Goes to UNESCO, PINKAN Indonesia Gencar sosialisasikan Kolintang Melalui Dialog Budaya

Dewan Pengurus Pusat Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Indonesia bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta mengadakan Dialog Budaya yang disiarkan langsung oleh RRI Pro 4 FM, jumat, (23/4) di Sekretariat DPP PINKAN Indonesia, Kranggan, Bekasi.

Dialog tersebut dihadiri oleh sejumlah narasumber antara lain Pembina PINKAN Indonesia Prof. Dr. Laksamana (Purn) Marsetio, Kepala RRI Jakarta Enderiman Butar Butar, Ketua Umum PINKAN Indonesia Penny Iriana Marsetio.

Kemudian, Tokoh Pemerhati Kolintang Rachmad Sudibyo, Pelestari Kolintang, dan Pimpinan Sanggar Bapontar Baby Sumanti, Pelatih dan Praktisi Kolintang Ferdinand Soputan.

Dalam percakapan yang dipandu pembawa acara, ketua PINKAN Indonesia Penny Iriana mengatakan, Dialog Budaya tersebut dimaksudkan untuk memberikan sosialisasi sekaligus pengetahuan kepada masyarakat luas tentang apa itu musik Kolintang, dari daerah mana, serta bagaimana perkembangannya.

Serta, bagaimana perjuangan untuk mendapatkan pengakuan dunia melalui pengesahan dari lembaga dibawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yaitu United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Sementara Pembina PINKAN Indonesia Prof. Dr. Laksamana (Purn) Marsetio menjelaskan, ansambel Musik Kolintang Kayu (AMKK) Minahasa atau lebih dikenal dengan musik Kolintang merupakan alat musik etnis atau khas milik bangsa Indonesia yang telah disahkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.

Pengesahan itu dituangkan dalam Surat Keputusan Mendikbud Nomor 238/M/2013 tanggal 13 Desember 2013 tentang Warisan Budaya Tak Benda Indonesia tahun 2013.

“Dengan diakuinya musik kolintang sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia maka seluruh masyarakat Indonesia wajib untuk melestarikan dan mengembangkannya sehingga tidak tergerus oleh perkembangan jaman” ujar Marsetio.

Selain Dialog Budaya, kegiatan tersebut diisi dengan hiburan dari permainan musik Kolintang oleh pemain anak-anak yang menggunakan kostum Kabasaran dari Sanggar Bapontar dan penampilan dari ibu-ibu pengurus PINKAN Indonesia menyanyikan lagu nuansa religi, yang bertepatan Ramadan, dengan diiringi Musik Kolintang.

Pada akhir Dialog Budaya dilaksanakan penyerahan plakat dari Kepala RRI Jakarta Enderiman Butar Butar memberikan plakat kepada Ferdinand Soputan sebagai generasi muda yang akan menjadi generasi penerus untuk melestarikan dan mengembangkan musik Kolintang.

Ketua DPP PINKAN Indonesia Penny Iriana Marsetio juga memberikan plakat kepada Kepala RRI Jakarta Enderiman Butar Butar sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang terjalin selama ini. [DNU]

]]> Dewan Pengurus Pusat Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Indonesia bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta mengadakan Dialog Budaya yang disiarkan langsung oleh RRI Pro 4 FM, jumat, (23/4) di Sekretariat DPP PINKAN Indonesia, Kranggan, Bekasi.

Dialog tersebut dihadiri oleh sejumlah narasumber antara lain Pembina PINKAN Indonesia Prof. Dr. Laksamana (Purn) Marsetio, Kepala RRI Jakarta Enderiman Butar Butar, Ketua Umum PINKAN Indonesia Penny Iriana Marsetio.

Kemudian, Tokoh Pemerhati Kolintang Rachmad Sudibyo, Pelestari Kolintang, dan Pimpinan Sanggar Bapontar Baby Sumanti, Pelatih dan Praktisi Kolintang Ferdinand Soputan.

Dalam percakapan yang dipandu pembawa acara, ketua PINKAN Indonesia Penny Iriana mengatakan, Dialog Budaya tersebut dimaksudkan untuk memberikan sosialisasi sekaligus pengetahuan kepada masyarakat luas tentang apa itu musik Kolintang, dari daerah mana, serta bagaimana perkembangannya.

Serta, bagaimana perjuangan untuk mendapatkan pengakuan dunia melalui pengesahan dari lembaga dibawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yaitu United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Sementara Pembina PINKAN Indonesia Prof. Dr. Laksamana (Purn) Marsetio menjelaskan, ansambel Musik Kolintang Kayu (AMKK) Minahasa atau lebih dikenal dengan musik Kolintang merupakan alat musik etnis atau khas milik bangsa Indonesia yang telah disahkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.

Pengesahan itu dituangkan dalam Surat Keputusan Mendikbud Nomor 238/M/2013 tanggal 13 Desember 2013 tentang Warisan Budaya Tak Benda Indonesia tahun 2013.

“Dengan diakuinya musik kolintang sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia maka seluruh masyarakat Indonesia wajib untuk melestarikan dan mengembangkannya sehingga tidak tergerus oleh perkembangan jaman” ujar Marsetio.

Selain Dialog Budaya, kegiatan tersebut diisi dengan hiburan dari permainan musik Kolintang oleh pemain anak-anak yang menggunakan kostum Kabasaran dari Sanggar Bapontar dan penampilan dari ibu-ibu pengurus PINKAN Indonesia menyanyikan lagu nuansa religi, yang bertepatan Ramadan, dengan diiringi Musik Kolintang.

Pada akhir Dialog Budaya dilaksanakan penyerahan plakat dari Kepala RRI Jakarta Enderiman Butar Butar memberikan plakat kepada Ferdinand Soputan sebagai generasi muda yang akan menjadi generasi penerus untuk melestarikan dan mengembangkan musik Kolintang.

Ketua DPP PINKAN Indonesia Penny Iriana Marsetio juga memberikan plakat kepada Kepala RRI Jakarta Enderiman Butar Butar sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang terjalin selama ini. [DNU]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories