Gibran Ungguli Elektabilitas Pilkada Jateng

Peluang Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka untuk meningkatkan karier politiknya pada Pilkada 2024 semakin besar. Selain memiliki peluang maju di Pilkada DKI Jakarta, putra Presiden Jokowi itu berpotensi memenangkan Pilkada Jawa Tengah (Jateng) 2024.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengatakan, Gibran mengungguli survei bakal calon Gubernur Jateng 2024. Menurutnya, Gibran memiliki tingkat elektabilitas sebesar 28,5 persen, jika Pilkada Gubernur Jateng digelar hari ini.

“Berdasar simulasi elektabilitas Pilkada Jateng, Gibran Rakabuming Raka berada pada posisi teratas, jika Pilkada dilaksanakan hari ini,” ujar Yunarto melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Lebih lanjut ia menguraikan, elektabilitas Gibran di Pilkada Jateng mengalahkan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, yang memperoleh tingkat elektabilitas sebesar 11,3 persen. Di posisi selanjutnya, ada nama Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dengan elektabilitas sebesar 6 persen.

Charta Politika juga mencatat nama tokoh lainnya yang juga berpeluang maju di Pilgub Jateng 2024. Di antaranya, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dengan tingkat elektabilitas sebesar 3,7 persen, Komisaris Utama TransJakarta Sudirman Said, dengan elektabilitas 3,6 persen, dan Bupati Banyumas Achmad Husein, dengan elektabilitas 3,4 persen.

“Selain itu, masih ada nama mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih, dengan elektabilitas sebesar 2,2 persen, dan mantan Kapolda Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Condro Kirono, dengan tingkat elektabilitas 1,7 persen,” jelas dia.

Dalam survei tersebut, Charta Politika juga mencermati elektabilitas partai politik (parpol) dalam Pemilu Legislatif (Pileg) mendatang. Menurut Yunarto, PDIP menempati elektabilitas tertinggi dengan raihan sebesar 46 persen. Kemudian, PKB sebesar 11,2 persen, dan Partai Gerindra sebesar 6,6 persen.

“Posisi keempat ditempati Partai Golkar dengan tingkat elektabilitas sebesar 4,7 persen, kemudian PPP sebesar 3,4 persen, dan PKS 2,4 persen. Sementara partai Demokrat 2,3 persen, PAN 1,7 persen, Partai Nasdem 1,5 persen, Perindo 0,8 persen,” urai dia.

Yunarto menambahkan, partai besutan Amien Rais, atau Partai Ummat belum bisa masuk 10 besar parpol dengan elektabilitas tertinggi. Berdasar survei tersebut, Partai Umat hanya memperoleh tingkat keterpilihan sebesar 0,1 persen. Tiga partai lain juga mencatat tingkat elektabilitas sebesar 0,1 persen, yakni PBB, Hanura, dan PSI. [EDY]

]]> Peluang Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka untuk meningkatkan karier politiknya pada Pilkada 2024 semakin besar. Selain memiliki peluang maju di Pilkada DKI Jakarta, putra Presiden Jokowi itu berpotensi memenangkan Pilkada Jawa Tengah (Jateng) 2024.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengatakan, Gibran mengungguli survei bakal calon Gubernur Jateng 2024. Menurutnya, Gibran memiliki tingkat elektabilitas sebesar 28,5 persen, jika Pilkada Gubernur Jateng digelar hari ini.

“Berdasar simulasi elektabilitas Pilkada Jateng, Gibran Rakabuming Raka berada pada posisi teratas, jika Pilkada dilaksanakan hari ini,” ujar Yunarto melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Lebih lanjut ia menguraikan, elektabilitas Gibran di Pilkada Jateng mengalahkan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, yang memperoleh tingkat elektabilitas sebesar 11,3 persen. Di posisi selanjutnya, ada nama Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dengan elektabilitas sebesar 6 persen.

Charta Politika juga mencatat nama tokoh lainnya yang juga berpeluang maju di Pilgub Jateng 2024. Di antaranya, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dengan tingkat elektabilitas sebesar 3,7 persen, Komisaris Utama TransJakarta Sudirman Said, dengan elektabilitas 3,6 persen, dan Bupati Banyumas Achmad Husein, dengan elektabilitas 3,4 persen.

“Selain itu, masih ada nama mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih, dengan elektabilitas sebesar 2,2 persen, dan mantan Kapolda Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Condro Kirono, dengan tingkat elektabilitas 1,7 persen,” jelas dia.

Dalam survei tersebut, Charta Politika juga mencermati elektabilitas partai politik (parpol) dalam Pemilu Legislatif (Pileg) mendatang. Menurut Yunarto, PDIP menempati elektabilitas tertinggi dengan raihan sebesar 46 persen. Kemudian, PKB sebesar 11,2 persen, dan Partai Gerindra sebesar 6,6 persen.

“Posisi keempat ditempati Partai Golkar dengan tingkat elektabilitas sebesar 4,7 persen, kemudian PPP sebesar 3,4 persen, dan PKS 2,4 persen. Sementara partai Demokrat 2,3 persen, PAN 1,7 persen, Partai Nasdem 1,5 persen, Perindo 0,8 persen,” urai dia.

Yunarto menambahkan, partai besutan Amien Rais, atau Partai Ummat belum bisa masuk 10 besar parpol dengan elektabilitas tertinggi. Berdasar survei tersebut, Partai Umat hanya memperoleh tingkat keterpilihan sebesar 0,1 persen. Tiga partai lain juga mencatat tingkat elektabilitas sebesar 0,1 persen, yakni PBB, Hanura, dan PSI. [EDY]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories