Good News, Antibodi Setelah Terinfeksi Covid Bisa Awet 10 Bulan .

Waktu kekebalan tubuh dapat bertahan setelah terinfeksi, merupakan hal yang mengkhawatirkan para penyintas Covid-19. Apalagi, kasus reinfeksi juga menjadi ancaman yang kapan saja bisa terjadi.

Namun, kini ada kabar baik. Antibodi pasca infeksi Covid, ternyata bisa bertahan sampai 10 bulan. Temuan ini meng-update penelitian sebelumnya, yang menunjukkan kekebalan tubuh pasca infeksi Covid mampu bertahan hingga 9 bulan.

Info ini disampaikan Kandidat PhD Universitas Kobe Jepang, dr. Adam Prabata via laman Instagramnya.

“Kadar antibodi penetralisir dan IgG relatif stabil di dalam darah, hingga lebih dari 10 bulan terhitung sejak bergejala,” kata Adam.

Faktanya, semakin berat gejala dan semakin tua usia pasien, kemampuan penetralisir antibodi Covid akan menjadi lebih tinggi. 

Selain itu, kemampuan penetralisir antibodi Covid pada laki-laki, cenderung lebih tinggi dibanding perempuan, serta pasien dengan demam atau diare.

“Meski antibodi terdeteksi terus, kita harus tetap mewaspadai risiko reinfeksi. Karena faktanya, ada pasien reinfeksi Covid yang pernah terdeteksi memiliki antibodi,” jelas Adam.

“Hingga saat ini, belum diketahui kadar antibodi yang cukup untuk mencegah infeksi Covid-19. Ada 13 persen penyintas yang tidak terdeteksi kemampuan penetralisir antibodinya setelah 10 bulan,” pungkasnya. [HES]

 

]]> .
Waktu kekebalan tubuh dapat bertahan setelah terinfeksi, merupakan hal yang mengkhawatirkan para penyintas Covid-19. Apalagi, kasus reinfeksi juga menjadi ancaman yang kapan saja bisa terjadi.

Namun, kini ada kabar baik. Antibodi pasca infeksi Covid, ternyata bisa bertahan sampai 10 bulan. Temuan ini meng-update penelitian sebelumnya, yang menunjukkan kekebalan tubuh pasca infeksi Covid mampu bertahan hingga 9 bulan.

Info ini disampaikan Kandidat PhD Universitas Kobe Jepang, dr. Adam Prabata via laman Instagramnya.

“Kadar antibodi penetralisir dan IgG relatif stabil di dalam darah, hingga lebih dari 10 bulan terhitung sejak bergejala,” kata Adam.

Faktanya, semakin berat gejala dan semakin tua usia pasien, kemampuan penetralisir antibodi Covid akan menjadi lebih tinggi. 

Selain itu, kemampuan penetralisir antibodi Covid pada laki-laki, cenderung lebih tinggi dibanding perempuan, serta pasien dengan demam atau diare.

“Meski antibodi terdeteksi terus, kita harus tetap mewaspadai risiko reinfeksi. Karena faktanya, ada pasien reinfeksi Covid yang pernah terdeteksi memiliki antibodi,” jelas Adam.

“Hingga saat ini, belum diketahui kadar antibodi yang cukup untuk mencegah infeksi Covid-19. Ada 13 persen penyintas yang tidak terdeteksi kemampuan penetralisir antibodinya setelah 10 bulan,” pungkasnya. [HES]

 
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories