Gondok Ke Biden, Putin Sayang Ke Trump

Rusia secara permanen melarang hampir seribu pejabat dan orang penting Amerika Serikat (AS) memasuki negara itu. Termasuk, Presiden Joe Biden dan Wakilnya Kamala Harris. Yang menarik, Donald Trump, tidak masuk dalam list itu.

Kementerian Luar Negeri Rusia, Sabtu (21/5), menerbitkan 963 orang AS yang dilarang memasuki Rusia. Dalam daftar itu tercantum nama pejabat di pemerintahan Biden, anggota Partai Demokrat, eksekutif teknologi, jurnalis, anggota parlemen yang telah meninggal, hingga aktor Morgan Freeman.

“Dalam konteks merespons sanksi anti-Rusia yang terus-menerus dijatuhkan Amerika Serikat dan terkait adanya permintaan yang masuk tentang komposisi orang-orang yang dilarang masuk secara nasional, Kementerian Luar Negeri Rusia menerbitkan daftar warga negara Amerika, yang secara permanen dilarang memasuki Federasi Rusia,” isi pernyataan pers Kementerian Luar Negeri Rusia.

Beberapa dari mereka yang disebutkan dalam daftar Sabtu, termasuk Biden, Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin, dikenai sanksi Maret dan dilarang memasuki Rusia.

Daftar tersebut juga memasukkan nama pejabat utama dari pemerintahan Biden, seperti Wapres Kamala Harris, Menteri Transportasi Pete Buttigieg, dan mantan sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki.

 

Putra presiden, Hunter Biden, juga masuk list. Begitu juga dengan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton. Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Washington Post, terkait kebijakan Rusia itu.

Satu nama tokoh AS yang tidak ada di daftar adalah mantan Presiden Donald Trump. Sedangkan satu-satunya pejabat era Trump yang termasuk dalam larangan itu hanya mantan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo.

Dilansir Washington Post, dari ratusan koleksi nama itu, sekitar 86 orang adalah warga AS yang terdiri dari rabi, aktivis LBGTQ, pengacara di Iowa, eksekutif di kontraktor pertahanan dan profesor sejarah di Universitas Yale.

Rusia juga memasukkan Chief Executive Officer (CEO) Facebook Mark Zuckerberg dan Presiden Microsoft Brad Smith ke dalam daftar.

Sedangkan wartawan AS yang masuk daftar David Ignatius dari The Post, George Stephanopoulos dari ABC News, Susan Glasser dari New Yorker, Bret Stephens dari New York Times dan Bianna Golodryga dari CNN. Tidak ada jurnalis atau pembawa acara dari Fox News di dalam daftar tersebut.

Daftar itu juga mencantumkan nama Ketua DPR Nancy Pelosi, Pemimpin Mayoritas Senat Charles E. Schumer dan Pemimpin Minoritas DPR Kevin McCarthy.

 

Ketua Fraksi Partai Republik di Senat, Mitch McConnell tidak ada dalam daftar. Juga tak masuk list adalah Senator Rand Paul, yang menunda pemungutan suara Senat tentang bantuan untuk Ukraina pekan lalu. Ia adalah satu-satunya senator yang keberatan.

Senat meloloskan bantuan kemanusiaan baru untuk Ukraina senilai 40 miliar dolar AS atau sekitar (Rp 586,8 triliun). Paket bantuan baru itu menandakan, AS dan sekutunya sedang mempersiapkan konflik yang lebih panjang antara Ukraina dan Rusia.

Paket tersebut mencakup 20 miliar dolar AS (sekitar Rp 293,4 triliun) bantuan militer tambahan yang akan membiayai transfer sistem senjata canggih. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berterima kasih kepada Biden, seraya mengatakan, bantuan pertahanan dibutuhkan lebih dari sebelumnya.

Selain Trump yang boleh masuk, yang menarik adalah orang yang dilarang masuk ke Rusia adalah mantan senator John McCain, Harry M Reid dan Orrin G. Hatch. Mereka semua sudah meninggal dunia. McCain meninggal pada 2018 pada usia 81 tahun. Reid meninggal pada Desember pada usia 82 tahun, sementara Hatch meninggal bulan lalu pada usia 88 tahun.

 

“Sanksi balasan Rusia diperlukan dan bertujuan untuk membatasi AS yang mencoba memaksakan ‘tatanan dunia’ neokolonial di seluruh planet ini untuk mengubah posisinya dan mengakui realitas geopolitik baru,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, Sabtu (21/5), dikutip dari AFP.

“Rusia bukan bermaksud berkonfrontasi. Kami tetap terbuka untuk dialog yang jujur dan saling menghormati, membedakan rakyat Amerika dari otoritas AS yang memicu Russophobia dan orang-orang yang melayani mereka,” imbuh pernyataan itu.

Salah satu nama yang mengejutkan muncul dalam daftar itu adalah Freeman (84), aktor pemenang Academy Award. Ia dituduh Moskow telah merekam video pada 2017 dengan mengklaim Rusia berkomplot melawan AS.

Tak khawatir dengan daftar itu, beberapa orang AS yang masuk dalam daftar Rusia berkomentar di media sosial. Duta Besar AS untuk Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa, Michael Carpenter, mengatakan,“Suatu Kehormatan berada dalam daftar itu.”

 

Sedangkan mantan Jaksa Federal Norman Barbosa yang sekarang bekerja di Microsoft, mengatakan, dia berteman baik dengan hampir 1.000 orang AS.

Donna Brazile, ahli strategi politik dan mantan ketua sementara Komite Nasional Demokrat, bertanya-tanya mengapa Presiden Rusia Vladimir Putin memasukkannya ke dalam daftar yang dilarang di Rusia. “Oh well, saya mendukung pemerintah demokratis daripada diktator yang otoriter. Selamat tinggal Putin!”

Anggota DPR Lori Trahan (D-Mass.) menekankan, langkah Rusia tidak membuatnya berubah pikiran tentang invasi tersebut.

“Jika Vladimir Putin secara permanen melarang saya masuk Rusia untuk mengubah dukungan saya untuk Ukraina, saya punya kabar buruk untuknya,” tulisnya.

Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Rusia telah menambahkan 26 nama baru ke daftar orang Kanada yang dilarang bepergian ke Rusia. Daftar itu termasuk kepala pertahanan, eksekutif industri pertahanan dan Sophie Gregoire Trudeau, istri Perdana Menteri Justin Trudeau.

Daftar pelarangan Rusia untuk Kanada yang baru diterbitkan empat hari setelah Kanada memperkenalkan undang-undang yang akan melarang Presiden Vladimir Putin dan sekitar seribu anggota pemerintahan dan militernya bepergian ke Kanada.*** 

]]> Rusia secara permanen melarang hampir seribu pejabat dan orang penting Amerika Serikat (AS) memasuki negara itu. Termasuk, Presiden Joe Biden dan Wakilnya Kamala Harris. Yang menarik, Donald Trump, tidak masuk dalam list itu.

Kementerian Luar Negeri Rusia, Sabtu (21/5), menerbitkan 963 orang AS yang dilarang memasuki Rusia. Dalam daftar itu tercantum nama pejabat di pemerintahan Biden, anggota Partai Demokrat, eksekutif teknologi, jurnalis, anggota parlemen yang telah meninggal, hingga aktor Morgan Freeman.

“Dalam konteks merespons sanksi anti-Rusia yang terus-menerus dijatuhkan Amerika Serikat dan terkait adanya permintaan yang masuk tentang komposisi orang-orang yang dilarang masuk secara nasional, Kementerian Luar Negeri Rusia menerbitkan daftar warga negara Amerika, yang secara permanen dilarang memasuki Federasi Rusia,” isi pernyataan pers Kementerian Luar Negeri Rusia.

Beberapa dari mereka yang disebutkan dalam daftar Sabtu, termasuk Biden, Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin, dikenai sanksi Maret dan dilarang memasuki Rusia.

Daftar tersebut juga memasukkan nama pejabat utama dari pemerintahan Biden, seperti Wapres Kamala Harris, Menteri Transportasi Pete Buttigieg, dan mantan sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki.

 

Putra presiden, Hunter Biden, juga masuk list. Begitu juga dengan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton. Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Washington Post, terkait kebijakan Rusia itu.

Satu nama tokoh AS yang tidak ada di daftar adalah mantan Presiden Donald Trump. Sedangkan satu-satunya pejabat era Trump yang termasuk dalam larangan itu hanya mantan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo.

Dilansir Washington Post, dari ratusan koleksi nama itu, sekitar 86 orang adalah warga AS yang terdiri dari rabi, aktivis LBGTQ, pengacara di Iowa, eksekutif di kontraktor pertahanan dan profesor sejarah di Universitas Yale.

Rusia juga memasukkan Chief Executive Officer (CEO) Facebook Mark Zuckerberg dan Presiden Microsoft Brad Smith ke dalam daftar.

Sedangkan wartawan AS yang masuk daftar David Ignatius dari The Post, George Stephanopoulos dari ABC News, Susan Glasser dari New Yorker, Bret Stephens dari New York Times dan Bianna Golodryga dari CNN. Tidak ada jurnalis atau pembawa acara dari Fox News di dalam daftar tersebut.

Daftar itu juga mencantumkan nama Ketua DPR Nancy Pelosi, Pemimpin Mayoritas Senat Charles E. Schumer dan Pemimpin Minoritas DPR Kevin McCarthy.

 

Ketua Fraksi Partai Republik di Senat, Mitch McConnell tidak ada dalam daftar. Juga tak masuk list adalah Senator Rand Paul, yang menunda pemungutan suara Senat tentang bantuan untuk Ukraina pekan lalu. Ia adalah satu-satunya senator yang keberatan.

Senat meloloskan bantuan kemanusiaan baru untuk Ukraina senilai 40 miliar dolar AS atau sekitar (Rp 586,8 triliun). Paket bantuan baru itu menandakan, AS dan sekutunya sedang mempersiapkan konflik yang lebih panjang antara Ukraina dan Rusia.

Paket tersebut mencakup 20 miliar dolar AS (sekitar Rp 293,4 triliun) bantuan militer tambahan yang akan membiayai transfer sistem senjata canggih. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berterima kasih kepada Biden, seraya mengatakan, bantuan pertahanan dibutuhkan lebih dari sebelumnya.

Selain Trump yang boleh masuk, yang menarik adalah orang yang dilarang masuk ke Rusia adalah mantan senator John McCain, Harry M Reid dan Orrin G. Hatch. Mereka semua sudah meninggal dunia. McCain meninggal pada 2018 pada usia 81 tahun. Reid meninggal pada Desember pada usia 82 tahun, sementara Hatch meninggal bulan lalu pada usia 88 tahun.

 

“Sanksi balasan Rusia diperlukan dan bertujuan untuk membatasi AS yang mencoba memaksakan ‘tatanan dunia’ neokolonial di seluruh planet ini untuk mengubah posisinya dan mengakui realitas geopolitik baru,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, Sabtu (21/5), dikutip dari AFP.

“Rusia bukan bermaksud berkonfrontasi. Kami tetap terbuka untuk dialog yang jujur dan saling menghormati, membedakan rakyat Amerika dari otoritas AS yang memicu Russophobia dan orang-orang yang melayani mereka,” imbuh pernyataan itu.

Salah satu nama yang mengejutkan muncul dalam daftar itu adalah Freeman (84), aktor pemenang Academy Award. Ia dituduh Moskow telah merekam video pada 2017 dengan mengklaim Rusia berkomplot melawan AS.

Tak khawatir dengan daftar itu, beberapa orang AS yang masuk dalam daftar Rusia berkomentar di media sosial. Duta Besar AS untuk Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa, Michael Carpenter, mengatakan,“Suatu Kehormatan berada dalam daftar itu.”

 

Sedangkan mantan Jaksa Federal Norman Barbosa yang sekarang bekerja di Microsoft, mengatakan, dia berteman baik dengan hampir 1.000 orang AS.

Donna Brazile, ahli strategi politik dan mantan ketua sementara Komite Nasional Demokrat, bertanya-tanya mengapa Presiden Rusia Vladimir Putin memasukkannya ke dalam daftar yang dilarang di Rusia. “Oh well, saya mendukung pemerintah demokratis daripada diktator yang otoriter. Selamat tinggal Putin!”

Anggota DPR Lori Trahan (D-Mass.) menekankan, langkah Rusia tidak membuatnya berubah pikiran tentang invasi tersebut.

“Jika Vladimir Putin secara permanen melarang saya masuk Rusia untuk mengubah dukungan saya untuk Ukraina, saya punya kabar buruk untuknya,” tulisnya.

Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Rusia telah menambahkan 26 nama baru ke daftar orang Kanada yang dilarang bepergian ke Rusia. Daftar itu termasuk kepala pertahanan, eksekutif industri pertahanan dan Sophie Gregoire Trudeau, istri Perdana Menteri Justin Trudeau.

Daftar pelarangan Rusia untuk Kanada yang baru diterbitkan empat hari setelah Kanada memperkenalkan undang-undang yang akan melarang Presiden Vladimir Putin dan sekitar seribu anggota pemerintahan dan militernya bepergian ke Kanada.*** 
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories