Gerindra Setelah Masuk Istana Dulu Garang, Sekarang Kalem .

Kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) diingatkan tidak membuat kegaduhan politik, dan fokus membantu pemerintah melawan pandemi Covid-19.

Peringatan ini merupakan salah satu poin pidato Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto pada HUT ke-13 partai berlogo Kepala Burung Garuda itu. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Kawendra Lukistian mengamini arahan Prabowo itu dan siap melaksanakannya. Dia sepakat, di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, sebaiknya semua pihak mengedepankan kepentingan bangsa.

“Itu imbauan seorang pemimpin kepada semua kader Gerindra, ketimbang membuat isu-isu yang bisa menimbulkan resistensi yang berujung kegaduhan. Di tengah pandemi seperti saat ini, kita dituntut bersatu,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Orang dekat Menteri Pariwisata dan Perekonomian Kreatif, Sandiaga Uno ini mengatakan, pidato Prabowo itu mengarahkan agar para kader secara optimal terjun ke masyarakat. Turun gunung, mendengar dan membantu sekuat tenaga masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Kader-kader Gerindra sejatinya bukan politisi, melainkan pejuang politik yang orientasinya mendorong kemanfaatan secara maksimal,” jelas Kawendra.

Meski bakal kalem, kader Partai Gerindra dia jamin tetap akan kritis dalam fungsi dan perannya. Misalnya, ketika proses legislasi di DPR, para kader Gerindra dipastikan mengedepankan kepentingan rakyat. “Sistem bernegara kita memang sudah seharusnya meminta teman-teman di DPR tetap menjalankan fungsi-fungsinya secara optimal,” pungkas Kawendra.

Sebelumnya, Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengintruksikan seluruh kadernya untuk santun dalam berpolitik, berkuasa dengan cara halal, dan menjaga ketentraman di tengah pandemi Covid-19.

 

“Kita tetap ingin berkuasa dengan halal, dengan legitimasi, konstitusional. Kita ingin berkuasa dengan izin rakyat, dengan perjuangan yang baik. Tapi jangan ragu, kita punya keyakinan, mampu memperbaiki bangsa ini,” ujar Prabowo melalui pidato HUT Partai Gerindra ke-13 yang diposting GerindraTV dan di jejaring YouTube, Selasa (9/2).

Di video berdurasi 16 menit itu, Prabowo menceritakan tentang perjalanan partai yang termasuk cepat berkiprah dalam dunia politik. Hingga di Pemilu 2019 finish di peringkat kedua. Semua itu, didapat dengan kerja keras para kader.

Mengenai situasi kondisi bangsa yang tengah berjuang melawan pandemi Covid-19, Prabowo menyebut, saat ini negara sedang kesulitan. Baginya, virus asal Wuhan, China itu menghantam dunia dan perekonomian global.

Untuk itu, katanya, seluruh keluarga besar Partai Gerindra mesti semakin kompak, bersatu, utuh, percaya diri, dan semakin percaya kepada pimpinan. Para kader dilarang berbuat gaduh.

Prabowo berpesan, rival politik bukanlah musuh politik. Partai Gerindra diharapkan menjadi partai yang mencari kebersamaan dengan solusi kompromistis, tidak egoistis. Tidak mau menang sendiri, tetapi mencari jalan keluar yang terbaik untuk semua pihak.

Untuk itu, dia meminta agar Partai Gerindra selalu santun berpolitik. Para kader diminta menjadi partai yang baik, yang bisa dicontoh dan disenangi rakyat. “Saya minta, Partai Gerindra jangan menghujat, jangan pakai kata-kata kasar,” katanya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menganalisa, santunnya pidato Prabowo merupakan efek masuknya Partai Gerindra ke barisan pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Para kader pun dia nilai akan mematuhi intruksi ini. [BSH]

]]> .
Kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) diingatkan tidak membuat kegaduhan politik, dan fokus membantu pemerintah melawan pandemi Covid-19.

Peringatan ini merupakan salah satu poin pidato Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto pada HUT ke-13 partai berlogo Kepala Burung Garuda itu. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Kawendra Lukistian mengamini arahan Prabowo itu dan siap melaksanakannya. Dia sepakat, di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, sebaiknya semua pihak mengedepankan kepentingan bangsa.

“Itu imbauan seorang pemimpin kepada semua kader Gerindra, ketimbang membuat isu-isu yang bisa menimbulkan resistensi yang berujung kegaduhan. Di tengah pandemi seperti saat ini, kita dituntut bersatu,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Orang dekat Menteri Pariwisata dan Perekonomian Kreatif, Sandiaga Uno ini mengatakan, pidato Prabowo itu mengarahkan agar para kader secara optimal terjun ke masyarakat. Turun gunung, mendengar dan membantu sekuat tenaga masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Kader-kader Gerindra sejatinya bukan politisi, melainkan pejuang politik yang orientasinya mendorong kemanfaatan secara maksimal,” jelas Kawendra.

Meski bakal kalem, kader Partai Gerindra dia jamin tetap akan kritis dalam fungsi dan perannya. Misalnya, ketika proses legislasi di DPR, para kader Gerindra dipastikan mengedepankan kepentingan rakyat. “Sistem bernegara kita memang sudah seharusnya meminta teman-teman di DPR tetap menjalankan fungsi-fungsinya secara optimal,” pungkas Kawendra.

Sebelumnya, Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengintruksikan seluruh kadernya untuk santun dalam berpolitik, berkuasa dengan cara halal, dan menjaga ketentraman di tengah pandemi Covid-19.

 

“Kita tetap ingin berkuasa dengan halal, dengan legitimasi, konstitusional. Kita ingin berkuasa dengan izin rakyat, dengan perjuangan yang baik. Tapi jangan ragu, kita punya keyakinan, mampu memperbaiki bangsa ini,” ujar Prabowo melalui pidato HUT Partai Gerindra ke-13 yang diposting GerindraTV dan di jejaring YouTube, Selasa (9/2).

Di video berdurasi 16 menit itu, Prabowo menceritakan tentang perjalanan partai yang termasuk cepat berkiprah dalam dunia politik. Hingga di Pemilu 2019 finish di peringkat kedua. Semua itu, didapat dengan kerja keras para kader.

Mengenai situasi kondisi bangsa yang tengah berjuang melawan pandemi Covid-19, Prabowo menyebut, saat ini negara sedang kesulitan. Baginya, virus asal Wuhan, China itu menghantam dunia dan perekonomian global.

Untuk itu, katanya, seluruh keluarga besar Partai Gerindra mesti semakin kompak, bersatu, utuh, percaya diri, dan semakin percaya kepada pimpinan. Para kader dilarang berbuat gaduh.

Prabowo berpesan, rival politik bukanlah musuh politik. Partai Gerindra diharapkan menjadi partai yang mencari kebersamaan dengan solusi kompromistis, tidak egoistis. Tidak mau menang sendiri, tetapi mencari jalan keluar yang terbaik untuk semua pihak.

Untuk itu, dia meminta agar Partai Gerindra selalu santun berpolitik. Para kader diminta menjadi partai yang baik, yang bisa dicontoh dan disenangi rakyat. “Saya minta, Partai Gerindra jangan menghujat, jangan pakai kata-kata kasar,” katanya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menganalisa, santunnya pidato Prabowo merupakan efek masuknya Partai Gerindra ke barisan pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Para kader pun dia nilai akan mematuhi intruksi ini. [BSH]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories