Golkar-PKC Gelar Pertemuan Bahas Kerja Sama Parpol

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menerima kunjungan Minister International Department Komite Sentral Partai Komunis China (PKC) Mr Liu Jianchao. Keduanya embahas kerja sama bilateral sesama partai politik yang selama ini sudah terjalin.

Usai pertemuan yang digelar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (31/8), Airlangga menyampaikan sejumlah pembahasan yang dibicarakan dengan PKC. Pertama yakni kerja sama diplomatik antarkedua negara, khususnya bidang ekonomi.

“Pada kesempatan ini dibahas beberapa hal tindak lanjut dari pertemuan dengan Presiden Jokowi. Soal ekonomi beberapa sektor yang diberikan catatan kerja sama,” kata Airlangga Hartarto.

Di antaranya adalah sektor perikanan. Kata Airlangga, ini merupakan salah satu sektor yang penting. Sebab, sumber protein di China itu lebih dari 60 persen berasal dari ikan.

“Sehingga Indonesia yang daerah kepulauan dengan dua pertiga wilayahnya kelautan ini mempunyai potensi yang besar,” ujarnya.

Selain perikanan, keduanya juga membahas mengenai perencanaan perkembangan pembangunan 10-20 tahun ke depan. Misalnya isu ketersediaan pangan. Indonesia harus belajar dari China yang bisa menyediakan pangan untuk 1,4 miliar orang.

Indonesia dengan 270 juta penduduk harus belajar bagaimana meningkatkan produktivitas di sektor pertanian terutama untuk intensifikasi dan produktivitas, asupan teknologi dalam pengembangan agrikultur yang selalu menjadi catatan Presiden Jokowi.

Terkait kerja sama antarpartai, Airlangga membeberkan, keduanya juga membicarakan kongres PKC yang akan digelar bulan Oktober mendatang Selanjutnya, Golkar dan PKC juga membicarakan pertukaran kader.

Kata Airlangga, selama ini Partai Golkar mengirim kadernya ke China begitu pula sebaliknya.

“Dengan Golkar Institute dibahas untuk diperluas dalam bentuk seminar baik yang offline maupun online. Ke depan akan semakin intensif, agar lebih mengetahui kebudayaan dan kultur, serta perkembangan pembangunan kedua negara,” jelasnya.

Sementara itu, Minister International Department Komite Sentral Partai Komunis China (PKC) Mr Liu Jianchao berterima kasih kepada Partai Golkar yang menyambut dengan baik dalam pertemuan itu.

“Dalam tiga hari ini saya diterima Presiden Joko Widodo, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan hari ini saya diterima dengan hangat oleh Ketum Partai Golkar Bapak Airlangga Hartarto,” katanya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RRT untuk RI tahun 2012- 2014 juga mengaku kedatangannya seperti pulang ke kampung halamannya. Diakuinya, selama 10 tahun hubungan Tiongkok-Indonesia terakhir, mengalami peningkatan yang luar biasa.

Selain itu, ia juga menyampaikan hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara yang akan ditingkatkan pada masa mendatang.

“Persis seperti yang disampaikan oleh Pak Airlangga sebelumnya, sekarang Tiongkok telah menjadi mitra perdagangan terbesar untuk Indonesia dan negara asal investasi ketiga untuk Indonesia,” ujarnya.

Ia menilai, kedua negara menjalin kerja sama yang sangat erat. Dari mulai pembangunan infrastruktur kereta cepat, smelter logam, dan investasi-investasi bentuk lain. Ia merasa yakin, kerja sama yang dilakukan saling menguntungkan dan bermanfaat bagi kedua belah pihak.

“Indonesia sekarang sudah menjadi kekuatan ekonomi utama yang berpengaruh baik di kawasan maupun dunia internasional. Kami dari Tiongkok dan PKC sangat senang. Kami akan menjalin koordinasi dengan pemerintah Indonesia dan mendukung Presidensi G-20 di Bali nanti,” tutupnya.■

]]> Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menerima kunjungan Minister International Department Komite Sentral Partai Komunis China (PKC) Mr Liu Jianchao. Keduanya embahas kerja sama bilateral sesama partai politik yang selama ini sudah terjalin.

Usai pertemuan yang digelar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (31/8), Airlangga menyampaikan sejumlah pembahasan yang dibicarakan dengan PKC. Pertama yakni kerja sama diplomatik antarkedua negara, khususnya bidang ekonomi.

“Pada kesempatan ini dibahas beberapa hal tindak lanjut dari pertemuan dengan Presiden Jokowi. Soal ekonomi beberapa sektor yang diberikan catatan kerja sama,” kata Airlangga Hartarto.

Di antaranya adalah sektor perikanan. Kata Airlangga, ini merupakan salah satu sektor yang penting. Sebab, sumber protein di China itu lebih dari 60 persen berasal dari ikan.

“Sehingga Indonesia yang daerah kepulauan dengan dua pertiga wilayahnya kelautan ini mempunyai potensi yang besar,” ujarnya.

Selain perikanan, keduanya juga membahas mengenai perencanaan perkembangan pembangunan 10-20 tahun ke depan. Misalnya isu ketersediaan pangan. Indonesia harus belajar dari China yang bisa menyediakan pangan untuk 1,4 miliar orang.

Indonesia dengan 270 juta penduduk harus belajar bagaimana meningkatkan produktivitas di sektor pertanian terutama untuk intensifikasi dan produktivitas, asupan teknologi dalam pengembangan agrikultur yang selalu menjadi catatan Presiden Jokowi.

Terkait kerja sama antarpartai, Airlangga membeberkan, keduanya juga membicarakan kongres PKC yang akan digelar bulan Oktober mendatang Selanjutnya, Golkar dan PKC juga membicarakan pertukaran kader.

Kata Airlangga, selama ini Partai Golkar mengirim kadernya ke China begitu pula sebaliknya.

“Dengan Golkar Institute dibahas untuk diperluas dalam bentuk seminar baik yang offline maupun online. Ke depan akan semakin intensif, agar lebih mengetahui kebudayaan dan kultur, serta perkembangan pembangunan kedua negara,” jelasnya.

Sementara itu, Minister International Department Komite Sentral Partai Komunis China (PKC) Mr Liu Jianchao berterima kasih kepada Partai Golkar yang menyambut dengan baik dalam pertemuan itu.

“Dalam tiga hari ini saya diterima Presiden Joko Widodo, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan hari ini saya diterima dengan hangat oleh Ketum Partai Golkar Bapak Airlangga Hartarto,” katanya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RRT untuk RI tahun 2012- 2014 juga mengaku kedatangannya seperti pulang ke kampung halamannya. Diakuinya, selama 10 tahun hubungan Tiongkok-Indonesia terakhir, mengalami peningkatan yang luar biasa.

Selain itu, ia juga menyampaikan hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara yang akan ditingkatkan pada masa mendatang.

“Persis seperti yang disampaikan oleh Pak Airlangga sebelumnya, sekarang Tiongkok telah menjadi mitra perdagangan terbesar untuk Indonesia dan negara asal investasi ketiga untuk Indonesia,” ujarnya.

Ia menilai, kedua negara menjalin kerja sama yang sangat erat. Dari mulai pembangunan infrastruktur kereta cepat, smelter logam, dan investasi-investasi bentuk lain. Ia merasa yakin, kerja sama yang dilakukan saling menguntungkan dan bermanfaat bagi kedua belah pihak.

“Indonesia sekarang sudah menjadi kekuatan ekonomi utama yang berpengaruh baik di kawasan maupun dunia internasional. Kami dari Tiongkok dan PKC sangat senang. Kami akan menjalin koordinasi dengan pemerintah Indonesia dan mendukung Presidensi G-20 di Bali nanti,” tutupnya.■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories