.700 guru, dosen, dan guru honorer di 23 kota di Indonesia, tentang cara mengidentifikasi dan memerangi misinformasi. Selain membekali keterampilan literasi media yang relevan dan menjangkau publik yang lebih luas, konsorsium Tular Nalar juga meluncurkan situs tularnalar.id. Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Samuel A. Pangerapan memberikan apresiasi positif dengan kehadiran situs tularnalar.id ini. Menilik datanya, sejak Januari 2020 hingga januari 2021 ada sekitar 1.500 hoax tentang Covid 19. “Terbayang berapa kerugian dan kekacauan yang terjadi di masyarakat yang mungkin termakan oleh hoax,” kata Samuel dalam keterangannya, yang diterima RM.id Jumat (5/4). Ia berharap platform tularnalar.id ini dapat menciptakan masyarakat yang Tahu, Tanggal dan Tangguh terhadap Hoax. Head of Public Affairs Southeast Asia, Google Ryan Rahardjo mengatakan, hibah untuk Maarif Institute bekerja sama dengan Mafindo, adalah upaya berkelanjutan dalam mendukung organisasi-organisasi yang membantu masyarakat Indonesia melawan misinformasi dan disinformasi. Khususnya terkait vaksin Covid-19. Menurutnya, perang misinformasi dan disinformasi daring terus menjadi tantangan penting dan prioritas utama Google. “Kami berharap peluncuran situs Tular Nalar ini dapat membantu mengasah cara berpikir kritis masyarakat agar terhindar dari misinformasi dan disinformasi terutama terkait COVID-19,” harapnya. Direktur Program Maarif Institute Khelmy K Pribadi menyebut, kehadiran situs tularnalar.id penting, yaitu untuk memperluas akses publik pada sumber pembelajaran daring. Sehingga kapasitas literasi dosen, guru, siswa dan siapapun meningkat dalan melawan misinformasi, disinformasi dan ujaran kebencian. “Situs tularnalar.id menyediakan materi pembelajaran yang kreatif dan interaktif. Termasuk di dalamnya adalah modul, video, dan kuis-kuis menarik dengan sumber rujukan yang jelas,” tuturnya. [SAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories