Geruduk DPP Demokrat, Massa Siram Petugas Keamanan Dan Dorong-dorong Pagar .

Kantor DPP Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, digeruduk massa, Senin (15/3) malam. Massa terlihat berupaya merangsek ke dalam gedung kantor sambil mendorong-dorong pagar.

Sejumlah petugas berusaha menahan agar tak ada massa yang masuk. Beberapa orang terlihat menyiram petugas yang ada di dalam menggunakan air mineral.

Salah satu mahasiswa perwakilan massa mempertanyakan siapa yang membawa-bawa mahasiswa dalam polemik partai berlambang mercy itu. “Siapa yang mengklaim nama-nama kampus, oknumnya siapa?,” tanyanya. Sementara itu, perwakilan mahasiswa lain masih berdialog dengan pihak Demokrat.

Agar tidak terjadi kerusuhan, kepolisian segera merapat ke kantor Partai Demokrat. Puluhan polisi terlihat berjaga di sekitar Kantor Partai Demokrat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi membubarkan massa yang menggeruduk DPP Partai Demokrat. Menurut Hengki, massa telah melanggar Undang-undang No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

“Sesuai Undang-undang No 9 Tahun 1998 terkait penyampaian pendapat di muka umum jelas ini sudah melanggar,” kata dia.

Hengki menyebut sebagaimana yang diuraikan demonstrasi ada batas waktunya. Di tambah lagi, pada masa pandemi Covid dilarang membuat kerumunan. Atas dasar itulah, mala kepolisian memutuskan untuk membubarkan massa.

“Tadi kan lihat sendiri diminta untuk dibubarkan diri yang jelas ini malam hari apalagi masa pandemi ya menempatkan orang lain pada situasi yang berbahaya merupakan pelanggaran hukum ingat itu sekarang masa pandemi,” ujar dia.

Saat ini, Hengki memastikan situasi sudah kondusif. “Sudah -sudah kondusif,” tandas dia.

Diketahui, polemik Partai Demokrat mencuat usai gelaran Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang yang menunjuk Moeldoko sebagai Ketua Umum. Partai Demorat di bawah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lantas mengunjungi sejumlah tokoh mulai dari Menko Polhukam Mahfud MD, mantan Wapres Jusuf Kalla. Di kantor Partai Demokrat digelar mimbar bebas yang diisi para aktivis dan mahasiswa. [UMM]

]]> .
Kantor DPP Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, digeruduk massa, Senin (15/3) malam. Massa terlihat berupaya merangsek ke dalam gedung kantor sambil mendorong-dorong pagar.

Sejumlah petugas berusaha menahan agar tak ada massa yang masuk. Beberapa orang terlihat menyiram petugas yang ada di dalam menggunakan air mineral.

Salah satu mahasiswa perwakilan massa mempertanyakan siapa yang membawa-bawa mahasiswa dalam polemik partai berlambang mercy itu. “Siapa yang mengklaim nama-nama kampus, oknumnya siapa?,” tanyanya. Sementara itu, perwakilan mahasiswa lain masih berdialog dengan pihak Demokrat.

Agar tidak terjadi kerusuhan, kepolisian segera merapat ke kantor Partai Demokrat. Puluhan polisi terlihat berjaga di sekitar Kantor Partai Demokrat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi membubarkan massa yang menggeruduk DPP Partai Demokrat. Menurut Hengki, massa telah melanggar Undang-undang No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

“Sesuai Undang-undang No 9 Tahun 1998 terkait penyampaian pendapat di muka umum jelas ini sudah melanggar,” kata dia.

Hengki menyebut sebagaimana yang diuraikan demonstrasi ada batas waktunya. Di tambah lagi, pada masa pandemi Covid dilarang membuat kerumunan. Atas dasar itulah, mala kepolisian memutuskan untuk membubarkan massa.

“Tadi kan lihat sendiri diminta untuk dibubarkan diri yang jelas ini malam hari apalagi masa pandemi ya menempatkan orang lain pada situasi yang berbahaya merupakan pelanggaran hukum ingat itu sekarang masa pandemi,” ujar dia.

Saat ini, Hengki memastikan situasi sudah kondusif. “Sudah -sudah kondusif,” tandas dia.

Diketahui, polemik Partai Demokrat mencuat usai gelaran Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang yang menunjuk Moeldoko sebagai Ketua Umum. Partai Demorat di bawah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lantas mengunjungi sejumlah tokoh mulai dari Menko Polhukam Mahfud MD, mantan Wapres Jusuf Kalla. Di kantor Partai Demokrat digelar mimbar bebas yang diisi para aktivis dan mahasiswa. [UMM]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories